SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

. Studi Deskriptif Ranah Afektif Siswa Progam Keahlian Otomotif di SMK se- Kota Malang

Buyung Rudiyanto

Abstrak


ABSTRAK

 

Rudiyanto, Buyung.2011. Studi Deskriptif Ranah Afektif Siswa Progam Keahlian Otomotif di SMK se- Kota Malang. Skripsi. Jurusan Teknik Mesin, Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Drs. Partono, M.Pd  (2)  Dra. Anny Martiningsih, M. Kes.

 

Kata Kunci : disiplin, minat, perhatian siswa pogam keahlian teknik kendaran ringan kelas X di SMK Swasta di Kota Malang.

 

SMK adalah sekolah kejuruan yang mendidik siswanya agar memiliki ketrampilan dalam mata pelajaran teori dan praktik, kemampuan lulusan suatu jenjang pendidikan sesuai dengan tuntutan penerapan kurikulum berbasis kompetensi mencakup tiga ranah, yaitu kemampuan berpikir, keterampilan melakukan pekerjaan, dan perilaku. ranah afektif menentukan keberhasilan belajar seseorang. Orang yang  tidak memiliki minat pada pelajaran tertentu sulit untuk mencapai keberhasilan belajar secara optimal. Menurut Depdiknas (2007:11-12) aspek penilaian dalam ranah  afektif terdiri dari: sikap sportif, jujur, disiplin, motivasi, bertanggungjawab, kerjasama, percaya diri. Aspek penilaian ranah afektif menurut Depdiknas (2007:11-12)   kemudian dirangkum oleh setiap satuan pendidikan, maka peneliti menggunakan penilaian ranah afektif yang digunakan oleh SMK Singosari yang terdiri dari: disiplin, perhatian dan minat. Pemilihan variabel tersebut merupakan indikator yang penting untuk dapat digunakan sebagai alat ukur ranah afektif siswa teknik kendaran ringan di SMK Swasta di Kota Malang.  

Dari paparan tersebut menunjukkan bahwa disiplin, perhatian, dan minat  siswa kelas X Teknik Kendaraan Ringan dapat menggambarkan ranah afektif setiap SMK Swasta di Kota Malang. Untuk menguji kebenaran dugaan tersebut, penelitian ini merumuskan masalah sebagai berikut : (1) Bagaimana gambaran Ranah Afektif yang meliputi: kedisiplinan, minat, dan perhatian siswa progam keahlian teknik kendaraan ringan di SMK PU Malang  (2) Bagaimana gambaran Ranah Afektif yang meliputi: kedisiplinan, minat, dan perhatian siswa progam keahlian teknik kendaraan ringan di SMK Nasional Malang (3) Bagaimana gambaran Ranah Afektif yang meliputi: kedisiplinan, minat, dan perhatian  siswa progam keahlian teknik kendaraan ringan di SMK Muhammadiyah Malang (4)  Bagaimana gambaran Ranah Afektif yang meliputi: kedisiplinan, minat, dan perhatian siswa progam keahlian teknik kendaraan ringan di SMK Tunas Bangsa Malang (5) Bagaimana gambaran Ranah Afektif yang meliputi: kedisiplinan, minat, dan perhatian  siswa progam keahlian teknik kendaraan ringan di SMK PGRI Malang (6) bagaimana gambaran keseluruhan Ranah Afektif yang meliputi: kedisiplinan, minat, dan perhatian  siswa SMK Swasta progam keahlian teknik kendaraan ringan di Kota Malang. Penelitian ini dirancang menggunakan deskriptif kuantitatif yang dilakukan pada siswa kelas X Jurusan Teknik Kendaraan Ringan SMK Swasta di Kota Malang dengan jumlah populasi 317, peneliti menggunakan teknik sampel proportionate strtafied random sapling maka didapat   sampel 100, 20 responden setiap satuan pendidikan. Jumlah pertanyaan/angket sebanyak 20 butir. Penelitian ini menggunakan angket sebagai alat pengumpul data.Kesimpulan penelitian diperoleh : Gambaran ranah afektif yang meliputi: disiplin, perhatian, dan minat siswa progam keahlian teknik kendaraan ringan SMK Swasta di Kota Malang. Disiplin 35 % sangat baik, 58 % baik, 6 % kurang baik, dan 1% tergolong tidak baik. Persentase kedisplinan yang kurang menyeluruh. Perhatian 51 % sangat baik, 36 % baik, dan 13 % kurang baik. Persentase minat yang kurang menyeluruh. Minat 28 % sangat baik, 50 % baik, dan 22 % kurang baik. Persentase minat yang kurang menyeluruh.

Saran penelitian antara lain : (1)Kepada Dinas Pendidikan Kota Malang untuk memberikan gambaran ranah afektif siswa progam keahlian teknik kendaraan ringan pada SMK Swasta di Kota Malang dalam meningkatkan kualitas pendidikan di kota Malang. (2) Bagi sekolah, supaya lebih meningkatkan kreatifitas guru selaku fasilitator untuk lebih memperhatikan aspek afektif siswa karena dari hasil penelitan yang dilakukan pada setiap SMK Swasta di Kota Malang meliputi kedisiplinanan, perhatian, dan minat yang dianalisis oleh peneliti masih kurang atau kurang merata karena ranah afektif merupakan inti dari keberhasilan dalam Pendidikan. (3) Guru selaku pembimbing dan fasilitator siswa dalam pembelajaran, mampu menciptakan proses pembelajaran yang memungkinkan siswa dapat merasa atau mau berbuat. (4) Bagi peneliti lain, semoga hasil dari penelitian ini dapat menjadi acuan dalam perencanaan penelitian yang sejenis. Sebab dalam penelitian ini untuk menggambarkan ranan afektif siswa SMK Swasta di Kota Malang, dalam proses pembelajaran agar tercipta salah satu tujuan penbelajaran yaitu aspek afektif.