SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI DAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA KELAS XI PADA MATA DIKLAT KOMPETENSI KEJURUAN TEKNIK PEMESINAN DI SMKN 1 SINGOSARI

sopandi .

Abstrak


ABSTRAK

 

Sopandi. 2011. Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning (PBL) Untuk Meningkatkan Aktivitas dan Prestasi Belajar Siswa Pada  Mata Diklat Kompetensi Kejuruan Kelas XI Teknik Pemesinan di SMKN 1 Singosari. Skripsi, jurusan pendidikan teknik mesin FT universitas negeri malang. Pembimbing: (I) Dr. Syarief Suhartadi, M.Pd. (II)  Drs. Solichin , ST. M. KES.

 

Kata kunci: project base learning, prestasi belajar, kompetensi kejuruan.

Kurikulum yang dikembangkan saat ini oleh sekolah dituntut untuk merubah pendekatan pembelajaran yang berpusat pada guru (teacher centerd learning) menjadi pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa (student-centerd learning). Hal ini sesuai dengan tuntutan dunia masa depan anak yang harus memiliki kecakapan berpikir dan belajar (thinking and learning skils). Kecakapn-kecakapan tersebut diantaranya adalah kecakapan memecahkan masalah (problem solving), berpikir kritis (critical thingking), kolaborasi, dan kecakapan berkomunikasi. Semua kecakapan ini bisa dimilki oleh siswa apabila guru mampu mengembangkan rencana pembelajaran yang berisi kegiatan-kegiatan yang menantang siswa untuk berpikir kritis untuk memecahkan masalah. Kegiatan yang mendorong siswa untuk bekerja sama dan berkomunikasi harus tampak dalam setiap rencana pembelajaran yang dibuatnya.

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (class action research), yang menggunakan metode PBL (Project Base Learning) karena penelitian dilakukan untuk memecahkan masalah  pembelajaran dikelas. Penelitian ini juga bersifat deskriptif, sebab menggambarkan bagaimana suatu teknik pemebalajaran diterapkan dan proses pembelajaran yang berorientasi kepada student centerd learning yang diinginkan dapat dicapai. Adapun pelaksanaan kegiatan pembelajaran tersebut meliputi dua siklus. Pada siklus pertama dilakukan selama 4 (empat) kali pertemuan dengan waktu 4 x 6 jam pelajaran. Prosedur pelaksanaan adalah sebagai berikut: 1. Pemberian materi ajar dan tugas; 2. Pemahaman materi atau tugas secara diskusi bersama kelompok; 3. Mengerjakan tugas dan praktikum; 4. Membuat laporan. Siklus kedua dilaksanakan sebagai kelanjutan siklus pertama dan merupakan usaha perbaikan dari analisis siklus pertama terutama jika terjadi kekurangan pada siklus pertama. Pada siklus kedua ini rencana tindakan dilakukan 4 (empat) kali pertemuan dengan waktu 4 x 6 jam pelajaran. Prosedur pelaksanaannya adalah sebagai berikut: 1. Pemberian materi ajar dan tugas dengan terperinci atau detail; 2. Pemahaman materi atau tugas secara diskusi bersama kelompok secara terperinci atau detail; 3. Mengerjakan tugas dan praktikum secara terperinci atau detail; 4. Membuat laporan secara terperinci atau detail. Pelaksanaan penelitian ini di SMKN 1 singosari yang beralamat Jl. Mandoroko No. 3 Singosari. Pelaksanaan penelitian pada bulan maret sampai bulan april 2011 siswa kelas XI teknik pemesinan SMKN 1 singosari.

Hasil penelitian ini menunjukkan pada siklus I, bahwa nilai ulangan harian dalam pelaksanaan siklus I belum memenuhi target yang diinginkan 73,33%, pemebelajaran melakukan pekerjaaan dengan mesin frais melalui belajar kelompok adalah 76, 66%, pemebelajaran melakukan pekerjaaan dengan mesin frais melalui belajar secara individu 66,66%, pemebelajaran melakukan pekerjaaan dengan mesin frais melalui ulangan harian adalah 73,33 %, pemebelajaran melakukan pekerjaaan dengan mesin frais melalui pemberian tugas-tugas rumah adalah 70 %.pelaksanaan siklus ke-II merupakan lanjutan dari siklus I terutama kekurangan pada siklus I. Pelaksanaan penelitian siklus II dilaksanakan pada tanggal 07-28 april . pelaksanaan siklus II diperoleh hasil 90% hal ini sudah melampui target yang diinginkan yaitu 80%, pemebelajaran melakukan pekerjaaan dengan mesin gerinda melalui belajar kelompok adalah 80%, pemebelajaran melakukan pekerjaaan dengan mesin gerinda melalui belajar secara individu 73,33%, pemebelajaran melakukan pekerjaaan dengan mesin gerinda melalui ulangan harian adalah 90%, pemebelajaran melakukan pekerjaaan dengan mesin gerinda melalui pemberian tugas-tugas rumah adalah 76,66 %. Berdasarkan penelitian ini, dapat disarankan kepada (1) Siswa diharapkan mampu lebih aktif, kreatif, serta inovatif, karena dalam penerapan metode PBL dalam aktivitas pembelajaran membutuhkan peran optimal dari siswa seperti menanggapi hasil kerja kelompok lain, meminta usulan dari kelompok lain. (2) Guru diharapkan dalam memberikan suatu pembelajaran dikelas hendaknya dapat memberikan pelayanan kepada siswa secara optimal,karena peran guru sebagai fasilitator juga sebagai orang tua kedua disekolah yang nantinya akan menjadi panutan siswa seperti membimbing dan mengamati siswa dalam mengerjakan tugas, membimbing siswa dalam membuat ringkasan materi ajar. (3) Pembelajaran metode PBL ini sangat cocok untuk diterapkan pada mata diklat komptensi kejuruan atau mata diklat lain yang sejenis di SMKN 1 Singosari seperti pada pelajaran yang bersifat prosedural atau praktik langsung.