SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

hubungan antara tingkat pendidikan, pengalaman pelatihan dan pengalaman mengajar dengan kompetensi guru mata pelajaran produktif di SMK Negeri se-Kab. Banyuwangi

NAZAR AULIA MUDA

Abstrak


ABSTRAK

 

Muda, Nazar Aulia. 2011. Hubungan antara Tingkat Pendidikan, Pengalaman Pelatihan dan Pengalaman Mengajar dengan Kompetensi Guru Mata Pelajaran Produktif di SMK Negeri se-Kabupaten Banyuwangi. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Program Studi Pendidikan Teknik Mesin, Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing I: Dr. H. Dwi Agus Sudjimat, S.T., M.Pd, Pembimbing II: Drs. H. Yoto, S.T., M.Pd, M.M.

 

Kata Kunci: Tingkat Pendidikan, Pengalaman Pelatihan, Pengalaman Mengajar, Kompetensi Guru, SMK.

 

Pendidikan adalah suatu proses dalam rangka mempengaruhi siswa agar dapat menyesuaikan diri sebaik mungkin terhadap lingkungannya dengan demikian akan menimbulkan perubahan dalam dirinya yang memungkinkan untuk berfungsi secara kuat dalam kehidupan bermasyarakat, tingkat pendidikan adalah jenjang pendidikan formal tertinggi yang pernah ditempuh guru dan dinyatakan dengan ijazah.

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan beberapa hal yang mencakup tentang tingkat pendidikan, pengalaman pelatihan, pengalaman mengajar,kompetensi guru. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasional. Instrumen yang digunakan untuk mengukur variabel adalah menggunakan angket. Populasi penelitian adalah seluruh guru mata pelajaran produktif SMK Negeri se-Kabupaten Banyuwangi yang berjumlah 66 guru. Teknik analisis data dilakukan dengan regresi berganda.

Berdasarkan hasil analisis data tersebut,diperoleh tiga simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, Tingkat pendidikan guru mata pelajaran produktif di SMK Negeri se-Kabupaten Banyuwangi sebagian besar adalah Strata satu (S1) dalam hal ini berada dalam kategori pendidikan tinggi dengan nilai prosentase 88,4 %, dan pengalaman pelatihan guru mata pelajaran produktif  berada dalam kategori sedang dalam hal ini sudah mengikuti 2-4 kali pelatihan dengan nilai prosentase 60,5 % dengan jumlah responden 26, sedangkan untuk pengalaman mengajar guru mata pelajaran produktif  berada pada kategori cukup lama dalam hal ini adalah kurang dari 15 tahun dengan nilai prosentase 60,5 % dengan jumlah responden sebanyak 26 orang.

Terdapat hubungan secara parsial antara tingkat pendidikan (X1), pengalaman pelatihan (X2) dan pengalaman pelatihan (X3) dengan kompetensi guru (Y), dengan nilai tingkat pendidikan dengan kompetensi guru nilai korelasi sebesar 0,573 dan nilai signifikasi 0,000 < 0,05, nilai pengalaman pelatihan dengan kompetensi guru nilai korelasi sebesar 0,592 nilai signifikasi 0,000 < 0,05 dan nilai pengalaman mangajar dengan kompetensi guru nilai korelasi sebesar 0,584 nilai signifikasi 0,000 < 0,05.

Terdapat hubungan secara simultan untuk variabel tingkat pendidikan, pengalaman pelatihan dan pengalaman mengajar dengan kompetensi guru diperoleh nilai R = 0,758 dan  nilai F = 17.522 dan nilai signifikasi = 0,000.

Terdapat variabel yang memiliki hubungan yang paling dominan antara tingkat pedidikan, pengalaman pelatihan dan pengalaman mengajar dengan kompetensi guru yaitu variabel pengalaman pelatihan dengan kompetensi guru nilai korelasi sebesar 0,592 nilai signifikasi 0,000 < 0,05, artinya variabel pengalaman pelatihan (X2) mempunyai hubungan yang signifikan terhadap variabel kompetensi guru (Y)