SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Dekomposisi Pembakaran Mikroalga Skeletonema Costatum Sebagai Alternatif Bahan Bakar Terbarukan pada Berbagai Variasi Massa Biomassa

Richo Zulfambudy

Abstrak


Kebutuhan bahan bakar padat semakin meningkat selaras dengan semakin menipisnya bahan bakar fosil sehingga harus ada bahan bakar alternatif di massa yang akan datang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dekomposisi pembakaran mikroalga Skeletonema costatum sebagai alternatif bahan bakar terbarukan. Mikroalga dipilih karena wilayah perairan Indonesia yang luas mendukung kultur mikroalga sehingga ketersediaannya melimpah. Selain itu, pertumbuhannya yang relatif cepat serta mampu menyerap CO2 di atmosfer pada saat fotosintesis sehingga mikroalga ramah lingkungan.

 

Skeletonema costatum dipilih karena memiliki kandungan karbohidrat, protein, lemak dan lipid yang tinggi sehingga memungkinkan untuk dijadikan bahan bakar. Variasi massa dipilih karena massa dapat berpengaruh terhadap resistensi difusi pada waktu devolatilisasi terjadi, ketika massa sampel lebih tinggi, daya tahan panas dapat menjadi lebih tinggi.

 

Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah exploratif experimental, dengan variasi massa biomassa 5 mg, 10 mg, 15 mg, dan 20 mg. Dekomposisi pembakaran dianalisis menggunakan thermogravimetric analysis (TGA) yang menghasilkan grafik TG dan DTG. Dengan melihat grafik TG dan DTG dapat digunakan untuk mengetahui dekomposisi pembakaran dan energi aktivasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dekomposisi pembakaran terbagi menjadi lima tahap: yakni (1) pelepasan kandungan air dan volatile  ringan; (2) pelepasan kadar volatile; (3) transisi menuju proses terbentuknya arang; (4) pembakaran arang; (5) sampel mikroalga menjadi abu. Nilai energi aktivasi mikroalga skeletonema costatum dihitung mengunakan metode diferensial Arrhenius 11,18524 kJ/mol dan metode Arrhenius penurunan massa terhadap waktu 8,140566 kJ/mol.