SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Implementasi Manajemen Kerjasama Chevrolet dengan SMK Negeri 3 Boyolangu dalam Program C-STEP

Mujiono .

Abstrak


ABSTRAK

Mujiono. 2016. Implementasi Manajemen Kerjasama Chevrolet dengan SMK Negeri 3 Boyolangu dalam Program C-STEP. Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Mesin, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Yoto, S.T., M.Pd., M.M, (II) Drs. Solichin, S.T., M.Kes.

 

Kata Kunci: manajemen, kerjasama, SMK, industri

 

Salah satu kerja sama yang merupakan langkah nyata dalam mewujudkan link and match sebagai pola utama penyelenggaraan kurikulum SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) yaitu melalui program C-STEP (Chevrolet Technician Education Program) yang diadakan PT. General Motors Indonesia (Chevrolet/ Chevy) di SMK Negeri 3 Boyolangu. SMK Negeri 3 Boyolangu ditunjuk sebagai pelaksana program C-STEP  untuk wilayah Jawa Timur. Melalui program C-STEP, SMK Negeri 3 Boyolangu menjadi tempat pusat pendidikan/pelatihan (Training Center) bagi pendidik dan peserta didik dari 14 SMK di Jawa Timur yang tergabung dalam kesepakatan dan kesepahaman (MoU) dengan PT. General Motors Indonesia.

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan dan menginterpretasikan (1) Bentuk kerjasama antara Chevrolet dengan SMK Negeri 3 Boyolangu dalam program C-STEP, (2) Peran Chevrolet dan SMK Negeri 3 Boyolangu dalam pelaksanaan kerja sama, (3) Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam mendukung implementasi kerjasama, dan (4) Tindakan Chevrolet terhadap lulusan program C-STEP SMK Negeri 3 Boyolangu.

Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian studi kasus dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Dalam hal ini, peneliti adalah sebagai instrumen utama. Obyek penelitian adalah SMK Negeri 3 Boyolangu, meliputi Wakasek Kesiswaan, Ketua Kompetensi Keahlian Teknik Kendaraan Ringan, Kepala Bengkel Teknik Kendaraan Ringan, dan Wakasek Kurikulum. Pengumpul-an data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Kemudian untuk mengecek keabsahan data dilakukan dengan ketekunan pengamatan, pengamatan ulang, dan triangulasi data.

Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh empat kesimpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, masalah bentuk kerjasama antara Chevrolet dengan SMK Negeri 3 Boyolangu yaitu meliputi SMK Negeri 3 Boyolangu sebagai penyedia tenaga kerja dan Chevrolet sebagai pemakai tenaga kerja, pelaksanaan pendidikan/pelatihan bagi tenaga pengajar, pelaksanaan pendidikan/pelatihan bagi siswa, kerja praktek (on the job training), dan penyaluran tamatan.

Kedua, masalah peran Chevrolet dan SMK Negeri 3 Boyolangu dalam pelaksanaan kerja sama. Peran diantara kedua belah pihak didasarkan pada MoU yang telah disepakati bersama. Chevrolet dan SMK Negeri 3 Boyolangu telah melaksanakan peran dan tanggung jawab masing-masing sehingga tercapainya keberhasilan pelaksanaan program yang terbukti pada hasil lulusan C-STEP sesuai dengan standar dan kualitas kerja teknisi Chevrolet.

Ketiga, masalah pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam mendukung implementasi kerjasama Chevrolet dengan SMK Negeri 3 Boyolangu dalam program C-STEP yaitu dalam pelaksanaan pendidikan/pelatihan dan kerja praktek (on the job training) bagi tenaga pengajar maupun siswa sehingga menghasilkan tenaga kerja yang memiliki keahlian profesional.

Keempat, masalah tindakan Chevrolet terhadap lulusan program C-STEP SMK Negeri 3 Boyolangu. Semua lulusan langsung diserap industri yaitu pada lingkup PT. General Motors Indonesia serta dealer resmi Chevrolet di seluruh wilayah Indonesia.

Berdasarkan dari simpulan hasil penelitian dapat disarankan kepada semua pihak terkait, yaitu diharapkan mampu meningkatkan dan mengembangkan program kerjasama antara industri dengan SMK seperti program kerjasama Chevrolet dengan SMK Negeri 3 Boyolangu karena dapat meningkatkan mutu pendidikan dan membantu pemerintah dalam mengatasi pengangguran. Kerjasama bisa dirintis dengan industri yang lain untuk semua kompetensi keahlian, bahkan program kerjasama yang telah dilakukan SMK Negeri 3 Boyolangu diharapkan dapat diikuti oleh sekolah lain.