SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

APLIKASI FERRO OXIDE (Fe2O3) SEBAGAI KATALISPADA BAHAN BAKAR RON 88, RON 90, RON 92 DAN RON 98 UNTUK MENGURANGI EMISI GAS BUANG (CO DAN HC)

Lukman Agung Bachtiar

Abstrak


ABSTRAK

 

Perkembangan teknologi di berbagai bidang khusunya di bidang transportasi darat menyebabkan jumlah kendaraan bermotor dengan berbagai jenis dan merk meningkat sangat tajam. Pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor tersebut memicu terjadinya pencemaran udara dan peningkatan jumlah emisi gas buang. Emisi yang dikeluarkan dari gas buang kendaraan bermotor adalah gas CO sebesar 70,50%; gas HC sebesar18,34%. Untuk mengurangi efek negatif yang berlebihan, dibutuhkan perlakuan khusus, salah satunya dengan penerapan katalis pada sistem pengeluaran gas buang. Fe2O3 adalah suatu campuran kimia yang dapat diaplikasikan pada katalis untuk mengurangi emisi gas buang tersebut. Fe2O3 mampu mengikat unsur CO dan HC yang terkandung dalam gas sisa pembakaran motor.

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Penelitian ini dilakukan dalam dua tahap, pertama pengambilan data kadar emisi gas buang CO dan HC dengan bahan bakar RON 88, RON 90, RON 92, dan RON 98 pada sepeda motor tanpa penerapan Fe2O3. Kedua pengambilan data kadar emisi gas buang CO dan HC dengan pengaplikasian Fe2O3 sebagai katalis.

Pengambilan data ini dilakukan dengan alat gas analyzer, untuk mengetahui kadar emisi gas buang CO dan HC. Media dalam, penelitian ini menggunakan sepeda motor Honda Mega Pro 150 CC tahun perakitan 2013, dan menggunakan tachometer. Metode yang digunakan adalah membandingkan jumlah emisi gas buang antara tanpa penerapan Fe2O3 sebagai katalis dengan penerapan katalis pada kendaraan menggunakan prototipe yang sudah dimodifikasi sedemikain rupa berdasarkan jurnal-jurnal yang sudah di telaah. Pada pengaplikasiaannya, setiap jenis bahan bakar, dilakukan pengambilan data pada 1500 rpm hingga 6000 rpm dengan kelipatan 500 rpm. Hal ini dilakukan untuk memastikan keabsahan data yang diperoleh.

Hasil penelitian menunjukkan pengaplikasian Fe2O3 sebagai katalis hanya mampu mengurangi kadar CO secara signifikan pada RON 88, yakni 91,43 % kadar CO dan HC pada RON 88, dan RON 92, yakni 53,27 % dan 91,07 % kadar HC. Hal ini terjadi karena Fe2O3 yang digunakan berukuran mikropartikel, yang tidak mampu mengadsorbsi dengan maksimal, serta RON 88 yang menghasilkan kadar CO dan HC yang tinggi, dibandingkan dengan RON yang lebih tinggi. Hal tersebut dikarenakan RON 88 menggunakan teknologi dan campuran yang kurang baik untuk motor bensin 4 tak di jaman ini.