SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

IDENTIFIKASI PANDE BESI GEDOG KOTA BLITAR DALAM KAITANNYA MENJADI SALAH SATU BENTUK PENDIDIKAN INFORMAL

nur hayadi

Abstrak


ABSTRAK

 

IDENTIFIKASI PANDE BESI GEDOG KOTA BLITAR DALAM KAITANNYA MENJADI SALAH SATU BENTUK PENDIDIKAN INFORMAL

 

Kata kunci: informal, pande besi Gedog, Blitar

Bangsa Indonesia adalah bangsa agraris, sehingga kebutuhan akan produk berupa alat-alat pertanian sangat dibutuhkan. Kebutuhan akan produk-produk pertanian dicukupi melalui industri, baik yang sudah maju yaitu produk keluaran pabrik, dan industri tradisional, yaitu pande besi.  Pande besi, dalam bahasa lokal masyarakat Desa Gedog, kota Blitar  biasa disebut tukang pandhe, adalah pekerjaan yang diwariskan secara turun temurun oleh nenek moyang mereka. Keberadaan  pandhe Gedog tidak diketahui kapan awal mulanya kerajinan ini ada. Pentingnya kelangsungan pandhe untuk tetap bertahan karena pandhe merupakan warisan leluhur dan dan merupakan bentuk pendidikan informal.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan beberapa hal, produk yang dihasilkan, saingan pandhe Gedog, alih keterampilan yang terjadi dan perkembangan pandhe Gedog dalam beberapa tahun ke depan.

Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif. Data penelitian yang berupa dokumentasi dan hasil wawancara diperoleh dari sentra pandhe Gedhog. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara dan observasi. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa instrumen manusia, yaitu peneliti sendiri. Untuk menjaga keabsahan data, diadakan kegiatan triangulasi data. Kegiatan analisis data dimulai dari dari tahap penelaahan data, tahap identifikasi, dan klasifikasi data

Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh tiga simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, masalah jenis produk yang dihasilkan oleh pandhe Gedog adalah produk cangkul tradisional. Pandhe Gedog hanya memproduksi cangkul untuk pertanian, tidak memproduksi barang pandhe lainnya misalnya arit, linggis, dll. Produk pandhe Gedog mendapat saingan dari wilayahnya sendiri, yaitu dari Kabupaten Blitar, Kabupaten Tulungagung, dan Solo, Jawa Tengah

Kedua, masalah alih keterampilan di pandhe Gedog, tidak terjadi alih generasi tua kepada generasi muda, hal itu karena: a) generasi muda merasa pekerjaan pandhe adalah pekerjaan yang sara, tetapi hasile ra sepira (sengsara, tetapi hasilnya tidak seberapa), b) orang tua, yang saat ini menjadi empu atau panjak  melarang anaknya untuk berprofesi sama seperti orang tuanya.

Ketiga, masalah perkembangan pandhe Gedog  ke depan, pandhe Gedhog dalam beberapa tahun ke depan akan hilang, yang sebelumnya pernah ada sekitar 20an, sekarang tinggal 6 unit. Dalam beberapa tahun ke depan, mungkin tinggal namanya saja, terlihat dari usia rata-rata pekerjanya yang saat ini sekitar 57 tahun ditambah lagi dengan tidak ada pekerja baru golongan usia muda  yang belajar mandhe. Penelitian ini merekomendasikan Disperindag untuk segera membina IKM pande besi Gedog, dan kerjasama dengan pihak SMK untuk menambahkannya pada silabus SMK, dan dijadikan materi muatan lokal.