SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

HUBUNGAN ANTARA KONDISI BENGKEL KERJA BANGKU DAN PENERAPAN K3 DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA DI SMK NEGERI 1 BENDO KABUPATEN MAGETAN

Mulyo Adi Susanto

Abstrak


ABSTRAK

 

Susanto, Mulyo Adi. 2011. Hubungan Antara Kondisi Bengkel Kerja Bangku dan Penerapan K3 dengan Prestasi Belajar Siswa di SMK 1 Bendo Kabupaten Magetan. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Program Studi Pendidikan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing I: Dra. Anny Martiningsih, M.Kes, Pembimbing II: Drs. H. Sunomo, M.Pd.

 

Kata kunci: Kondisi Bengkel Kerja Bangku, Penerapan K3, Prestasi Siswa

 

Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan bagian penting yang harus dipahami dan diterapkan di dalam bangku sekolah, khususnya Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Salah satu sarana penunjang yang khusus berada di lingkungan Sekolah Menengah Kejuruan diantaranya adalah ruang bengkel pemesinan yaitu suatu tempat yang digunakan untuk sarana praktik kejuruan yang nantinya para pendidik dan peserta didik dapat saling memanfaatkan demi mengembangkan ketrampilan kejuruan teknik pemesinan.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kondisi bengkel kerja bangku di SMK Negeri 1 Bendo Kabupaten Magetan ditinjau dari penerangan, sirkulasi udara, dan peralatannya, untuk mendeskripsikan penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di SMK Negeri 1 Bendo, dan untuk mengetahui  signifikansi antara kondisi bengkel kerja bangku dan penerapan K3 di SMK Negeri 1 Bendo.

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif  korelasional. Berdasarkan judul, variabel dalam penelitian ini adalah kondisi bengkel kerja bangku (X1) dan penerapan K3 (X¬2) sebagai  variabel bebas, sedangkan Prestasi Belajar Siswa kelas XI dan XII  (Y) sebagai variabel terikat. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa penelitian deskriptif korelasional adalah gambaran tentang sekelompok variabel bebas yang dikorelasikan dengan satu variabel terikat.

Berdasarkan penelitian ini diketahui bahwa dari siswa yang menjadi sampel penelitian sebanyak 53 orang: 21 siswa (39,62%) memiliki nilai prestasi pada mata diklat kerja bangku baik, 19 siswa (35,84%) memiliki nilai prestasi pada mata diklat kerja bangku cukup, dan 13 siswa (24,54%) memiliki nilai prestasi pada mata diklat kerja bangku kurang di SMK Negeri 1 Bendo. Hal ini berarti, gambaran nilai prestasi belajar pada mata diklat kerja bangku yang dimiliki siswa kelas XI dan XII SMK Negeri 1 Bendo  adalah baik.

Berdasarkan penelitian ini diketahui bahwa siswa yang menjadi subjek penelitian sebanyak 53 responden: 16 siswa (30,20%) menjawab tentang kondisi bengkel kerja bangku dalam kondisi baik atau tinggi, 26 siswa (49,05%) menjawab tentang kondisi bengkel kerja bangku yang sedang, dan 11 (20,75%) siswa menjawab tentang kondisi bengkel kerja bangku yang rendah. Pada intinya kondisi bengkel kerja bangku di SMKN 1 Bendo dalam kondisi sedang.

Berdasarkan penelitian ini diketahui bahwa siswa yang menjadi subjek penelitian sebanyak 53 responden: 8 siswa (15,10%) mempunyai pemahaman yang tinggi tentang penerapan dan pemahaman K3, 40 siswa (75,47%) mempunyai pemahaman yang sedang tentang penerapan dan pemahaman K3, dan 5 (9,43%) siswa mempunyai pemahaman yang rendah tentang penerapan dan pemahaman K3. Pada intinya pemahaman siswa tentang penerapan dan pemahaman K3 di SMKN 1 Bendo sedang.

Penelitian ini menggunakan pengujian hipotesis yang diuji dengan analisis regresi berganda. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa (1)secara parsial  kondisi bengkel kerja bangku mempunyai hubungan yang positif dengan prestasi belajar, (2) secara parsial penerapan K3 mempunyai hubungan yang positif dengan prestasi belajar, dan (3) kondisi bengkel kerja bangku dan penerapan K3 secara simultan mempunyai hubungan yang positif dengan prestasi belajar siswa pada mata diklat praktek kerja bangku di SMK Negei 1 Bendo Kabupaten Magetan. Hal ini menunjukkan bahwa semakin baik kondisi bengkel kerja bangku dan semakin tinggi pemahaman dan penerapan K3 yang dimiliki siswa maka semakin tinggi pula prestasi belajar siswa.