SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Analisis Variasi Temperatur Penuangan Pada Pengecoran Kuningan Terhadap Ketangguhan Dan Perubahan Fasa

bayu angga pratama

Abstrak


ABSTRAK

 

Pratama, Bayu Angga. 2016. Analisis Variasi Temperatur Penuangan pada Pengecoran Kuningan Terhadap Ketangguhan dan Perubahan Fasa. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Putut Murdanto, S.T., M.T., (II) Rr. Poppy Puspitasari, S.Pd., M.T. Ph.D.

 

Kata kunci: pengecoran kuningan, ketangguhan, perubahan fasa

Pengecoran logam adalah proses pembentukan logam dengan cara men­cair­kan logam dan menuangkan kedalam cetakan, kemudian dibiarkan mendingin dan membeku. Proses ini dapat digunakan untuk membuat benda-benda dengan bentuk sulit. Pengecoran merupakan salah satu proses pembentukan bahan baku atau benda kerja yang relatif mahal dimana pengendalian kualitas benda kerja dimulai sejak bahan masih dalam keadaan mentah. Bahan pengecoran kadang dipilih dengan mempertimbangkan harga, kualitas, dan sebagainya.

Kuningan tuang adalah kuningan yang mempunyai proses produksi dengan cara pengecoran yang langsung diperoleh bentuknya melalui proses penuangan pada cetakan. Proses ini berdasarkan pada alasan untuk memproduksi benda-benda yang mempunyai bentuk khusus atau yang sulit dikerjakan dengan proses pengerjaan panas atau dingin (penempaan dan lain sebagainya). Selain itu pekerjaan mengecor juga dilakukan untuk ukuran-ukuran besar.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketangguhan hasil cor dengan variasi temperatur metode cetakan sand casting terhadap logam kuningan, dan untuk mengetahui struktur yang terkandung dalam hasil cor pada metode penge­coran dengan cetakan logam kuningan. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimental yang melihat hasil dari sebuah perlakuan terhadap suatu kelompok spesimen. Desain penelitian pre-experimental dengan menggunakan model one-shot case study, dimana sekelompok sampel diberi sebuah perlakuan.

Hasil penelitian menunjukkan struktur mikro yang memiliki kandungan Cu-Zn yang baik adalah spesimen dengan temperatur tuang 900°C, sedangkan kandungan Cu yang paling sedikit adalah benda dengan temperatur 700°C. Jadi semakin tinggi temperatur yang digunakan untuk pengecoran logam  (kuningan) maka semakin tinggi pula tingkat kegetasan pada benda cor tersebut. Ketangguh­an bahan pada penelitian ini dapat dilihat pada pengaruh paduan dan juga tempe­ratur tuang dari setiap spesimen, semakin tinggi temperatur tuang pada spesimen maka semakin baik perlakuan yang akan diterima oleh paduan. Hasil foto mikro menunjukkan bahwa semakin tinggi temperatur tuang pada pengecoran logam (kuningan) maka semakin kecil unsur karbon yang terkandung di dalamnya.