SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Studi Survei Sarana Dan Prasarana Laboratorium Teknik Mekanik Otomotif Di SMK Negeri 1 Udanawu Kabupaten Blitar

Joko Trilaksono Hadi

Abstrak


ABSTRAK

Hadi, Joko, Trilaksono. 2012. Studi Survei Sarana dan Prasarana Laboratorium Teknik Mekanik Otomotif di SMK Negeri 1 Udanawu Kabupaten Blitar. Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Paryono, S.T., M.T. (II) Drs. Partono, M.Pd.

 

Kata kunci: Laboratorium, Sarana dan Prasarana, Teknik Mekanik Otomotif

Kelengkapan sarana dan prasarana praktik merupakan komponen penting dalam penyelenggaraan pendidikan formal terutama sekolah kejuruan (SMK). Ketidak lengkapan sarana dan prasarana memberi dampak pada kurang efektifnya pembelajaran, dan penurunan kualitas skill lulusan.

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui keberadaan dan kesesuain dari sarana dan prasarana laboratorium teknik mekanik otomotif dengan peraturan yang ditetapkan oleh pemerintah, serta usaha-usaha pemenuhan standar sarana dan prasarana yang dilakukan oleh SMK Negeri 1 Udanawu Kabupaten Blitar. Untuk laboratorium teknik mekanik otomotif sendiri, terdiri dari area kerja mesin otomotif, area kerja chasis dan pemindah tenaga, area kerja kelistrikan otomotif, dan juga ruang penyimpanan dan instruktur.

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan survey, kuantitatif dan kualitatif dengan analisis deskriptif menggunakan skala bertingkat (rating scale).

Untuk tingkat kesesuaian sarana dari laboratorium teknik mekanik otomotif masing-masing area sebagai berikut area kerja mesin otomotif tingkat kesesuaiannya hanya 54,6%, area kerja chasis dan pemindah tenaga 47,7%, dan area kerja kelistrikan otomotif mencapai 60,6%, sedangkan untuk ruang penyimpanan dan instruktur hanya 36 %. Sedangkan dengan prasarana ruang pada masing-masing area kerja laboratorium teknik mekanik otomotif tersebut yaitu pada area kerja mesin otomotif tingkat kesesuaiannya hanya 25%, area kerja chasis dan pemindah tenaga 28,7%, dan area kerja kelistrikan otomotif juga hanya 25%, sedangkan untuk ruang penyimpanan dan instruktur mencapai 67,5 %.

Sekolah melakukan berbagai usaha untuk memenuhi standar sarana dan prasarana yang ada khususnya laboratorium teknik mekanik otomotif, usaha- usaha tersebut meliputi pengajuan proposal dana ke pemerintah pusat maupun daerah, guru-guru diminta untuk mencatat kekurangan sarana yang dibutuhkan sampai menggerakan siswa dalam pembuatan trainer-trainer untuk praktikum.

Berdasarkan hasil penelitian diketahui sarana dan prasarana laboratorium teknik mekanik otomotif  masih belum mencapai angka 100%. Hal ini dikarenakan sekolah masih belum terlalu lama berdiri sehingga pemenuhan sarana dan prasarana masih dalam tahap proses. Untuk itu dapat disarankan bagi kepala sekolah dan pihak jurusan otomotif untuk saling berkomunikasi dan saling membantu agar sarana dan prasarana khususnya laboratorium teknik mekanik otomotif segera dapat memenuhi standar yang telah ditetapkan pemerintah melalui BSNP maupun Permendiknas No 40 Tahun 2008.