SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Studi Tentang Sarana dan Prasarana pada Bengkel Mekanik Otomotif Berdasarkan Ketentuan BSNP di SMKN 12 Malang

Mojibur Rohman

Abstrak


ABSTRAK

 

Rohman, Mojibur. 2011. Studi Tentang Sarana dan Prasarana pada Bengkel Mekanik Otomotif Berdasarkan Ketentuan BSNP di SMKN 12 Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Anny Martiningsih, M.Kes, (II) Drs. Ir. Mustaman, M.Pd.

 

Kata kunci: Sarana dan Prasarana, BSNP

 

Sarana dan prasarana merupakan salah satu komponen yang sangat penting dalam penyelenggaraan sebuah sekolah kejuruan (SMK). Kelengkapan sarana praktikum di sebuah bengkel mekanik otomotif dapat dijadikan salah satu indikator tentang seberapa jauh keefektifan kegiatan pembelajaran dalam kompetensi keahlian tersebut, khususnya pada kegiatan praktikum di dalamnya.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi dari sarana dan prasarana yang terdapat dalam bengkel mekanik otomotif di SMK Negeri 12 Malang, mengingat sekolah ini adalah salah satu sekolah kejuruan yang baru terbentuk dari yang sebelumnya berupa sebuah SMA. Penelitian difokuskan pada 4 area kerja bengkel meliputi, area kerja mesin otomotif, area kerja chasis dan pemindah tenaga, area kerja kelistrikan otomotif, dan juga ruang penyimpanan dan instruktur.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesesuaian sarana pada masing-masing area kerja belum mancapai 100% . Pada area kerja mesin otomotif tingkat kesesuaiannya hanya 62,1%, area kerja chasis dan pemindah tenaga 50,4%, dan area kerja kelistrikan otomotif juga hanya 50,4%, sedangkan untuk ruang penyimpanan dan instruktur mencapai 87,5 %. Tingkat kesesuaian yang masih rendah tersebut sebagian besar dikarenakan tidak tersedianya jenis perabotan pada masing-masing area kerja, dan selain itu juga dikarenakan jumlah peralatan praktek yang masih sangat minim dan tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan sejumlah peserta didik dalam 1 kelas yang mencapai 40 orang. Begitupun juga dengan prasarana ruang pada masing-masing area kerja bengkel mekanik otomotif tersebut belum memenuhi standar, dimana pada area kerja mesin otomotif tingkat kesesuaiannya hanya 38%, area kerja chasis dan pemindah tenaga 25%, dan area kerja kelistrikan otomotif juga hanya 33,2%, sedangkan untuk ruang penyimpanan dan instruktur mencapai 85 %.

Dari hasil penelitian tersebut, dapat ditarik beberapa kesimpulan bahwa sarana dan prasarana yang terdapat dalam bengkel mekanik otomotif SMK Negeri 12 Malang, masih belum memenuhi standar yang telah ditentukan BSNP. Selain dikarenakan jumlah peserta didik yang melebihi kapasitas normal dalam setiap kelas, hal ini juga dikarenakan sekolah ini masih merupakan SMK yang baru terbentuk, sehingga diperlukan waktu untuk memenuhi segala kebutuhannya dalam penyelenggaraan sebuah sekolah kejuruan, khususnya dalam hal pemenuhan sarana praktikum pada masing-masing kompetensi keahlian di dalamnya.