SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Hubungan Pemahaman Pekerja Las tentang Layout Bengkel Las terhadap Keselamatan Kerja di Bengkel Las Kota Malang

Tito Arif Sutrisno

Abstrak


ABSTRAK

 

Sutrisno, Tito Arif. 2017. HubunganPemahaman Pekerja Las  tentamg Layout Bengkel Terhadap Keselamatan Kerja di Bengkel Las Kota Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Solichin S.T, M.Kes., (II) Drs. Basuki, M.Pd.

 

Kata Kunci: pemahaman pekerja las, layout bengkel, keselamatan kerja, Kota Malang

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan mengenai penataan fasilitas bengkel atau layout di  bengkel las Kota Malang. Pemahaman para pemilik maupun pekerja bengkel mengenai layout yang erat hubungannya dengan keselamatan kerja masih sangat kurang hal ini terbukti dengan adanya kondisi pengelolaan tata layout yang kurang baik pada bengkel.Di dalam pengelasan membutuhkan beberapa sarat pokok yang harus dipenuhi dalam membuka usaha bengkel las rumahan seperti penataan mesin las, penataan perlengkapan kerja,  dan ruang kerja yang aman untuk digunakan dalam kegiatan pengelasan.

Dalam pelaksanaan penelitian ini terdapat beberapa tujuan untuk mendeskripsikan tentang keadaan yang terjadi dilapangan, diantaranya adalah: (1) Mendeskripsikan pemahaman pekerja las terhadap pengelolaan tata layout bengkel dalam melaksanakan pekerjaan di bengkel las, (2)    Menganalisis pemahaman keselamatan kerja pada bengkel pengelasan, (3) Menganalis hubungan antara pemahaman pekerja las tentang pengolahan tata layout bengkel terhadap keselamatan kerja. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan  rancangan penelitian deskriptif korelasional. Data yang diperoleh diolah dan dianalisis menurut model statistik, maka penelitian ini termasuk penelitian deskriptif korelasional karena bertujuan mencari hubungan dari suatu variabel. Teknik penggalian informasi dalam penelitian ini menggunakan angket yang disebar kepada setiap responden yang telah ditentukan. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 197 tenaga kerja las dari 14 bengkel las yang berada di Kota Malang. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 70 tenaga kerja las.

Setelah dilakukan penyebaran angket dari 14 bengkel tersebut kemudian melakukan analisa hasil penyebaran mulai dari analisa jenis kelamin, usia, kondisi fisik, gaji pekerja, jenjang pendidikan dan analisa jawaban dari setiap butir pernyataan kuesioner yang disebar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum pekerja las di Kota Malang adalah pria dan tergolong dalam batasan usia 19-54 tahun. Selain itu kondisi fisik tenaga kerja berada  dalam keadaan normal atau tidak cacat, dengan gaji rata-rata sebesar Rp. 1.500.000 – Rp. 2.000.000 per bulan. Untuk persentase dari jenjang pendidikan tenaga kerja las yakni Pendidikan SD sebesar 8 %, Pendidikan SMP 19%, Pendidikan SMA 40 %, Pendidikan SMK Teknik 33 %, Diploma 0%, Sarjana 0%. Jadi dapat disimpulkan pendidikan yang di tempuh tenaga kerja las di Kota Malang masih cukup rendah.

Selain itu, berdasarkan hasil penelitian pada variabel pemahaman tentang layout yang telah dilakukan kepada 70 responden tenaga kerja las di sejumlah bengkel di Kota Malang, 35 responden atau 50% responden memiliki pemahaman layout bengkel yang sedang atau cukup, 15 orang atau 21.4% memiliki pemahaman layout bengkel yang tinggi atau baik dan 20 responden atau 28.6% memiliki pemahaman yang kurang mengenai layout bengkel. Sedangkan pada variabel keselamatan kerja 13 responden (18,5%) memiliki pemahaman rendah, 27 responden atau (38,5%) memiliki pemahaman cukup, dan 30 responden atau (42,8%) memiliki pemahaman tinggi. Hasil uji hipotesis diketahui ada hubungan positif yang signifikan antara pemahaman layout bengkel terhadap keselamatan kerja di bengkel las Kota Malang.

Pentingnya setiap pekerja untuk memahami mengenai tata letak atau layout yang baik untuk meningkatkan pemahaman dari keselamtan dalam bekerja. Semakin seorang tenaga kerja memahami suatu kondisi yang berhubungan dengan layout bengkel maka semakin baik untuk menghindari terjadinya kecelakaan dalam bekerja.