SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Persepsi Guru Tentang Implementasi Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 Terhadap Kinerja Profesionalisme Guru SMK Di Malang Raya

Santoso Hardiyansah

Abstrak


ABSTRAK

 

Hardiyansah, Santoso. 2011. Pengaruh Persepsi Guru Tentang Implimentasi Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 Terhadap Kinerja Profesionalisme Guru SMK Swasta Di Malang Raya. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Yoto, ST. M.Pd., MM, (II) Drs. H Suharmanto, M.Pd.

 

Kata Kunci: persepsi guru, sistem manajemen mutu ISO 9001:2008, kinerja profesionalisme guru.

 

Persepsi guru terhadap implementasi sistem manajemen mutu ISO 9001:2008 menggambarkan tindakan guru dalam melaksanakan sistem manajemen mutu ISO 9001:2008 menggambarkan tindakan guru dalam melaksanakan sistem manajemen mutu dengan baik atau tidak jika guru memiliki persepsi positif terhadap implementasi sistem manajemen mutu ISO 9001:2008 maka guru akan dapat terlibat dalam manajemen peningkatan mutu pendidikan disekolahnya, disamping itu guru akan bekerja dengan rasa tanggung jawab dan profesional.

Dari pengamatan peneliti selama ini penelitian sistem manajemen mutu hampir 90 persen dilakukan pada SMK Negeri saja, sedangkan pada sekolah swasta sangat minim diteliti, berkaitan dengan hal tersebut diperlukan penelitian tentang sistem manajemen mutu di SMK swasta dan peneliti memilih SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen dan SMK PGRI 3 Malang, karena SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen dan SMK PGRI 3 Malang merupakan sekolah teknologi swasta yang berstatus sekolah bertaraf internasional yang menerapkan sistem manajemen mutu ISO 9001:2008..

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan beberapa hal, yang mencakup persepsi guru, kinerja profesionalisme guru dan pengaruh persepsi guru tentang implementasi sistem manajemen mutu ISO 9001:2008 terhadap kinerja profesionalisme guru pada SMK Swasta di Malang Raya.

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kuantitatif. Penjaringan data untuk guru dilakukan dengan penyebaran angket. Sebelum instrumen digunakan untuk meneliti, maka diuji cobakan dahulu melalui uji pakar, hal ini dilakukan untuk mengetahui layak atau tidaknya instrumen digunakan untuk mencapai tujuan penelitian. Instrumen yang digunakan juga harus diuji dengan uji validitas dan realibilitas agar layak untuk digunakan. Kemudian data yang diperoleh dianalisis untuk menjabarkan penyajian data secara jelas.

Hasil analisis data menunjukkan bahwa  = 0.371 dan p = 0.001 (p < 0.05). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan sebesar 13.8% antara persepsi guru tentang implementasi sistem manajemen mutu ISO 9001:2008 terhadap kinerja profesionalisme guru  pada SMK Swasta di Malang Raya.

Saran penelitian antara lain : (1) Bagi Peneliti lain, yang ingin meneliti dengan variabel bebas yang sama, sebaiknya mencoba untuk mengaitkan dengan variabel terikat lain karena banyak faktor-faktor yang dipengaruhi oleh penerapan sistem manajemen mutu ISO 9001:2008. Sistem manajemen mutu ISO 9001:2008 merupakan sistem yang banyak diadopsi oleh dunia bisnis dan terbukti memberikan kontribusi yang tinggi bagi perusahaan, sedangkan untuk institusi-institusi khususnya sekolah masih sedikit yang menerapkan sehingga diharapkan bagi peneliti selanjutnya untuk mencoba melakukan penelitian berupa perbandingan tingkat kontribusi yang diberikan sistem manajemen mutu ISO 9001:2008 kepada perusahaan dan institusi khususnya sekolah. (2) Bagi Guru, dapat memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan oleh pihak sekolah seoptimal mungkin guna pencapaian peningkatan mutu sekolah dan meningkatkan serta mempertahankan kinerja profesionalismenya. Jika dilihat dari sektor jam kerja guru dapat memanfaatkan alokasi waktu oleh sekolah untuk memperbaiki kualitas siswa agar dapat menghasilkan lulusan yang berkualitas sesuai dengan persyaratan sistem manajemen mutu ISO 9001:2008 yaitu mnerapkan tindakan yang perlu untuk mencapai hasil yang direncanakan dan peningkatan berkelanjutan dari proses tersebut. (3) Bagi Kepala Sekolah, sebagai manajemen puncak diharapkan meninjau sistem manajemen mutu organisasinya dalam selang waktu yang direcanakan untuk memastikan kebijakan mutu dan sasaran mutu agar lebih meningkatkan kinerja guru hal ini bertujuan untuk meningkatkan mutu sekolah sehingga sekolah tetap dipercaya oleh masyarakat sebagai sekolah yang bermutu. Selain itu diharapkan agar memberikan informasi kepada pelanggan yaitu masyarakat tentang sistem yang di lakukan disekolah agar masyarakat mengerti kelebihan yang dimiliki oleh  sekolah dan memberikan jaminan terhadap lulusan berupa informasi lowongan kerja di perusahaan atau jenjang pendidikan yang lebih tinggi agar target penempatan lulusan dapat dicapai seoptimal mungkin. (4) Bagi Lulusan, agar lulusan dapat lebih bersaing dalam dunia kerja dan industri maupun dunia pendidikan yang lebih tinggi, sekolah dapat menjamin penyaluran lulusan dan memberikan informasi-informasi tentang dunia kerja dan industri serta informasi jejang pendidikan yang lebih tinggi. Sekolah juga dapat mempertahankan sistem manajemen mutu ISO 9001:2008 dan kinerja profesionalisme guru sehingga tercipta lulusan yang berkompeten. (5) Bagi Komite Sekolah, agar memelihara dokumen-dokumen pedoman mutu dari audit yang telah dilakukan berkala dan memperhatikan kesejahteraan guru kinerja profesionalisme yang telah dicapainya berdasarkan sistem manajemen mutu ISO 9001:2008 sehingga guru tidak mencari pekerjaan lain dan tetap fokus dalam dunia pendidikan.