SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Standard Operating Procedure Praktikum Pengelasan SMAW di SMK Negeri 1 Udanawu dan SMK Negeri 1 Blitar

muhamad darmawan

Abstrak

Berita update - harianwartawan surat kabar nasional - beritareportaseharian berita terkini - harianberitaterkini informasi terbaru - informasiberitaharian berita hari ini - wartawanhariini berita kriminal - kriminalharian

ABSTRAK

 

Muhamad Darmawan. 2016. Pengembangan Standard Operating Procedure Praktikum Pengelasan SMAW di SMK Negeri 1 Udanawu dan SMK Negeri 1 Blitar, Jurusan Pendidikan Teknik Mesin, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Djoko Kustono, H. Dr. Ir. M.Pd., (II) Drs. Solichin, ST. M.Kes.

Kata Kunci : Standard Operating Prosedure, Praktikum, dan PengelasanSMAW

Pengembangan media belajarini bertujuan untuk menghasilkan produk bahan ajar cetak jenis poster dengan judul “Standart Operating ProcedurePraktikumPengelasan SMAW” yang materi nya di sesuaikan dengan sajian materi  yang sudah ada di Jobsheet yang digunakan. Poster yang dikembangkan nantinya akan dijadikan salah satu sumber belajar di SMK Negeri 1 Udanawu dan SMK Negeri 1 Blitar guna menciptakan kreativitas belajar mandiri siswa.

Pengembangan ini menggunakan model pengembangan Sugiyono (2009). Pengembangan model Sugiyono adalah pengembangan yang bersifat prosedural yang meliputi : (1) potensi masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi desain, (5) revisi desain, (6) uji coba produk, (7) revisi produk I, (8) uji cobapemakaian, (9) revisi produk II, dan (10) produksi massal. Untuk mengetahui tingkat kevalidan kelayakan keterpakaian produk yang dihasilkan dilakukan uji kelayakan produk dalam 3 tahap, yaitu tahap uji ahli, uji produk, dan ujilapangan. Data diambil dengan menggunakan angket, kemudian dianalisis menggunakan deskriptif kualitatif dalam bentuk persentase.

Produk standard operating procedure di uji melalui tiga tahap yaitu : (1) uji coba ahli materi, ahli media, dan guru mata pelajaran, (2) uji coba produk yang dilakukan oleh 10 siswa, (3) uji coba pemakaian. Hasil penilaian/tanggapan digunakan untuk merevisi produk sebagai bagian dari proses penyempurnaan produk standard operating procedure.

Hasil uji coba tahap ahli materi memperoleh skor 83,3% dengan kriteria valid, ahli media pembelajaran memperoleh skor 60% dengan kriteria cukup valid dan tanggapan guru mata pelajaran di SMK Negeri 1 Blitar memperoleh skor 72,5% dengan kriteria cukup valid, sedangkan tanggapanguru mata pelajaran di SMK Negeri 1 Udanawu mendapatkan skor 75% dengan kriteria cukup valid. Kemudian tahap uji coba produk memperoleh skor 74,2 dengan kriteria cukup valid. Sedangkan uji coba pemakaian di SMK Negeri 1 Blitar memperoleh skor 87,05% dengan kriteria valid dan di SMK Negeri 1 Udanawu memperoleh skor 71,91% dengan kriteria cukup valid, sehingga dari uji coba yang dilakukan poster layak digunakan sebagai sumber belajar di SMK Negeri 1 Udanawu dan SMK Negeri 1 Blitar.

Dari serangkaian uji coba dapat diketahui kelebihan dan keterbatasan standard operating procedure yang telah dikembangkan. Kelebihan nya yaitu : (1) standard operating procedure dirancang sesuai karakteristik dan kebutuhan siswa dan, (2) bahan ajar di sesuaikan dengan menggunakan prinsip pengetahuan yang bersifatn fakta, konsep dan prosedure. Kelemahan standard operating procedureini adalah disusun untuk praktikum pengelasan SMAWdi SMK, sehingga bila standard operating procedure digunakan dalam praktikum pengelasan lain perlu penyempurnaan atau revisi yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan pengguna.