SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Pembelajaran Cooperative tipe Jigsaw dan Kemampuan Awal Siswa terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran Pemeliharaan Sistem Pengapian Elektronik Siswa Kelas XII TKR di SMK.

Frandiska Eltian

Abstrak


ABSTRAK

 

Sekolah Menengah Kejuruan merupakan salah satu jenjang pendidikan menengah yang diselenggarakan dengan tujuan untuk mempersiapkan peserta didik supaya mampu bekerja pada satu bidang tertentu daripada bidang yang lain. Pembelajaran di SMK diorientasikan pada dunia kerja. Sehingga, model pembelajaran yang digunakan harus relevan dan dapat merepresentasikan tuntutan kerja pada dunia usaha atau industri. Namun, realitas di lapangan masih belum optimal dalam membentuk pemahaman dan keterampilan siswa sesuai dunia kerja. Berdasarkan hal tersebut, perlu digunakan model pembelajaran yang mampu membentuk kondisi belajar yang sesuai dengan kondisidunia kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menguji signifikansi perbedaan hasil belajar pemeliharaan sistem pengapian elektronik antara kelompok siswa yang diberikan pembelajaran jigsaw dan pembelajaran konvensional dengan mempertimbangkan kemampuan awal.

Rancangan penelitian yang digunakan adalah eksperimental semu dengan metode Non-equivalent Control Group Design.Teknik sampling dengan random assignment. Sampel penelitian berjumlah 63 siswa yakni, 31 siswa di kelas XII TKR 1 sebagai kelompok eksperimen yang dikenakan jigsaw, dan 32 siswa di kelas XII TKR 2 sebagai kelompok kontrol yang dikenakanpembelajaran Konvensional. Setiap kelompok dibagi lagi menjadi tiga kelompok, yaitu kelompok siswa dengan kemampuan awal tinggi, kelompok siswa dengan kemampuan awal sedang, dan kelompok siswa dengan kemampuan awal rendah. Kemampuan awal didapat dengan memberi prates, dan hasil belajar didapat dengan memberi pascates. Instrumen yang digunakan adalah tes pilihan ganda.

Data dikumpulkan menggunakan teknik observasi dan tes. Uji hipotesis dilakukan menggunakan uji ANOVA dua jalur dengan bantuan SPSS 17 for windows untuk mengetahui signifikansi perbedaan hasil belajar berdasarkan model pembelajaran dan kelompok kemampuan awal siswa. Taraf signifikansi yang digunakan sebesar 0,05 dan dikatakan terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan jika probabilitas di bawah 0,05.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa:(1) hasil belajar pemeliharaan sistem pengapian elektronik dengan pembelajaran jigsaw lebih baik daripada pembelajaran yang selama ini berlangsung (pembelajaran konvensional); (2) hasil belajar pemeliharaan sistem pengapian elektronik kelompok siswa berkemampuan awal tinggi lebih baik daripada kelompok siswa berkemampuan awal sedang dan rendah; (3) tidak terdapat interaksi antara model pembelajaran dan kemampuan awal terhadap hasil belajar siswa. Artinya, keunggulan pembelajaran jigsaw daripada pembelajaran konvensional dalam meningkatkan hasil belajar pemeliharaan sistem pengapian elektronik tidak bergantung pada kondisi kemampuan awal siswa. Sebaliknya, keunggulan hasil belajar pemeliharaaan sistem pengapian elektronik kelompok siswa berkemampuan awal tinggi daripada kelompok siswa berkemampuan awal sedang dan rendah tidak bergantung pada model pembelajaran.