SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Analisa Temperatur Tuang Pada High Pressure Die Casting (HPDC) Hasil Coran Logam Al-Si

Samuel Harjo Budiyono

Abstrak


ABSTRAK

 

Budiyono, Samuel Harjo. 2013. Analisa Temperatur Tuang High Pressure Die Casting (HPDC) Hasil Coran Logam Al-Si . Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) RR. Poppy Puspitasari, S.Pd., M.T., Ph.D., (II) Drs. H.Putut Murdanto, S.T., M.T.

 

Kata Kunci: High Pressure Die Casting (HPDC), temperatur tuang, logam Al-Si, cacat coran, struktur mikro, kekerasan.

 

Pengecoran adalah suatu proses manufaktur yang menggunakan logam cair dan cetakan untuk menghasilkan part dengan bentuk yang mendekati bentuk geometri akhir produk jadi. High Pressure Die Casting (HPDC) merupakan metode pengecoran dengan cara menginjeksi cairan logam ke dalam cetakan dengan kecepatan dan tekanan tertentu. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa hasil coran logam Al-Si terhadap cacat cor, struktur mikro dan kekerasan.

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif, yakni menjabarkan perbandingan spesimen yang diberi perlakuan variasi temperatur tuang menggunakan bantuan software microsoft excel terhadap cacat coran, struktur mikro, dan kekerasan akibat pengaruh temperatur tuang pada pengecoran HPDC. 

Hasil analisis data diperoleh sebagai berikut: (1) Pada temperatur 660 0C terdapat cacat tusuk jarum, rongga udara, dan inklusi kotoran/terak, pada temperatur 700 0C dan 750 0C  terdapat cacat yang sama yaitu tusuk jarum dan rongga udara ; (2) hasil perubahan struktur mikro temperatur tuang sangat signifikan pengaruhnya terhadap  perubahan ukuran dari fasa silikon primer. Pada temperatur tuang 700 0C terlihat fasa silikon lebih kecil ,dibandingkan dengan fasa silikon hasil temperatur tuang 660 0C dan 750 0C; (3) hasil kekerasan terhadap temperatur 660 0C memiliki nilai rata-rata 143,3 HV, tingkat kekerasannya mengalami kenaikan sebesar 19,4 % saat temperatur tuang dinaikkan menjadi  700 0C yaitu sebesar 178,0 HV, akan tetapi mengalami penurunan nilai kekerasan sebesar 19,7 % saat temperatur tuang dinaikan dari 700 0C  menjadi 750 0C.