SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Kontribusi Kemampuan Awal Praktik dan Ergonomi Posisi Pengelasan SMAW terhadap Produktivitas Kerja Siswa Paket Keahilan Teknik Pengelasan SMK Negeri Kabupaten Bojonegoro

Belinda Wulandari

Abstrak


ABSTRAK

 

Wulandari, Belinda. 2017. Kontribusi Kemampuan Awal Praktik dan Ergonomi Posisi Pengelasan SMAW terhadap Produktivitas Kerja Siswa Paket Keahilan Teknik Pengelasan SMK Negeri Kabupaten Bojonegoro. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Ir. H. Djoko Kustono, M.Pd., (II): Drs. H. Solichin, S.T., M.Kes.

 

Kata Kunci: ergonomi, SMAW, produktivitas kerja

 

Praktik pengelasan merupakan mata pelajaran produktif di SMK paket keahlian Teknik Pengelasan. Salah satu praktik pengelasan yang dilakukan adalah praktik las SMAW. Hasil dari praktik pengelasan selalu diikuti  dengan penilaian  untuk  mengetahui kemampuan praktik yang dicapai dan produktivitas kerja yang dihasilkan peserta didik. Praktik pengelasan dilakukan dengan posisi duduk untuk menghindari keluhan akibat nyeri dan ketegangan otot. Penerapan kerja yang mengabaikan prinsip ergonomi dapat menyebabkan ketidaknyamanan, biaya tinggi, kecelakaan dan penyakit akibat kerja meningkat, performansi menurun yang berakibat pada penurunan produktivitas kerja.

Penelitian ini menggunakan metode penelitian pra eksperimental dengan jenis pretest-posttest design. Variabel pada penelitian ini adalah kemampuan awal praktik (X1) dan ergonomi posisi pengelasan SMAW (X2) sebagai variabel bebas, sedangkan produktivitas kerja (Y) merupakan variabel terikat. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dokumentasi, observasi terstruktur dan jobsheet. Analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif statistik untuk menjelaskan perbedaan kemampuan awal praktik dan uji paired sample t test untuk menjelaskan pengaruh perlakuan ergonomi posisi pengelasan terhadap produktivitas kerja. 

Hasil penelitian mengungkapkan bahwa terdapat perbedaan hasil kemampuan awal praktik kelas TP 1 dari SMKN 3 Bojonegoro sedangkan kelas TP 2 dan TP 3 dari SMKN 4 Bojonegoro. Kelas TP 1 memperoleh nilai rata-rata 82.07, sedangkan untuk kelas TP 2 memperoleh nilai rata-rata 87.40, kemudian untuk kelas TP 3 memperoleh nilai rata-rata 86.63. Rata-rata perolehan skor observasi sebelum perlakuan ergonomi untuk kelas TP 1 sebesar 7.67 sedangkan rata-rata skor observasi sesudah perlakuan ergonomi sebesar 12.93. Rata-rata skor observasi sebelum perlakuan ergonomi untuk kelas TP 2 sebesar 7.60 sedangkan rata-rata skor observasi sesudah perlakuan ergonomi sebesar 13.07. Rata-rata skor observasi sebelum perlakuan ergonomi untuk kelas TP 3 sebesar 8.37 sedangkan rata-rata skor observasi sesudah perlakuan ergonomi 12.8125. Kelas TP 1 mengalami peningkatan produktivitas kerja sebesar 7.56%, sedangkan kelas TP 2 mengalami peningkatan produktivitas kerja sebesar 5.44%, selanjutnya TP 3 mengalami peningkatan produktivitas kerja sebesar 6.05%. Kesimpulan analisis data menggunakan uji sample paired t test menyatakan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari perlakuan ergonomi posisi pengelasan SMAW terhadap produktivitas kerja.