SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGARUH MOTIVASI BELAJAR DAN STATUS SOSIAL EKONOMI ORANG TUA TERHADAP MINAT MELANJUTKAN STUDI KE PERGURUAN TINGI (StudiPadaSiswaKelas XII APK SMK Negeri1 TurenTahunAjaran2016/2017)

Wardhatul Jhanah Jhanah

Abstrak


Kata Kunci :motivasibelajar, status sosialekonomi orang tua, minat melanjutkan studi keperguruan tinggi.

Di era globalisasi seperti sekaran gini, setiap orang dituntut untuk selalu mengembangkan diri terutama dalam hal penguasaan pengetahuan dan berbagai kompetensi yang menuju pada profesionalitas. Salah satucara yang paling tepat dalam meningkatkan pengetahuan dan berbagai kompetensi adalah melalui pendidikan. Di dalam profesionalitas dunia kerja, jenjang pendidikan menjadi salah satu factor pengukur.Pendidikan tinggi member kontribusi dalam menciptakan sumber daya manusia yang mampu bersaing di era globalisasi ini.Pendidikan tinggi diselenggarakan untuk mencetak sumber daya manusia yang bias terjun kemasyarakat.Pendidikan tinggi membekali mahasiswa dengan kemampuan akademik dan profesionalitas.Faktor-faktor yang mempengaruhi minat siswa untuk melanjutkan studi keperguruan tinggi meliputi motivasi belajar dan status social ekonomi orang tua.

Penelitianinibertujuanuntukmengetahui : (1) Motivasi belajar, status social ekonomi orang tua siswa, dan minat siswa untuk melanjutkan studi keperguruan tinggi. (2) Pengaruh motivasi belajar secara parsial terhadap minat siswa untuk melanjutkan studi keperguruan tinggi. (3) Pengaruh status social ekonomi orang tua terhadap minat siswa untuk melanjutkan studi keperguruan tinggi.

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif.Variabel bebas penelitian ini adalah motivasi belajar (X1) dan status social ekonomi orang tua (X2), sedangkan variable terikat penelitian ini adalah minat siswa untuk melanjutkan studi keperguruan tinggi (Y).Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XII APK SMK Negeri 1 Turen yang berjumlah 100 siswa.Sampel menggunakan teknik proportionate random sampling. Skala yang digunakan adalah skala Likert dengan empat skala ukur dimulai dari opsi sangat setuju, setuju, tidak setuju, dan sangat tidak setuju.Jenis datanya adalah data interval.Teknik pengumpulan data menggunakan angket/kuisioner, dokumen dan wawancara.Dalam penelitian ini angket dibagikan kepada seluruh populasi pada tanggal 15 agustus 2016.Dokumentasi di dalam penelitian ini adalah daftar absensi siswa untuk mengetahui jumlah siswa.Untuk uji kelayakan digunakan uji validitas dan reliabilitas yang diolah melalui program IBM SPSS 16 for windows.Penelitian ini menggunakan beberapa model asumsi klasik, yaitu : (1) Ujinormalitas, (2) Uji multikolinieritas, dan (3) Uji heteroskedastisitas.

Hasil uji asumsi klasik menunjukkan bahwa : (1) model regresi memenuhi asumsi normalitas terlihat dari titik-titik menyebar di sekitar garis diagonal pada gambar Normal P-Plot of Regression Standardized Residual. (2) Model regresi tidak terjadi multikolinieritas ditunjukkan dengan nilai VIF 0,10. (3) Model regresi tidak heteroskedastisitas terlihat pada gambar scatterplot tidak membentuk suatu pola tertentu dan menyebar acak. Jadi, model regresilayak untuk digunakan.

Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa Motivasi belajar siswa tinggi, Status social ekonomi orang tua siswa rendah, dan minat siswa untuk melanjutkan studi keperguruan tinggi adalah tinggi.Berdasarkan hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa : (1) Motivasi belajar berpengaruh positif secara signifikan terhadap minat siswa kelas XII APK SMK Negeri 1 Turen untuk melanjutkan studi keperguruan tinggi. (2) Status social ekonomi orang tua berpengaruh positif secara signifikan terhadap minat siswa kelas XII APK SMK Negeri 1 Turen untuk melanjutkan studi keperguruan tinggi.

 

Berdasarkan hasil penelitianini, peneliti menyarankan : (1) Bagi pihak sekolah hendaknya memberi arahan yang baik bagi siswanya, agar siswa dapat menetukan arah yang baik setelah mereka lulus dari SMK. Sekolah harus lebih memberikan gambaran yang luas tentang perguruan tinggi. (2) Bagi Orang tua dari golongan status sosial ekonomi yang rendah, diharapkan tetap memberikan dukungan kepada anaknya untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi dengan cara mencari in formasi tentang beasiswa untuk memasuki perguruan tinggi. (3) Bagi siswa dengan motivasi belajar yang tinggi yang telah dimiliki oleh siswa hendaknya digunakan sebagai bahan pertimbangan siswa untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi. (4) Bagi Peneliti selanjutnya penelitian ini memberikan informasi mengenai beberapa faktor yang dapat memengaruhi minat siswa untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi yaitu motivasi belaajr dan statsu sosial ekonomi orang tua. Namun, tidak hanya kedua faktor tersebut yang dapat mempengaruhi minat siswa melanjutkan studi ke  perguruan tinggi, tetapi masih banyak faktor lain antara lain faktor ekpektasi masa depan yang dapat peneliti lain paparkan sesuai dengan temuan peneliti.