SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penerapan Metode Pembelajaran Kooperatif Model Make A Match Pada Mata Diklat Chasis Otomotif Siswa Kelas X Program Studi Teknik Kendaraan Ringan Di SMK Negeri 10 Malang

Nur Eka Wahyudi

Abstrak


ABSTRAK

 

Wahyudi, Nur, Eka. 2011. Penerapan Pembelajaran Kooperatif   Model Make A-Match  Pada  Mata  Diklat  Chasis  Otomotif  Siswa  Kelas  X  Program Keahlian Teknik Kendaraan Ringan Di SMK Negeri 10 Malang. Skripsi, Program  Studi  Pendidikan  Teknik  Otomotif,  Jurusan  Teknik  Mesin, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Syarif Suhartadi, M.Pd, (II) Drs. H. Darmadji AS., M.Pd.

 

Kata kunci: Penerapan, Make A Match, Mata diklat chasis otomotif

Tuntutan pembelajaran menurut kurikulum berbasis kompetensi yaitu lebih menekankan pada siswa agar lebih aktif, interaktif, dan menemukan pengetahuan, keterampilan  dan sikap melalui pengalaman belajar sendiri sehingga guru  harus kreatif dalam mendesain model-model pembelajaran yang mengarah ke siswa untuk lebih aktif, interaktif, inspiratif, dan menyenangkan untuk menemukan sendiri pengetahuan dan keterampilan serta sikap melalui berbagai aktifitas belajar. Hal itu bisa dicapai dengan penerapan metode pembelajaran  kooperatif (cooperative  learning). Salah satu penerapan metode pembelajaran kooperatif di SMK Negeri 10 Malang adalah penerapan metode pembelajaran kooperatif model Make A Match. Karena metode pembelajaran kooperatif model Make A Match ini jarang dipakai pada mata diklat produktif, maka penulis ingin meneliti tentang penerapan metode pembelajaran kooperatif model Make A Match.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan pembelajaran kooperatif model Make A-Match pada mata diklat chasis otomotif siswa kelas X program keahlian teknik kendaraan ringan di SMK Negeri 10 Malang. Penelitian ini termasuk kedalam penelitian deskripsi Tahap-tahap penelitian terdiri dari tahap orientasi, tahap eksplorasi, dan  tahap Member Check. Subyek penelitian adalah guru yang menerapkan metode pembelajaran kooperatif model Make A Match pada mata diklat chasis otomotif siswa kelas X Program  Keahlian Teknik Kendaraan Ringan di SMK Negeri 10 Malang.  Dalam penelitian ini metode pengumpulan data melalui wawancara, dokumentasi, dan observasi.

Berdasarkan  hasil penelitian diketahui bahwa penerapan  pembelajaran model Make A-Match terdiri dari beberapa bagian dan tahapan yaitu perencanaan dan persiapan, pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Perencanaan dan persiapan terdiri dari membuat  Rencana  Pelaksanaan  Pembelajaran  (RPP), memasukkan metode pembelajaran  kooperatif  model  Make  A  Match  pada  salah  satu  metode pembelajaran  yang  dipakai  di  dalam  RPP,  dan  mempersiapkan  bahan pembelajaran kooperatif model Make A Match sesuai dengan materi pembelajaran yang  sedang  berlangsung.  Pelaksanaan  terdiri  dari  2  pertemuan  yaitu  pada pertemuan pertama guru menjelaskan materi  terlebih dahulu, menjelaskan aturan main metode pembelajaran kooperatif model Make A Match, menjelaskan materi dengan metode pembelajaran konvensional. Kemudian memberi evaluasi  tahap 1 pada  siswa  untuk  melihat  tingkat  pemahaman  siswa  terhadap  materi  dengan menggunakan  metode  pembelajaran  konvensional.  Pada  pertemuan  kedua  guru memasukkan metode  pembelajaran  kooperatif model Make  A Match  disamping metode pembelajaran konvensional sesuai prosedur dan aturan mainnya selama 2 babak. Setelah  semua proses berakhir,  siswa mengerjakan  soal  evaluasi  tahap 2. Tahap  evaluasi  dilaksanakan  dengan  siswa  mengerjakan  Lembar  Kerja  Siswa (LKS)  yang  selanjutnya  dikumpulkan  kepada  guru  untuk melakukan  penilaian. Hasil  evaluasi  penilaian menunjukkan  peningkatan  nilai  siswa.  Pada  pertemuan pertama hasil evaluasi jumlah siswa yang tuntas belajar adalah 39,4% dan jumlah siswa  yang  belum  tuntas  belajar  adalah  60,6%.  Pada  evaluasi  pertemuan  kedua jumlah  siswa  yang  tuntas  belajar  adalah  75,7%  dan  jumlah  siswa  yang  belum tuntas  belajar  adalah  24,2%.  Hal  itu  menunjukkan  bahwa  nilai  evaluasi  siswa mengalami peningkatan pada evaluasi tahap kedua.Berdasarkan  hasil  penelitian  ini  dapat  ditarik  kesimpulan  bahwa:

