SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

STRATEGI KEPALA SD,SMP,DAN SMA DALAM MENYELESAIKAN KONFLIK DI KABUPATEN NABIRE PROVINSI PAPUA

Abai Manupak Tambunan

Abstrak


ABSTRAK

 

Tambunan, Abai Manupak.2017. Strategi kepala sekolah SD, SMP dan SMA pada yayasan PESAT dalam Menyelesaikan konflik di Kabupaten Nabire Provinsi Papua. Tesis,  Progam Studi Manajemen Pendidikan. Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Prof. Dr. H. M. Huda A.Y.,M.Pd.(II). Prof. Dr. I Nyoman Sudana Degeng, M. Pd

 

Kata kunci :Strategi KepalaSekolah, Penyelesaian Konflik, Yayasan PESAT

Keberadaan yayasan pendidikan sangat diharapkan bagi kemajuan dan perkembangan pendidikan di Indonesia akan tetapi tidak menutup fakta keberadaan yayasan pendidikan di wilayah tanah air rentan dan bisa saja berhenti sewaktu-waktu dalam upaya membantu serta bekerjasama dengan pemerintah dalam mewujudkan cita-cita pendidikan Indonesia. Faktor tutupnya banyak yayasan pendidikan dapat berasal dari berbagai kemungkinan baik dari faktor internal maupun eksternal yayasan. Diantaranya seperti banyaknya konflik yang tidak terselesaikan, kurangnya dana pembiayaan dan lain sebagainya.

            Salah satu yayasan yang sampai saat ini berkarya diujung timur tanah air di bumi Papua adalah yayasan Pelayanan Desa Terpadu (PESAT) dimana yayasan tersebut sudah bekerjasama dengan pemerintah kurang lebih 20 Tahun mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Kecakapan dan kepiawaian tersebut tidak serta merta datang dengan sendirinya, ditemukan berbagai strategi yang digunakan oleh kepala sekolah yang bekerjasama dengan yayasan dalam menjaga kondisi yang kondusif. Penyelesaian konflik yang dilakukan kepala sekolah-kepala sekolah mampu menjadikan citra sekolah-sekolah dibawah naungan yayasan PESAT ungul dan menjadi sekolah favorit di Kabupaten Nabire  Provinsi Papua.

Fokus penelitian ini melihat bagaimana dan faktor apa saja yang mempengaruhi serta memberi dampak terhadap strategi kepala sekolah-kepala sekolah dalam mengelola konflik pada yayasan. Dengan rincian fokus sebagai berikut: (1) Jenis-jenis konflik di SD, SMP, dan SMA pada yayasan PESAT (2) Peran kepala sekolah SD, SMP, dan SMA pada yayasan PESAT dalam mengelola konflik.(3) Strategi keluarga besar SD, SMP, dan SMA pada yayasan PESAT dalam mengelola konflik

Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif fenomenologi, dengan rancangan studi analisis Multi Situs, dimana digunakan untuk mengembangkan teori dengan menggunakan beberapa situs. Pendekatan kualitatif fenomenologi dilakukan dengan mengungkapkan semua proses etik yang ada dalam suatu fenomena sosial dan mendeskripsikan kejadian kejadian proses sosial apa adanya, dengan menguraikan interprestasi atau suatu pengalaman dan memberikan arti dari pengalaman yang dirasakan oleh orang-orang, dengan instrument utamanya peneliti sendiri dan lebih banyak mengungkap dalam bentuk deskriptif Teknik pengumpulan data dilakukan dengan tiga cara (1) wawancara mendalam, (2) Observasi, (3) Studi dokumentasi. Pemilihan informan penelitian ini menggunakan teknik snowball sampling. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif dengan alur (a) Reduksi Data,(b) Penyajian Data, (c) Penarikan Kesimpulan, dan agar memperoleh keabsahan data. Teknik pemeriksaan didasarkan atas sejumlah kriteria tertentu, peneliti akan menggunakan derajat kepercayaan (credibility)dalampengecekankeabsahantemuantersebut.

Dari hasilpaparan data penelitian di lapanganditemukanbahwakepalasekolahmemilkiperananpentingdalamterwujudnyakondisikondusif, tentramdandamai yang dapatmeningkatkanprestasidanmutusekolahdenganstrategipengelolaankonfliknya, daripaparan data penelitianjugaditemukanfaktor-faktor yang mempengaruhistrategipengelolaankonflikkepala-kepalasekolahdibawahnaunganYayasan PESAT yang lebihtepattelahmenjawabfokuspenelitiandiantaranya (1) Sumberkonflik yang ditemukandalampelaksanaankegiatanaktivitassosialterjadiolehberbagaimacamsebab yang dilakukanindividudalamupayamempertahankanberbagaimacamperbedaandankepentingan, sumberkonfliktersebutdiantaranya 1) sumberkonflik internal sepertiperbedaankepentingankarenalatarbelakang, perbedaankepentingankarenaperubahannilaidalamorganisasi,  perbedaanloyalitas pengabdian.2) sumberkonflikeksternalsepertiperbedaanbudayasekolahdenganbudayamasyarakat, banyaknyapahampemisahanatauseparatisme yang berkembangdimasyarakat.  (2) Kepalasekolah-kepalasekolahselalumendapatpembinaandanpengajaran yang secaraimplisitjugaterdapatpembinaanbagaimanamengelolakonflikberdasarkannilai-nilai Kristen. Semuaperandilakukantidaklepasdarigayakepemimpinandengancorakataupengaruhkepemimpinanalkitabiahsepertikepalasekolah SD Kristen Agape yang memilikigayakepemimpinankemitraanberdasarkankisahyesusbersamamurid-muridnya, kepalasekolah SMP Kristen AnakPanah yang terinspirasigayakepemimpinan Paulus yang demokratis, sertakepalasekolah SMA Kristen AnakPanah yang terinspirasidarigayakepemimpinan Paulus yang parsitipatif.(3) strategikeluargabesarsekolahdilakukanterkondisidengansituasi yang merekaalami, denganbimbinganpengajarantentangnilai-nilai Kristen yang merekaterimadianggapsebagaisuplemenataupemicusemangat yang membawadampakpositifdalamketercapaiantujuanpengelolaankonflik.

Adapun saran berdasarkantemuan-temuanpenelitianiniadalah (1) bagikepalasekolah agar mampumeningkatkankepemimpinan yang efektifbaikdalampengelolaankonflikberdasarkannilai-nilai Kristen,(2) kepadayayasan agar kedepannyadapatmendirikansekolah yang menyebardiseluruhwilayah Papua.(3) untuk guru kedepannyauntukmenjadikannilai-nilaikristensebagaistandarkeprofesionalanpendidik di sekolahsekolahyayasan PESAT (4) untukmasyarakatkedepanya agar lebihberpartisipatifdalammenyekolahkananak demi kemajuanmasyarakat Papua (5) peneliti lain agar mampumelanjutkanpenelitiantentangpengelolaankonflikolehkepalasekolahdariperspektifnilai-nilai agama lain