SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PERBEDAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF DAN KONVENSIONAL TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATA DIKLAT CHASIS BAGI SISWA KELAS XI JURUSAN TEKNIK OTOMOTIF SMK NASIONAL MOJOSARI

Akhmad Syaifudin

Abstrak


ABSTRAK

 

Permasalahan yang sering kali dijumpai dalam pembelajaran, khususnya pembelajaran kompetensi kejuruan adalah bagaimana cara menyajikan materi kepada siswa secara baik sesuai dengan karakteristik materi pembelajaran sehingga diperoleh hasil yang maksimal. Dalam menyampaikan materi pembelajaran guru harus mampu memilih metode mengajar yang paling efektif dan inovatif sesuai dengan kondisi dan situasi. Kenyataan bahwa sekarang pembelajaran model konvensional umumnya sering digunakan sehingga siswa pasif dan kurang bisa meningkatkan prestasi belajar. Salah satu metode yang dapat menunjang kemampuan siswa adalah model pembelajaran kooperatif.Penelitian ini bertujuan: Untuk mengetahui prestasi belajar mata diklat chasis dengan menggunakan model pembelajaran konvensional dan model pembelajaran kooperatif. Kemudian, kedua model dibandingkan pretasi belajarnya pada materi mengidentifikasi berbagai jenis sistem rem bagi siswa kelas XI SMK Nasional Mojosari.Rancangan penelitian ini menggunakan rancangan eksperimental semu dengan pre-test dan post-test nonequivalent control group design, dan jenis penelitiannya yaitu kuantitatif deskriptif komparatif.Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI TKR SMK Nasional Mojosari semester dua tahun ajaran 2011/2012.Sampel penelitian terdiri dari dua kelompokyaitukelas XI TKR 1 sebagai kelas ekperimen dan kelas XI TKR 2 sebagai kelas kontrol.Instrumen penelitian ini yaitu instrumen perlakuan dan pengukuran.Instrumen perlakuan berupa perangkat pembelajaran, RPP, jobsheet dan materi.Sedangkan instrumen pengukuran berupa instrumen tes.Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik kuantitatif dengan bantuan SPSS 16 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan dari hasil tes awal dengan tes akhir, untuk kelas eksperimen meningkat 22,45% dan kelas kontrol meningkat 12,89 %. Setelah diuji hipotesis menggunakan Uji-t diperoleh hasil t hitung (12,774) dan memiliki tingkat signifikasi< 0,05. Jadi Ha diterima sehingga H0 ditolak.