SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Perancangan Mesin Penetas Telur Full Otomatis untuk Meningkatkan Kualitas dan Produktivitas Penetasan telur Ayam Buras di Kabupaten Blitar

Rahmat Hidayat

Abstrak


ABSTRAK

 

Hidayat, Rahmat. 2011. Perancangan Mesin Penetas Telur Full Otomatis untuk Meningkatkan Kualitas dan Produktivitas Penetasan telur Ayam Buras di Kabupaten Blitar. Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Mesin Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Suprayitno, S.T., M.T., (2) Drs., H. Suharmanto M.Pd.

 

Kata Kunci : perencanaan, mesin penetas telur, ayam buras, otomatis, Kabupaten Blitar.

 

Saat ini masih banyak usaha kecil di masyarakat yang belum tersentuh teknologi maju, padahal teknologi produksi yang ada terus berkembang. Oleh karena itu kami sebagai Mahasiswa Fakultas Teknik berusaha menjembatani antara masyarakat yang haus akan teknologi dan dunia perguruan tinggi yang melimpah dengan ilmu dan teknologi. Masyarakat membutuhkan sebuah teknologi yang bisa menyelesaikan permasalahan yang sedang mereka hadapi. Salah satu cara yang bisa ditempuh adalah melalui penelitian dan pengembangan teknologi di bidang peternakan, khusunya penetasan telur ayam. Ayam merupakan suatu komoditi yang permintaanya semakin meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini terus berkembang seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk dunia, khususnya Indonesia. Sebagaimana data dari Kementrian Pertanian, bahwa pertumbuhan kebutuhan telur mencapai 10% per tahunnya. Sedangkan daging ayam buras dan ayam ras 4% dan 13%. Begitu pula diungkapkan Ketua Umum Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI) Yudhi Guntara, tahun 2011 produksi telur nasional diperkirakan sebesar 1,2 juta ton - 1,5 juta ton. Sebagai perbandingan, tahun 2010 lalu produksi telur nasional mencapai 1,4 juta ton. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut dibutuhkan banyak dukungan dari berbagai sector. Dalam upaya memacu usaha peternakan unggas perlu adanya sentuhan teknologi yang tepat dan mudah diterapkan. Kabupaten Blitar merupakan salah satu daerah sentra peternakan berbagai jenis ayam yang ada di Jawa Timur. Sistem penetasan yang ada di masyarakat saat ini (khususnya di Blitar dan kebanyakan di daerah lain) masih menggunakan teknologi manual yang membutuhkan banyak tenaga dalam pengoperasiannya. Berdasarkan uraian masalah di atas dirasakan perlu adanya sebuah terobosan untuk mengatasinya, sehingga penulis ingin mengangkat permasalah tersebut kedalam skripsi dengan judul "Perancangan Mesin Penetas Telur Full Otomatis untuk Meningkatkan Kualitas dan Produktivitas Penetasan Telur Ayam Buras di Kabupaten Blitar". Tujuan dari penelitian ini adalah: (1).Merancang mesin penetas telur full otomatis yang dilengkapi sensor suhu, sensor kelembaban dan juga pemutar telur otomatis yang bisa dioperasikan dengan mudah. (2). Perancangan dan pembuatan mesin penetas telur full otomatis ini juga bertujuan mengetahui uji kinerja mesin yang akan dibuat. Uji kinerja lebih difokuskan pada kinerja kontrol otomatis ketiga variabel utama yang terdiri dari pengendali suhu, pengendali kelembaban, dan juga pemutar telur otomatis.

Metode yang digunakan untuk pengembangan mesin ini adalah dengan metode diskriptif. Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut: (1). Perencanaan desain mesin penetas yang meliputi dimensi mesin untuk kapasitas 216 butir telur, mekanisme rak kabinet, pemilihan motor penggerak, dan perhitungan daya motor penggerak engkol peluncur offset yang dimodifikasi untuk mendorong rak telur. Bahan yang digunakan juga harus memenuhi syarat ringan, tahan lama, serta mudah dikerjakan dan dibongkar pasang. (2). Pembuatan bagian mekanik mesin. Mekanik mesin terdiri dari kotak penetasan, rangkaian rak penetasan yang dibuat bertingkat, dan instalasi listrik.  Mekanik mesin bisa diibaratkan sebagai tubuh, yang merupakan salah satu bagian utama dari mesin ini. (3). Pembuatan perangkat keras dan perangkat lunak. Perangkat keras terdiri dari rangakaian elektronik power supply, rangkaian pengendali suhu, dan rangkaian pengendali kelembaban. Sedangkan perangkat lunak disusun dengan bahasa C. Perangkat lunak merupakan nyawa dari keseluruhan sistem yang mengendalikan keseluruhan sistem. Untuk mendukung sistem, digunakan mikrokontroller ATmega 16. (4). Pengujian mesin hasil pengembangan. Pengujian terdiri dari 2 tahap besar yang terdiri dari uji teknis dan uji kinerja. Uji teknis terdiri dari pengujian system pengatur suhu ruangan, system pengatur kelembaban, dan sistem pemutar telur otomatis. Pengujian dilakukan dalam waktu beberapa jam untuk memastikan system bekerja dengan baik. Sedangkan uji teknis dilakukan dengan menjalankan mesin selama 23 hari tanpa henti untuk menetaskan telur ayam. Dari pengujian ini bisa diketahui hasil kinerja mesin yang sebenarnya.

Mesin penetas ini memiliki beberapa kelebihan dibanding generasi mesin sebelumnya. Kelebihan tersebut meliputi:(1).Dengan sistem full otomatis, operator tinggal menekan tombol "enter" dan sistem penetasan sudah bisa berjalan. Tidak perlu melakukan berbagai pengaturan lagi. (2).Bagi pengguna yang ingin melakukan eksperimen, bisa keluar dari menu otomatis, dan mengatur kondisi lingkungan sesuai yang diinginkan. (3). Sistem pemutar telur otomatis dengan gerakan halus yang frekuensi putarannya bisa diatur hingga tiap 30 menit sekali. (4). Pengaturan suhu dan kelembaban secara digital, hanya dengan memasukkan angka melalui tombol yang disediakan. Kontrol suhu bisa diatur hingga 40oC. Sedangkan kontrol kelembaban relatif bisa dinaikkan hingga 90% RH. (5). Sistem pemrograman yang menggunakan mikrokontroller memberi sejumlah kemudahan untuk operasional. Sistem ini juga sangat fleksibel untuk pengembangan lebih lanjut. (6). Kapasitas mesin maksimal adalah 216 butir telur sehingga sesuai untuk skala produksi.