Penerapan pembelajaran kooperatif model Make A-Match pada mata diklat chasis otomotif siswa kelas X program keahlian teknik kendaraan ringan di SMK Negeri 10 Malang meliputi beberapa  tahapan,  yaitu:  (a) Perencanaan dan persiapan,  (b) Pelaksanaan,  dan  (c)  evaluasi.  Dari  hasil  evaluasi menunjukkan  bahwa  dengan menerapkan  metode  pembelajaran  kooperatif  model  Make  A  Match  dapat meningkatkan  nilai  evaluasi  siswa  dibuktikan  dengan  peningkatan  nilai  evaluasi siswa pada test evaluasi tahap kedua. Berdasarkan  hasil  tersebut,  saran  untuk  SMK  Negeri  10  Malang dikemukakan  sebagai  berikut:  (1) Bagi  kepala  sekolah  diharapkan menghimbau kepada  para  tenaga  pendidik  agar  memakai  metode  pembelajaran  kooperatif model  Make  A  Match  pada  proses  pembelajaran  apabila  situasi  dan  kondisi memungkinkan  untuk  melaksanakan  model  pembelajaran  tersebut.  (2)  Kepada guru diharapkan untuk menerapkan metode pembelajaran kooperatif model Make A Match bila situasi dan kondisi dirasa sudah memungkinkan untuk melaksanakan metode  pembelajaran  kooperatif  model  Make  A  Match  misalnya  ketika  siswa sudah  bosan  dengan  metode  konvensional,  waktu  yang  disediakan  cukup,  dan untuk  keperluan menambah  variasi  pembelajaran  khususnya  dalam materi  teori. (3)  kepada  peneliti  lain  agar  menggunakan  penelitian  ini  sebagai  acuan  untuk penelitian lanjutan atau penelitian yang berhubungan dengan penelitian ini.

 

ABSTRACT

 

Wahyudi, Nur, Eka. 2011. The  Implementation Of Cooperative Learning Model Of The Make A Match On The Lessons Of Automotive Chassis Class X Program  Light  Vehicle  Engineering  Expertise  At  SMK  Negeri  10 Malang.  Thesis,  Automotif  Engineering  Education  Study  Program, Engineering Department, State University Of Malang. Advisors: (I) Dr. Syarif Suhartadi, M.Pd, (II) Drs. H. Darmadji AS., M.Pd.

