SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

ANALISIS VARIASI WAKTU SINTERING NANO POWDER IRON OXIDE (Fe2O3) DENGAN PELARUT ETHYLENE GLYCOL TERHADAP KARAKTERISASI FASA DAN MORFOLOGI

Cepi Yazirin

Abstrak


ABSTRAK

 

Yazirin, Cepi. 2017. Analisis Variasi Waktu Sintering Nano Powder Iron Oxide (Fe2O3) dengan Pelarut Ethylene Glycol terhadap Karakterisasi Fasa dan Morfologi. Skripsi. Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Rr. Poppy Puspitasari, S.Pd., M.T., Ph.D, (2) Drs. Putut Murdanto, S.T., M.T.

 

Kata kunci: Iron Oxide (Fe2O3), Ethylene Glycol, Sintering, Fasa, Morfologi.

Besi oksida merupakan hal menarik dalam berbagai disiplin ilmu untuk aplikasi di berbagai bidang ilmiah dan industri termasuk aplikasi pada lingkungan, korosi, ilmu tanah, dan mengurangi emisi gas buang. Iron oxide (Fe2O3) memiliki aplikasi potensial dalam reaksi katalis pada perangkat elektronik misalnya, semikonduktor, formulasi cat, dan baterai lithium rechargeable. Telah diketahui bahwa Iron oxide (Fe2O3) dapat di sintesis melalui proses pengadukan pada mesin, dekomposisi zat besi organik, sol-gel, pembakaran, dan pelarut penguapan. Sebagian besar metode yang digunakan akan melibatkan beberapa langkah dan memakan waktu yang lama. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakterisasi fasa dan morfologi powder iron oxide (Fe2O3) dengan pelarut ethylene glycol setelah dilakukan variasi pemanasan (sintering) selama 1 jam, 2 jam, dan 3 jam. Untuk mengetahui hasil pengujian dari proses pemanasan (sintering) powder iron oxide (Fe2O3) dengan pelarut ethyleneglycol selama 1 jam, 2 jam, dan 3 jam, maka pengujian yang digunakan adalah XRD, SEMEDX, dan FTIR. Penelitian ini merupakan penelitian jenis eksperimental laboratorium yang akan dilakukan dalam bentuk deskripsi. Untuk memperoleh hasil deskripsi tentang karakterisasi fasa dan morfologi serbuk nano iron oxide (Fe2O3), maka metode yang digunakan adalah metode sol-gel.

Metode ini sering digunakan untuk penelitian-penelitian sejenis karena sangat efisien. Agar mendapatkan hasil penelitian yang tepat dan akurat maka mekanisme yang digunakan harus disusun secara baik dan berurutan. Adapun rancangan penelitian yang dipakai adalah The One-Shot Case Study. Hasil penelitian pengujian XRD menunjukan bahwa butir terkecil berada pada ironoxide (Fe2O3) proses sintering 1 jam dengan diameter kristal sebesar 21,0516 nm. Sinar -x yang ditembakkan pada saat pengujian XRD langsung mengenai butir yang diuji. Dari pengujian SEM menunjukan hasil sintering yang terbaik yaitu pada waktu proses sintering 1 jam, karena butir yang dihasilkan sebesar 12,36 nm dan memiliki ukuran partikel yang sama yaitu berada dibawah 30 nm memiliki bentuk yang tampak homogen dan nanosphere, sehingga semakin lama waktu sintering sangat berpengaruh terhadap ukuran butir ironoxide (Fe2O3). Dilihat dari analisis unsur pada diagaram menunjukan bahwa semakin lama waktu proses sintering maka kandungan unsur O akan semakin meningkat, sedangkan semakin lama waktu sintering kandungan unsur Fe akan semakin menurun.