SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

APLIKASI MANGANASE OXIDE (MnO) SEBAGAI KATALIS PADA BAHAN BAKAR RON 88,RON 90, RON 92, DAN RON 98 UNTUK MENGURANGI EMISI GAS BUANG (CO DAN HC)

Galih Adhi Kurniawan

Abstrak


ABSTRAK

 

Kurniawan, Galih Adhi. 2017. Aplikasi Manganase Oxide (MnO) sebagai Katalispada Bahan Bakar RON 88, RON 90, RON 92, Dan RON 98 untuk Mengurangi Emisi Gas Buang (CO Dan HC). Skripsi. Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Rr. Poppy Puspitasari, S.Pd. M.T. Ph.D. (2) Imam Muda Nauri, S.Pd. M.T.

 

Kata Kunci: MnO, Katalis, Bahan Bakar, RON 88, RON 90, RON 92, RON 98, CO, dan HC.

Perkembangan otomotif di Indonesia, khususnya mobil dan sepeda motor mengalami kemajuan yang sangat pesat. Hal ini sangat memudahkan manusia dalam melaksanakan berbagaikegiatan. Tetapi di sisi lain penggunaan kendaraan bermotor juga menimbulkan dampak yang sangat buruk terhadap lingkungan, terutama gas buang dari hasil pembakaran bahan bakar yang tidak terbakar dengan sempurna. Untuk mengurangi efek negatif yang berlebihan, dibutuhkan perlakuan khusus, salah satunya dengan penerapan katalis pada sistem pengeluaran gas buang. MnO adalah suatu campuran kimia yang dapat diaplikasikan pada katalis untuk mengurangi emisi gas buang tersebut. MnO mampu mengikat unsur CO dan HC yang terkandung dalam gas sisa pembakaran motor.

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Penelitian ini dilakukan dalam dua tahap, pertama pengambilan data kadar emisi gas buang CO dan HC dengan bahan bakar RON 88, RON 90, RON 92, dan RON 98 pada sepeda motor tanpa penerapan MnO. Kedua pengambilan data kadar emisi gas buang CO dan HC dengan pengaplikasian MnO sebagai katalis.

Pengambilan data ini dilakukan dengan alat gas analyzer, untuk mengetahui kadar emisi gas buang CO dan HC. Sebagai medianya, penelitian ini menggunakan sepeda motor Honda Mega Pro 150 CC tahun perakitan 2013. Metode yang digunakan adalah dengan membandingkan jumlah emisi gas buang antara tanpa penerapan MnO sebagai adsoben, dan dengan penerapan katalis pada kendaraan. Pada pengplikasiaannya, setiap jenis bahan bakr, dilakukan pengambilan data pada 1500 RPM hingga 6000 RPM dengan kelipatan 500 RPM. Hal ini dilakukan untuk memastikan keabsahan data yang diperoleh.

Hasil penelitian menunjukkan pengaplikasian MnO sebagai katalis hanya mampu mengurangi kadar CO secara signifikan pada RON 88, yakni 24,36% kadar CO dan HC pada RON 88 dan RON 92, yakni 82,08% dan 38,14 % kadar HC. Hal ini terjadi karena MnO yang digunakan berukuran mikropartikel, yang tidak mampu mengadsorbsi dengan maksimal, serta RON 88 yang menghasilkan kadar CO dan HC yang tinggi, dibandingkan dengan RON yang lebih tinggi.