SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

STUDI TENTANG PENYUSUNAN KURIKULUM IMPLEMENTATIF PADA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN DI SMKN 2 KRAKSAANKABUPATEN PROBOLINGGO

Andi Ahmad Syahroni

Abstrak


Lulusan SMK diharapkan dapat memenuhi standar kompetensi lulusan yang diharapkan serta mencerminkan kemampuan lulusan dalam hal sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Namun, fakta empirik menyebutkan bahwa sebagian besar lulusan SMK belum sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan dari pemangku kepentingan (stakeholders).Diperlukan pembenahan dalam sistem pendidikan SMK, khususnya dalam bidang kurikulum. Kurikulum implementatif merupakan kurikulum yang disusun oleh sekolah dan industri guna menerapkan sistem pendidikan ganda dalam pendidikan kejuruan. Pelaksanaan penyusunan kurikulum implementatif melibatkan sekolah dan industri guna menghasilkan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Tujuan dalam penelitian ini adalah: (1) mengetahui persiapan sekolah dan industri dalam penyusunan kurikulum implementatif di SMKN 2 Kraksaan Kabupaten Probolinggo, (2) mengetahui pelaksanaan penyusunan kurikulum implementatif di SMKN 2 Kraksaan Kabupaten Probolinggo, (3) mengetahui faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam penyusunan kurikulum implementatif di SMKN 2 Kraksaan Kabupaten Probolinggo, dan (4) mengetahui evaluasi dalam pelaksanaan kurikulum implementatif di SMKN 2 Kraksaan Kabupaten Probolinggo.

Metode dalam penelitian ini menggunakan metodepenelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Sumber data diambil dari informan yang memiliki kemampuan dan kesesuaian dengan kasus yang ada diperkuat dengan bukti foto dokumentasi, dokumen pendukung, dan sebagainya. Prosedur pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data yang dilakukan meliputi reduksi data, penyajian data, dan diakhiri penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan teknik triangulasi.

Hasil penelitian adalah: (1) persiapan penyusunan kurikulum implementatif diawali dengan pelaksanaan perjanjian kesepakatan bersama antara sekolah dan industri kemudian dilanjutkan dengan mempersiapkan kurikulum oleh sekolah yaitu KTSP dan kurikulum dari industri yaitu Kurikulum Honda yang nantinya akan dikolaborasikan; (2) pelaksanaan penyusunan kurikulum implementatif dijadwalkan oleh bidang kurikulum dan melibatkan kepala sekolah, komite, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, kepala program studi/ketua program keahlian, dan MPM (PT. Mitra Pinasthika Mulia) Honda. Beberapa topik penyusunan melibatkan penetapan DKK (Dasar Kompetensi Kejuruan), penentuan setiap DKK menggunakan murni KTSP, campuran, dan murni Kurikulum Honda, rasio perangkat praktik 1:3 (1 kelas terbagi 3 kelompok), dan peralatan diarahkan pada Honda serta materi dari industri akan diajarkan pula; (3) faktor pendukung penyusunan kurikulum implementatif meliputi stakeholder (komite sekolah danpihak DU/DI) berperan aktif, mesin/peralatan (sumber belajar) yang telah terstandarisasi dari industri (Honda), serta siswa yang telah memiliki kemampuan dan keterampilan awal sebelumnya. Faktor penghambat penyusunan kurikulum implementatif yaitu sarana dan prasarana belum tercukupi, buku pendukung dalam pembelajaran belum beragam, kemampuan dari siswa (selama proses pembelajaran) yang heterogen, pengakuan keahlian peserta didik (sertifikat tingkat nasional) belum terpenuhi, dan kurangnya kompetensi yang dimiliki guru. Solusi yang dilakukan yakni melengkapi sarana dan prasarana dengan cara dana orang tua/komite, Dinas Pendidikan Kota/Provinsi/Pusat, pembentukan TUK (Tempat Uji Kompetensi), memenuhi buku pendukung melalui kerja sama dengan Honda dan pengadaan buku oleh sekolah, pemberian bimbingan kepada murid serta melibatkan orang tua, bimbingan oleh BP/BK, bimbingan oleh wali kelas, pembentukan KBM yang lebih baik, pengadaan sertifikasi lulusan, dan pemberian pelatihan kompetensi guru; dan (4) evaluasi kurikulum implementatif dilaksanakan setiap tahun sekali dalam program kerja tahunan sekolah dan membahas mengenai sarana dan prasarana, guru (pendidik), buku pendukung, dan peserta didik. Pelaksanaan evaluasi kurikulum dilakukan dengan mengundang komite sekolah, kepala sekolah, waka kurikulum, ketua program keahlian, dan pihak industri dan hasilnya akan dipenuhi tahun berikutnya.

Saran yang diberikan dari hasil penelitian yaitu: (1) kepada siswa diharapkan membantu dalam penerapan kurikulum implementatif dan meningkatkan kemampuan siswa guna membantu pelaksanaan kurikulum implementatif; (2) kepada Dinas Pendidikan Kota/Kabupaten diharapkan dapat menggalakkan dan menerapkan sistem kelas kerja sama untuk sekolah menengah kejuruan serta memberikan dukungan penerapan dan pelaksanaan kurikulum implementatif; (3) kepada kepala sekolah diharapkan meningkatkan intensitas kunjungan industri dan menjaga etika baik dengan industri, menjalin kerja sama dalam hal pengembangan dan penyesuaian kurikulum dengan kemajuan teknologi, serta menjalin hubungan baik dengan pihak industri dalam hal kemajuan dan perbaikan kurikulum; (4) kepada pihak industri diharapkan dapat membantu sekolah terutama dalam melakukan penyusunan dan pengembangan kurikulum implementatif, meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) untuk membantu pembinaan dan pelatihan kepada peserta didik di SMK, dan mengikuti perkembangan teknologi yang nantinya akan menjadi masukan untuk pengembangan kurikulum implementatif; dan (5) kepada peneliti selanjutnya diharapkan dapat dijadikan rujukan untuk penelitian sejenis dan dapat melakukan pengkajian penelitian yang sejenis di tempat lain.