SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Implementasi Strategi Pembelajaran

muhammad amri mukhtarifin

Abstrak


ABSTRAK

 

Mukhtarifin, Muhammad Amri. 2011. Implementasi Strategi Pembelajaran Matery Learning dalam Kompetensi Kejuruan Sistem Pemindah Tenaga (Kopling) Teknik Mekanik Otomotif di SMK Negeri 3 Boyolangu Tlungagung . Skripsi, Jurusan Teknik Mesin FT Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Syarif Suhartadi, M.Pd., (II) Drs. H. Agus Sholah, M.Pd.

 

Kata kunci : Strategi Pembelajaran Mastery Learning,

Kompetensi Kejuruan Sistem Pemindah Tenaga (Kopling). Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya pergeseran paradigma pembelajaran yang berawal pada konsep stimulus-respon berganti menjadi pendekatan yang lebih menekankan pada hakekat manusia sebagai makhluk pembangun ilmu pengetahuan. Salah satu konsep pembelajaran yang dapat dijadikan alternatif untuk proses internalisasi nilai-nilai tersebut adalah konsep pembelajaran konstruktivistik dengan setrategi Mastery Learning yang merupakan upaya untuk pencapaian ketuntasan hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil study yang peneliti lakukan, strategi pembelajaran Masetry Learning telah diterapkan dalam proses pembelajaran Kompetensi Kejuruan Sistem Pemindah Tenaga (Kopling)Teknik Mekanik Otomotif di SMK Negeri 3 Boyolangu Tulungagung, namun sampai saat ini belum pernah dilaksanakan penelitian tentang bagaimana implementasinya, oleh sebab itu peneliti tertarik dan merasa perlu untuk mengangkat judul tersebut. Adapun rumusan masalah yang ingin digali melalui penelitian ini adalah bagaimana implementasi strategi pembelajaran Mastery Learning dalam Kompetensi Kejuruan Sistem Pemindah Tenaga (Kopling) Teknik Mekanik Otomotif di SMK Negeri 3 Boyolangu Tulungagung, apa kelebihan dan kelemahan strategi pembelajaran Mastery Learning, dan bagaimana strategi dalam menyelesaikan hambatan-hamabatan yang terjadi pada implementasi strategi pembelajaran Mastery Learning dalam Kompetensi Kejuruan Sistem Pemindah Tenaga (Kopling) Teknik Mekanik Otomotif di SMK Negeri 3 Boyolangu Tulungagung.

Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif. Responden dalam penelitian ini adalah kelas X (sepuluh) Teknik Mekanik Otomoti (TMO/TKR) yang dalam hal ini peneliti menggunakan sampel seluruh siswa kelas X TKR 1. Adapun metode pengumpulan data yang akan digunakan adalah metode wawancara/interview, observasi, angket, dan dokumentasi. Sedangkan langkahlangkah yang dilakukan pada teknik analisis data yaitu menggunakan rumus prosentase yang kemudian dikembangkan dengan menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pelaksanaan pembelajaran siswa kelas X TKR 1 disiapkan dengan baik, hal ini terlihat dari susunan PROTA, PROMES, silabus, dan RPP yang ada. Pendahulan dalam proses belajar mengajar dapat diketahui prosentase pelaksanaan pendahuluan dalam proses belajar mengajar menggunakan strategi pembelajaran Mastery Learning adalah kurang 3.33%, cukup 28.33%, dan baik 70%. Kegiatan inti dalam proses belajar mengajar ii adalah 4.48% kurang, 39.09% cukup, dan 53.94% baik. Sedangkan kegiatan penutup adalah 3.33% kurang, 27.78% cukup, dan 58.89% baik. Beberapa kelebihan strategi pembelajaran Mastery Learning adalah: (1) Membangun rasa percaya diri siswa bahwa dapat menguasai tujuan pendidikan secara pasti, (2) Ketika direncanakan dengan baik, strategi pembelajaran Mastery Learning membuat belajar dan pembelajaran menjadi lebih efisien, (3) Dengan metode pembelajaran yang bervariasi, siswa menjadi enjoy/nyaman dan terlihat tidak bosan dalam menerima pelajaran, sehinggga materi yang disampaikan akan mudah dicerna oleh siswa. Selain kelebihan-kelebihan di atas, dalam pelaksanaan strategi pembelajaran Mastery Learning juga terdapat hambatan, diantaranya: (1) Dalam setting sekolah umum, waktu pembelajaran terlalu beragam, (2) Tidak seimbangnya antara jumlah siswa dalam satu kelas dengan persediaan alat (engine) untuk praktek, sehingga pengondisian kelas sulit untuk dikontrol. strategi dalam menyelesaikan hambatan-hambatan yang terjadi saat pelaksanaan strategi pembelajaran Mastery Learning dilakukan dengan beberapa hal sebagai berikut: (1) Melakukan remedial, (2) Selalu menciptakan suasana kelas yang nyaman dengan membentuk kelompok-kelompok kecil untuk mendiskusikan materi yang akan dipelajari, (3) Untuk mengantisipasi keterbatasan alat (engine) biasanya guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok dan gantian dalam penggunaan alat (engine), (4) Sering memberikan kuis, (5) Selalu mengevaluasi perkembangan pemahaman siswa terhadap materi dengan tugas-tugas yang diberikan guru, (6) Menciptakan hubungan yang harmonis antara wali siswa dengan wali kelas.

Saran yang dapat peneliti berikan pada penelitian ini adalah Kepada SMK Negeri 3 Boyolangu Tulungagung, implementasi strategi pembelajaran Mastery Learning sudah cukup baik, sehingga perlu dipertahankan atau bahkan ditingkatkan guna tercapainya ketuntasan pada siswa, Bagi guru Kompetensi kejuruan Sistem pemindah tenaga (kopling), implementasi strategi pembelajaran yang dikatakan cukup baik ini perlu dipertahankan dan di kembangkan dengan menciptakan inovasi-inovasi model pembelajaran, Bagi peneliti lain, dalam upaya mengembangkan penelitian ini, dapat dilakukan penelitian lanjutan. Penelitian lanjutan bisa difokuskan pada pengaruh strategi pembelajaran Mastery Learning terhadap hasil belajar/prestasi siswa, agar dapat memperoleh pembahasan yang lebih mendalam mengenai aspek apa saja yang memberikan kontribusi atau pengaruh pelaksanaan strategi pembelajaran Mastery Learning dalam kompetensi kejuruan tertentu.