SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM, 2008

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Perbedaan penggunaan minyak pelumas top 1 dan minyak pelumas mesran prima XP terhadap temperatur pada sepeda motor

Ahmat Samsul Ma'arif

Abstrak


Bahan-bahan pelumas yang digunakan sejak jaman dahulu hingga kini mempunyai beraneka ragam jenis yang biasanya tergantung dari bahan apa yang banyak tersedia dan mudah diperoleh. Sebenarnya menurut bahan yang dapat dibuat menjadi minyak pelumas yaitu dari bahan yang terbuat dari hewan, bahan dari tumbuh-tumbuhan, dan bahan yang berasal dari tambang. Sedangkan yang sering digunakan adalah minyak pelumas yang berasal dari hasil tambang.Tetapi pada saat ini ada juga minyak pelumas dari bahan buatan yang sering disebut minyak pelumas sintetis. Tetapi sebenarnya maksud dari bahan buatan adalah hidrokarbon yang telah mengalami proses khusus, yaitu dengan maksud untuk melebihi kemampuan minyak pelumas hasil tambang. Sehingga keunggulannya adalah kemampuan atau daya tahan minyak pelumas dalam melayani mesin, yang diharapkan mampu untuk melayani mesin dengan waktu yang lebih lama, misal untuk minyak pelumas Mesran Prima XP dapat melayani mesin sampai 7.500 KM
Tetapi secara kenyataan atau yang dibisa dilihat oleh orang awam yang menyebutkan bahwa minyak pelumas sudah waktunya diganti apabila sudah encer, meskipun belum mencapai 7.500 KM. Dengan kata lain, minyak pelumas yang sudah encer merupakan tanda bahwa telah terjadi penurunan viskositas. Hal ini mengakibatkan penurunan performa mesin. seperti pemindahan gigi yang sulit, bunyi yang berisik, laju yang kurang kecang, mesin cepat panas dan lain-lain.
Berdasarkan uraian di atas, maka perlu dilakukan penelitian untuk membuktikan perbedaan antara minyak pelumas hasil tambang dengan minyak pelumas semi sintesis  terhadap temperatur setelah pemakaian motor selama selang waktu tertentu. Minyak pelumas mineral yang diteliti adalah minyak pelumas merek MESRAN PRIMA XP, sedangkan minyak pelumas semi sintetis yang diteliti adalah minyak pelumas merek  TOP 1.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah terdapat perbedaan temperatur mesin yang menggunakan oli mineral MESRAN PRIMA XP dengan oli semi sintetis TOP 1 setelah pemakaian dalam selang waktu tertentu. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen. Hipotesis dalam penelitian ini adalah Tidak ada perbedaan minyak pelumas Top 1 dan minyak pelumas Mesran Prima XP terhadap temperatur pada sepeda motor.
Uji hipotesis dilakukan dengan menggunakan teknik statistik uji-t independen sampel. Dari hasil uji-t, nilai t pada menit ke 5 adalah sebesar 12,780 (=0,000 < 0,005), nilai t pada menit ke 10 adalah sebesar 14,063 (=0,000 < 0,005), nilai t pada menit ke 15 adalah sebesar 14,063(=0,000 < 0,005), nilai t pada menit ke 20 adalah sebesar 14,063 (=0,000 < 0,005). Oleh karena Sinifikansi 0,000 < 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan minyak pelumas Top 1 dan minyak pelumas Mesran Prima XP terhadap temperatur pada sepeda motor.
Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat perbedaan penggunaan minyak pelumas Top 1 dan minyak pelumas Mesran Prima XP terhadap temperatur pada sepeda motor. Nilai rata-rata temperatur mesin yang menggunakan oli Mesran Prima XP lebih rendah dari pada yang menggunakan oli TOP 1.
Berdasarkan kesimpulan ini, maka Disarankan kepada para pemilik kendaraan bermotor untuk menggunakan oli yang sesuai dengan kebutuhan penggunaan mesinnya. Apabila motor digunakan untuk perjalanan jauh atau untuk racing (balapan), maka disarankan menggunaakan pelumas semi sintetik ataupun sintetik. Apabila motor hanya digunakan untuk perjalanan dalam kota saja (jarak pendek) maka disarankan untuk menggunakan pelumas mineral saja karena lebih hemat biaya dan harganya tidak mahal. Kepada jurusan Pendidikan Teknik Mesin Universitas Negeri Malang disarankan untuk lebih meningkatkan kelengkapan fasilitas penelitian, seperti peralatan uji laboratorium untuk minyak pelumas, peralatan uji emisi kendaraaan bermotor dan lain sebagainya. Selain itu, dikarenakan penelitian ini masih memiliki kelemahan ruang lingkup dan keterbatasan, maka kepada para peneliti selanjutnya yang tertarik untuk mengkaji permasalahan ini, disarankan agar melengkapi penelitian ini dengan menambah variabel penelitian yang lainnya, seperti menambah variabel viscositas, kualitas minyak pelumas ataupun mereknya, serta dilaksanakan dengan uji jalan/normal.