SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Variasi Larutan Elektrolit terhadap Warna dan Kekerasan Lapisan Hasil Proses Anodizing

Andrea Indra Lasmana

Abstrak

Berita update - harianwartawan surat kabar nasional - beritareportaseharian berita terkini - harianberitaterkini informasi terbaru - informasiberitaharian berita hari ini - wartawanhariini berita kriminal - kriminalharian

Anodizing merupakan salah satu proses pelapisan logam secara anodic, yakni mengonversi permukaan logam dengan membentuk lapisan oksida yang salah satu tujuannya adalah peningkatan nilai kekerasan lapisan. Selain itu, logam anodized memiliki karakteristik adhesi yang baik terhadap pewarna, sehingga biasanya dilanjutkan dengan proses coloring. Salah satu faktor yang mempengaruhi karakterisik lapisan oksida yang terbentuk pada proses anodizing adalah jenis larutan elektrolit yang digunakan.

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh variasi larutan elektrolit terhadap warna dan kekerasan lapisan hasil proses anodizing. Elektrolit yang digunakan adalah larutan asam sulfat, larutan asam nitrat, dan larutan asam fosfat dengan persentase 15%. Spesimen adalah aluminium tipe 1100 dengan kadar kemurnian 99,00%, tegangan yang digunakan adalah 12 Volt, lama proses perendaman 30 menit, suhu elektrolit di setiap perlakuan anodizing pada room temperature, dan pewarna yang digunakan pada proses coloring adalah pewarna tinta warna magenta. Penelitan ini menggunakan rancangan penelitian eksperimental berbentuk Pre-experimental Design (non design), digolongkan sebagai One Group Pretest-Posttest Design, dengan analisis deskriptif dan analisis statistik uji beda one way anova untuk mengetahui ada atau tidak adanya pengaruh dari variabel bebas.

Berdasarkan hasil analisis data, nilai kekerasan lapisan secara urut dari yang paling tinggi dihasilkan pada perlakuan anodizing menggunakan larutan asam nitrat yaitu 46,87 HV, perlakuan menggunakan larutan asam sulfat yaitu 46,40 HV, dan perlakuan menggunakan larutan asam fosfat yaitu 41,24 HV. Hasil tersebut dibandingkan dengan nilai kekerasan lapisan aluminium tanpa perlakuan anodizing yaitu 37,16 HV. Adapun hasil dari uji statistik dengan one way anova yang menyatakan terdapat perbedaan masing-masing perlakuan terhadap nilai kekerasan lapisan. Perbedaan nilai kekerasan lapisan dari setiap perlakuan pada penelitian ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu golongan larutan elektrolit, derajat ionisasi larutan, konsentrasi ion [H+] pada larutan, serta sifat dari senyawa asam dalam larutan. Untuk warna yang dihasilkan pada tahap coloring didapatkan nilai ΔE* dari yang terdekat dengan standard magenta color codes adalah perlakuan menggunakan larutan asam sulfat dengan nilai 48,58, perlakuan menggunakan larutan asam fosfat dengan nilai 73,06, dan perlakuan menggunakan larutan asam nitrat dengan nilai 74,47. Hal ini disebabkan oleh perbedaan struktur dari lapisan oksida berupa ukuran porous yang terbentuk pada proses anodizing dari setiap jenis elektrolit yang digunakan. Disimpulkan bahwa karakteristik dari lapisan oksida yang terbentuk akan sangat mempengaruhi adhesi pewarnaan.