SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Analisa Ketangguhan serta Struktur Mikro Patahan Baja St 60 akibat Pengkorosian MenggunakanAsam Sulfat (H2SO4) dan Asam Nitrat (HNO3)

M. Khoirul Basori

Abstrak


ABSTRAK

 

Basori, M. Khoirul. 2014. Analisa Ketangguhan serta Struktur Mikro Patahan Baja St 60 akibat Pengkorosian MenggunakanAsam Sulfat (H2SO4) dan Asam Nitrat (HNO3). Skripsi. Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing:     (I) Dr. Tuwoso, M.P. (II) Rr. Poppy Puspitasari, S.Pd., M.T., Ph.D.

 

Kata kunci: Ketangguhan,Struktur Mikro Patahan,H2SO4, HNO3, Baja St 60

Penggunaan baja dalam industri memegang peranan sangat penting. Alat dan mesin serta instalasi dalam industri hampir semuanya berasal dari baja, akan tetapi baja memiliki kelemahan yaitu mudah terkorosi sehingga dapat mengakibatkan kegagalan produksi. Proses perhitungan laju korosi merupakan upaya untuk mengetahui seberapa cepat korosi itu menyerang. Laju korosi sangat erat kaitannya dengan tingkat ketangguhan suau bahan, dimana baja yang telah terkorosi akan semakin berkurang tingkat ketangguhannya.

Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui ketangguhanserta struktur mikro patahanbaja St 60 akibat pengkorosian menggunakan asam sulfat (H2SO4) dan asam nitrat (HNO3).

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang dilakukan di laboratorium. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif, yakni menjabarkan perbandingan spesimen yang diberi perlakuan dengan tanpa perlakuan menggunakan bantuan SofwareMicrosoft Excel 2013. Objek yang dipakai pada penelitian ini adalah baja karbon sedang St 60 yang dikorosikan menggunakan media larutan H2SO43M, 6M dan HNO33M,6M pada waktu pengkorosian 120 menit.

Hasil penelitian laju korosi yang menggunakan asam sulfat (H2SO4) adalah 20,19.10-3 gram/menit untuk yang 3M dan 18,11.10-3 gram/menit pada kemolaran 6M.Pengguaan asam nitrat (HNO3) memiliki data 8,47.10-3 gram/menit pada kemolaran 3M dan 36,36.10-3 gram/menit pada kemolaran 6M.Pada hasil penelitian ketangguhan baja diperoleh data bahwa ketangguhan baja menurun akibat proses pengkorosian, dimana tingkat ketangguhan baja sebelum dikorosikan sebesar 0,781 Joule/mm2.Pada baja yang dikorosikan menggunakan HNO3 6M. Baja yang dikorosikan menggunakan H2SO4 3M dan 6M mengalami peningkatan ketangguhan sebesar 2,73% dari ketangguhan 0,633Joule/mm2 pada H2SO4 3M sampai 0,668 Joule/mm2 pada H2SO4 6M. Pada baja yang dikorosikan menggunakan HNO3, tingkat ketangguhan baja menurun 7,9% dari ketangguhan 0,702Joule/mm2 pada HNO3 3M sampai 0,598 Joule/mm2pada HNO3 6M. Untuk pengujian mikrostruktur didapatkan bahwa korosi yang terjadi pada permukaan benda adalah uniform corrosion (korosi seragam) dan pitting corrosion (korosi sumuran). Jenis patahan yang terjadi sebagian besar merupakan patah getas dan ada beberapa jenis patah ulet.