SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Perbedaan Hasil Belajar Siswa Jurusan TKR (Teknik Kendaraan Ringan) jika Menggunakan Model Pembelajaran Cooperative Student Team Achievment Division (STAD) dan Cooperative Jigsaw pada Kompetensi Dasar Sistem Starter di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen

Agus Dwi Putra

Abstrak


ABSTRAK

 

Putra, Agus Dwi. 2017. Perbedaan Hasil Belajar Siswa Jurusan TKR (Teknik Kendaraan Ringan) jika Menggunakan Model Pembelajaran Cooperative Student Team Achievment Division (STAD) dan Cooperative Jigsaw pada Kompetensi Dasar Sistem Starter di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen. Skripsi. Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Syarif Suhartadi, M.Pd., (II) Drs. Paryono, S.T., M.T.

 

Kata Kunci: model pembelajaran cooperative student team achievment division (STAD), cooperative jigsaw, hasil belajar

 

SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen adalah salah satu SMK rujukan di kabupaten Malang dimana SMK ini sudah menerapkan Kurikulum 2013 (K13). Model pembelajaran yang diterapkan di SMK ini berupa model pembelajaran Discovery Learning namun, dalam prakteknya tidak terkondisikan seperti model pembelajaran Discovery Learning dimana pembelajaran cenderung berpusat kepada guru dan siswa kurang aktif. Dari observasi didapati bahwa banyak siswa yang hasil belajarnya rendah terutama pada pelajaran kelistrikan otomotif. Oleh karena itu penulis ingin menerapkan model pembelajaran Kooperatif STAD dan Kooperatif Jigsaw pada Kompetensi Dasar Sistem Starter agar pembelajaran timbul interaksi 2 arah, siswa lebih aktif, dan diharapkan mampu memperbaiki hasil belajar siswa.

Tujuan penelitian: (1) untuk mengetahui hasil belajar sistem starter siswa kelas XI di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen jika menggunakan model pembelajaran Kooperatif Jigsaw, (2) untuk mengetahui hasil belajar sistem starter siswa kelas XI di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen jika menggunakan model pembelajaran Kooperatif STAD, (3) untuk mengetahui hasil belajar sistem starter siswa kelas XI di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen jika menggunakan model pembelajaran Discovery Learning, (4) untuk mengetahui perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran Kooperatif Jigsaw, Kooperatif STAD dan Discovery Learning pada pelajaran sistem starter.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, eksperimental semu, quasi eksperimental dengan posttest only control design. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas XI TKR yang terdiri dari 3 kelas, yaitu kelas XI TKR 1, XI TKR 2, dan XI TKR 3. Subyek penelitian ini dipilih dengan metode simple random sampling yaitu dengan cara masing-masing kelas ditulis dalam kertas, kemudian digulung dan diundi. Analisis data untuk uji normalitas menggunakan Shapiro Wilk, uji homogenitas menggunakan levene’s test, dan uji hipotesis menggunakan One Way Anova dengan taraf (Sig α = 0,05).

Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan hasil belajar dari ketiga model pembelajaran ini namun, perbedaannya tidak signifikan. Hal ini dapat dilihat dari hasil probabilitas uji hipotesis yang didapat sebesar 0,073>0,05 sehingga hipotesis ditolak. Namun, nilai rata-rata tertinggi diraih pada kelas Kooperatif jigsaw yaitu sebesar 81,25 dan pada kelas Kooperatif STAD nilai rata-rata sebesar 76 serta, pada kelas Discovery Learning nilai rata-rata sebesar 79,625.

Saran: (1) Untuk Kepala SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, sebaiknya menjadikan ketiga model pembelajaran ini sebagai referensi dan opsi untuk diterapkan kedepannya karena hasil belajar dari ketiga model pembelajaran ini sama-sama baik, (2) bagi guru produktif, sebaiknya guru menjadikan ketiga model pembelajaran ini sebagai referensi dan opsi untuk diterapkan kedepannya karena hasil belajar yang dihasilkan dari ketiga model pembelajaran ini juga sama-sama baik, (3) Untuk SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, sebaiknya lebih memperhatikan pembagian atau pengaturan jadwal masuk siswa terutama pada mata pelajaran produktif karena jadwal masuk juga sangat mempengaruhi proses belajar mengajar di kelas, (4) Bagi peneliti selanjutnya, jika tema penelitiannya sama gunakan sampel dan kompetensi yang berbeda, (5)  Bagi peneliti selanjutnya jika tema penelitiannya sama hendaknya, penelitian dilakukan sebelum kegiatan LSP, Try Out, dan pilih kelas dengan jadwal masuk yang sama-sama masuk pagi atau siang serta, pilih guru yang berbeda dari masing-masing kelas agar variabel kontrol lebih terkontrol, (6) Bagi peneliti selanjutnya jika tema penelitiannya sama hendaknya, pilihlah sampel dengan memperhatikan nilai awal masuk siswa ketika diterima di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen agar sampel yang dipilih lebih homogen lagi.