SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGARUH VARIASI ARUS LISTRIK PENGELASAN TITIK (SPOT WELDING) TERHADAP KEKUATAN GESER, KEKERASAN, DAN STRUKTURMIKRO PADA SAMBUNGAN DISSIMILAR BAJA STAINLESS STEEL AISI 304 DENGAN BAJA KARBON RENDAH ST 41

Fachruddin .

Abstrak

Berita update - harianwartawan surat kabar nasional - beritareportaseharian berita terkini - harianberitaterkini informasi terbaru - informasiberitaharian berita hari ini - wartawanhariini berita kriminal - kriminalharian

ABSTRAK

Fachruddin. 2016. Pengaruh Variasi Arus Listrik Pengelasan Titik (Spot Welding) terhadap Kekuatan Geser, Kekerasan, dan Struktur Mikro pada Sambungan Dissimilar Baja Stainless steel AISI 304 dengan Baja Karbon Rendah St 41. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Heru Suryanto, S.T., M.T., (II) Drs. Solichin, S.T., M.Kes.

 

Kata Kunci: las titik, arus pengelasan, sambungan logam tidak sejenis, kekuatan geser, kekerasan, struktur mikro

 

Salah satu teknik pengelasan yang dikembangkan saat ini adalah teknik penyambungan dua jenis logam tidak sejenis (dissimilar metal). Pengelasan dengan logam tidak sejenis dapat lebih rumit dari pada pengelasan logam sejenis karena siklus termal yang berbeda dialami masing-masing logam. Penelitian ini bertujuan untuk mencari arus pengelasan yang paling baik dengan waktu pengelasan 1 detik pada sambungan dissimilar baja stainless steel AISI 304 dan baja karbon rendah St 41. Penyambungan menggunakan las titik dengan variasi arus pengelasan 1000 A, 1200 A, 1400 A, dan 1600 A. Setelah itu, dilakukan pengujian kekuatan geser menggunakan standar AWS D8.9-97. Pengujian kekerasan menggunakan Hardness Rockwell Ball (HRB) yang dilakukan pada daerah logam las, Heat Affected Zone (HAZ), dan logam induk dari masing-masing material. Pengujian sruktur mikro dilakukan pada daerah logam las, HAZ dan logam induk dari masing-masing material.

 

Hasil penelitian menunjukkan bahwasannya arus pengelasan 1000 A memiliki nilai kekuatan geser tertinggi sebesar 76,89 Kg/mm2, sedangkan nilai kekuatan geser terendah didapatkan pada arus pengelasan 1600 A dengan nilai sebesar 50,89 Kg/mm2. Dari hasil pengujian kekuatan geser yang telah dilakukan bahwasannya sambungan baja stainless steel AISI 304 cenderung lebih kuat dibandingkan dengan baja karbon rendah St 41, hal ini dikarenakan koefisien muai dari baja stainless steel AISI 304 lebih tinggi dibandingkan baja karbon rendah St 41, sehingga baja stainless steel AISI 304 memiliki keuletan yang tinggi. Pada pengujian kekerasan nilai kekerasan tertinggi didapatkan pada arus pengelasan 1000 A dengan nilai rata-rata sebesar 85,8 HRB, hal ini dikarenakan struktur mikro yang terbentuk pada arus pengelasan 1000 A didominasi oleh ferrit acicular yang berfungsi sebagai interlocking structure yang mampu menghambat laju perambatan retak, sedangkan nilai kekerasan terendah didapatkan pada arus pengelasan 1600 A, dengan nilai rata-rata sebesar 82,5 HRB, hal ini dikarenakan struktur mikro yang terbentuk pada arus pengelasan 1600 A didominasi oleh struktur ferrit batas butir. Jika arus pengelasan semakin tinggi, maka masukan panas semakin besar, sehingga laju pendinginan proses pengelasan menjadi lambat, akibatnya struktur mikro yang terbentuk didominasi oleh ferrit batas butir yang bersifat lunak.