SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGARUH PENGGUNAAN TURBULATOR PADA INTAKE MANIFOLD TERHADAP EMISI GAS BUANG MESIN BENSIN INJEKSI

Ramadany Dwi Putra.

Abstrak


Putra, Ramadany Dwi. 2016. Pengaruh Penggunaan Turbulator Pada Intake Manifold Terhadap Emisi Gas Buang Mesin Bensin Injeksi. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Sumarli, M.Pd., M.T, (II) Drs. Partono, M.Pd.

 

Kata Kunci: Turbulator, Homogenitas, Emisi Gas Buang.

 

Pertumbuhan kendaraan menyebabkan kepadatan pada perkotaan yang menimbulkan dampak negatif terhadap kualitas udara. Menurunnya kualitas udara yang terjadi tersebut akibat banyaknya kendaraan yang memiliki emisi gas buang yang tidak baik, sehingga banyaknya gas HC, CO, CO2, dan NOx yang dikeluarkan oleh kendaraan bermotor akibat pembakaran yang tidak sempurna pada mesin. Pembakaran yang sempurna berlangsung bila terjadi campuran yang homogen antara udara dan bahan bakar. Cara untuk meningkatkan homogenitas udara dan bahan bakar salah satunya dengan mengubah aliran udara yang masuk ke ruang bakar menjadi aliran turbulen, aliran udara turbulen dapat diperoleh salah satunya dengan menambahkan alat yang bernama turbulator pada intake manifold.

Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui pengaruh dari variasi besar sudut bilah pada turbulator yang digunakan terhadap emisi gas buang HC dan CO pada mesin bensin yang sudah menerapkan sistem injeksi bahan bakar. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental semu dengan menggunakan sepeda motor Yamaha Vixion tahun 2012 sebagai objek penelitian. Pengujian sendiri dilakukan pada putaran mesin 1000 rpm hingga 5000 rpm dengan kenaikan 500 rpm, dan menggunakan gas analyzer sebagai alat untuk membaca jumlah emisi gas buang yang dikeluarkan. Teknik yang digunakan untuk melakukan analisis data adalah One Way ANOVA dengan bantuan softwere.

Dari hasil penelitian menunjukan nilai gas buang HC pada putaran mesin paling rendah pada perlakuan standar 222,67 ppm, sedangkan pada penggunaan turbulator sudut bilah 15o sebesar 206,33 ppm, sudut bilah 30o sebesar 199,33 ppm, sudut bilah 45o sebesar 212 ppm, dan sudut bilah 60o sebesar 231 ppm. Sedangkan nilai gas buang CO pada putaran mesin paling rendah pada perlakuan standar 2,70 %, sedangkan pada penggunaan turbulator sudut bilah 15o sebesar 2,48 %, sudut bilah 30o sebesar 2,41 %, sudut bilah 45o sebesar 2,56 %, dan sudut bilah 60o sebesar 2,78 %.

Hasil dari penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan: 1) Terdapat pengaruh pada penggunaan variasi sudut bilah turbulator terhadap emisi gas buang HC, dimana pada penggunaan turbulator sudut bilah 30o memiliki pengaruh paling baik dengan selisih nilai gas buang HC sebesar 23,34 ppm. 2) Terdapat pengaruh pada penggunaan variasi sudut bilah turbulator terhadap emisi gas buang CO, dimana pada penggunaan turbulator sudut bilah 30o memiliki pengaruh paling baik dengan selisih nilai gas buang CO sebesar 0,29 %.

Berdasarkan hasil dari penelitian, disarankan untuk penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh yang dihasilkan pada konsumsi bahan bakar maupun daya yang dihasilkan dan juga kekuatan dari turbulator tersebut, sehingga alat ini nantinya memiliki nilai ekonomis yang dapat digunakan oleh masyarakat secara luas.