 

Keywords: Implementation, Make A Match,The Lesson Of Automotive Chassis

The demands of  learning according  to competency-based curriculum  that is  more  emphasis  on  students  to  be  more  active,  interactive,  and  find  the knowledge,  skills  and  attitudes  through  learning  experiences  so  that  teachers themselves have  to be creative  in designing models  that lead  to students  learning to be more active, interactive, inspiring, and fun to discover their own knowledge and  skills  and  attitudes  through  a  variety  of  learning  activities.  This  can  be achieved with  the  implementation  of  cooperative  learning methods  (cooperative learning). One  of  the  implementation  of  cooperative  learning methods  in  SMK Negeri  10 Malang  is  the  application  of methods  of  cooperative  learning model Make  A  Match.  Because  the  model  of  cooperative  learning  methods  Make  A Match  is  rarely  used  in  training  the  productive  lesson,  the  authors  wanted  to examine the application of methods of cooperative learning model Make A Match.

This study aims to determine the application of cooperative learning model Make A Match  in  the  lesson chassis of automotive  training class X  light vehicle engineering program at SMK Negeri 10 Malang. This study includes a description of  research  into  the  stages  of  the  research  consists  of  the  orientation  stage, exploration  stage,  and  stage  of  Member  Check.  Subjects  were  teachers  who implement cooperative learning methods model Make A Match in the lesson of the chassis of automotive training class X Light Vehicle Technical Skills Program at SMK  Negeri  10 Malang.  In  this  study  the  method  of  collecting  data  through interviews, documentation, and observation.

Based on  survey  results  revealed  that  the application of  learning Make A Match model  consists  of  several  parts  and  stages  of  planning  and  preparation, implementation,  and  evaluation  phase.  Planning  and  preparation  consists  of Learning  Implementation  Plan  (RPP),  a model  of  cooperative  learning methods include Make  A Match  on  one  of  the  learning  methods  used  in  the  RPP,  and prepare materials cooperative  learning model Make A Match  in accordance with the ongoing  learning materials. The  implementation consists of  two meetings are at  the  first meeting  of  teachers  explain  the material  in advance,  explaining  the rules of cooperative learning methods Make A Match model, explain the material with  conventional  teaching methods. Then give  an evaluation of phase 1 on  the students  to  see  the  level  of  students'  understanding  of  the  material  using conventional  learning  methods.  At  the  second  meeting  of  teachers  incorporate cooperative  learning methods Make A Match model  in  addition  to  conventional teaching methods according to the procedures and rules of the game for 2 innings. After all the process ends, the students work on the problems of evaluation stage 2. Stage of  the evaluation carried out by students working on Student Worksheet (LKS), which subsequently were collected  to  the  teacher to make an assessment. Evaluation  results showed an  increase  in  the value of student assessment. At  the first meeting of a thorough evaluation of the number of student learning is 39.4% and the number of students who have not been thoroughly studied was 60.6%. At the evaluation meeting of both  the number of students who completed study was 75.7%  and  the  number  of  students who  have  not  been  thoroughly  studied was 24.2%. It shows that the value of student evaluations has increased in the second stage of evaluation. Based on  the  results of  this study can be concluded  that:  Implementation of  cooperative  learning  model  Make  A  Match  in  the  lesson  of  the  chassis  of automotive training class X light vehicle engineering program at SMK Negeri 10 Malang  includes  several  stages,  namely:  (a)  Planning  and  preparation,  (b  ) Implementation,  and  (c)  evaluation.  From  the  evaluation  results  show  that  by applying a model of cooperative learning methods Make A Match can increase the value of  student evaluations as evidenced by an  increase  in  the value of  student evaluations at the second stage of the evaluation test. Based on these results, suggestions for SMK Negeri 10 Malang expressed as  follows:  (1) For  the expected principal urged educators  to use  the methods of cooperative  learning  model  Make  A  Match  in  the  learning  process  if  the circumstances allow  it  to  implement  the model of  learning.  (2) To The  teachers are expected  to apply  the model of cooperative  learning methods Make A Match if the circumstances it is considered possible to implement a model of cooperative learning  methods  Make  A  Match  instance  when  students  are  bored  with conventional  methods.  (4)  to  other  researchers  in  order  to  use  this  study  as  a reference for advanced research or studies related to this study.