SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Karakterisasi Fasa dan Morfologi Serbuk Nano Manganese Oxide (MnO) Dengan Variasi Sintering Time

Muhammad Ilman Nur Sasongko

Abstrak


ABSTRAK

 

Sasongko, Muhammad Ilman Nur. 2017. Karakterisasi Fasa dan Morfologi SerbukNano Manganese Oxide (MnO) Dengan Variasi Sintering Time. Skripsi,Program Studi Pendidikan Teknik Mesin, Jurusan Teknik Mesin,Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Rr. PoppyPuspitasari, S.Pd., M.T., Ph.D. (2) Widiyanti. Hj. Dr. M.Pd.

 

Kata Kunci: Fasa, Manganese Oxide, MnO, Morfologi, Sintesis, Sol-gel, Sinteringtime

Manganese oxide (MnO) banyak terdapat pada salah satu jenis batuan dan dapat berbentuk mineral. MnO memiliki kekurangan, yaitu sangat reaktif, tergolong jenis oksidator berbahaya dan dapat meledak, apabila berada pada suhu diatas 55 °C. Tetapi MnO memiliki sifat magnetik, sifat elektrokimia, dan sifat konduktivitas yang sangat baik, sehingga perlu dilakukan pengecilan ukuran menjadi nano material untuk dapat dimanfaatkan dan meningkatkan sifat dari MnO.

Karakterisasi fasa dan morfologi serbuk Manganese Oxide (MnO) bertujuan untuk memperkecil ukuran butir MnO dari ukuran mikro menjadi ukuran nano menggunakan metode sol-gel dengan variasi waktu sintering. Sol-gel merupakan metode sintesis yang sederhana dan sudah teruji dalam mensintesiskan berbagai macam material oksida berukuran mikro menjadi nano. Sintering time merupakan teknik yang dilakukan dalam proses sintesis untuk mengeringkan material dengan suhu diatas suhu normal. Suhu yang digunakan dalam proses sintering dimulai dari suhu 600 ºC hingga 1000 ºC.

Material uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah manganese oxide (MnO). MnO yang dipilih berbentuk serbuk berukuran mikro dengan unsur Mn sebesar 89,72 Wt% dan O sebesar 10,29 Wt%, merupakan inovasi baru untuk menghasilkan material oksida berukuran nano, dimana proses yang lazim digunakan dalam proses sol-gel menggunakan solventehtylene glycoldengan material oksida campuran untuk menghasilkan material oksida. XRD merupakan pengujian untuk mengetahui karakterisasi fasa dari suatu material, SEM merupakan pengujian untuk mengetahui karakterisasi morfologi, EDX merupakan pengujian untuk mengetahui karakterisasi kandungan unsur dari suatu material dan FTIR merupakan pengujian untuk mengetahui karakterisasi dari gugus oksida suatu material. Temperatur sintering yang digunakan dalam penelitian ini sebesar 600 ºC dengan variasi waktu 30 menit, 60 menit dan 90 menit.

Hasil karakterisasi fasa dari XRD diperoleh ukuran kristal serbuk MnO yang terkecil dengan sintering 30 menit yang berukuran kristal sebesar 47.3 nm. Intensitas (derajat kristalinitas) tertinggi terjadi pada MnO dengan waktu sinter 90 menit.Hasil karakterisasi morfologi dari SEM menunjukkan perubahan morfologi MnO dari butir berbentuk segitiga mikron meter menjadi butir berbentuk bulat nanometer.Hasil karakterisasi unsur dari EDX menunjukkan perubahan Unsur Mn yang terendah dan O tertinggi ditunjukkan pada MnO 30 menit. Hasil karakterisasi gugus dari FTIR menunjukkan pergeseran C-H dan Mn-O diikuti dengan meningkatnya gugus N-H, C=O dan Mn-O.