SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Buku Ajar Tematik Berbasis Budaya Lokal (Daerah Istimewa Yogyakarta) untuk Siswa Kelas V

Suhartati

Abstrak


ABSTRAK

 

Suhartati. 2017. Pengembangan Buku Ajar Tematik Berbasis Budaya Lokal (Daerah Istimewa Yogyakarta) untuk  Siswa Kelas V. Tesis. Program Studi Dasar Konsentrasi Guru Kelas. Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Sa’dun Akbar, M.Pd., (II) Dr. Muhana Gipayana, M.Pd.

 

Kata Kunci: buku ajar tematik, budaya lokal, Daerah Istimewa Yogyakarta

Pada kurikulum 2013 buku ajar tematik terdiri dari buku siswa dan buku guru. Berdasarkan analisis buku siswa dan buku guru subtema Cara Menjaga Kerukunan ditemukan beberapa ketidaksesuaian anatara lain dalam konsep arah mata angin, konsep jarak sebenarnya, penggunaan bahasa, dan pengintegrasian budaya lokal. Studi pendahuluan di dua sekolah dasar, ditemukan beberapa kendala anatara lain : (1) masih menggunakan buku siswa dan buku guru yang memiliki ketidaksesuaian: (2) buku siswa dan buku guru yang digunakan belum berbasis budaya Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY); (3) guru kesulitan mengembangkan buku siswa dan buku guru berbasis budaya DIY; (4) siswa cenderung mengutamakan nilai pengetahuan. Tujuan penelitian ini, yaitu menghasilkan buku ajar tematik berbasis budaya lokal (Daerah Istimewa Yogyakarta) yang valid secara teoritik, memenuhi tingkat kemenarikan dan kepraktisan yang tinggi, dan efektif dalam mencapai tujuan pembelajaran.

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan buku ajar tematik berbasis budaya lokal (Daerah Istimewa Yogyakarta). Penelitian ini menggunakan model pengembangan Dick, Carey, & Carey yang meliputi : (1) menganalisis kebutuhan untuk menentukan tujuan pembelajaran; (2) menganalisis pembelajaran; (3) menganalsis karakteristik siswa; (4) merumuskan tujuan khusus pembelajaran; (5) mengembangkan instrumen penilaian; (6) mengembangkan strategi pembelajaran; (7) mengembangkan dan memilih materi pembelajaran; (8) merancang dan melakukan evaluasi formatif; (9) merevisi pembelajaran; (10) mengembangkan dan melakukan evaluasi sumatif.

Hasil penelitian dan pengembangan menunjukkan bahwa buku ajar tematik berbasis budaya lokal (Daerah Istimewa Yogyakarta) yang dikembangkan mencapai kualifikasi valid dengan persentase ketercapaian sebesar 75,03%, tingkat kemenarikan yang tinggi dengan persentase kemenarikan sebesar 83,43%, tingkat kepraktisan yang tinggi dengan presentase kepraktisan sebesar 83,80. Terdapat perbedaan hasil belajar antara kelas eksperimen dan kelas kontrol dalam aspek pengetahuan dengan hasil t hitung 5,875 dan signifikasi 0,000. Hasil belajar dalam aspek sikap, keterampilan, dan aktivitas siswa antara kelas ekperimen dan kontrol juga menunjukkan perbedaan. Kelas ekperimen memperoleh capaian yang lebih tinggi dalam aspek sikap sebesar 5,72%, keterampilan sebesar 7%, dan aktivitas sebesar 6%. Berdasarkan hasil penelitian dan pengembangan, maka disarankan untuk menggunakan buku ajar tematik berbasis budaya lokal (Daerah Istimewa Yogyakarta) sebagai salah satu buku penunjang pembelajaran kelas V.