SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM, 2008

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Studi tentang penerapan pembelajaran Program Keahlian Teknik Permesinan kompetensi mengamati dan menggunakan mesin proses (M3P) di SMK Negeri 6 Malang

Luhur Suprayogo

Abstrak


Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah wujud penyempurnaan dari kurikulum sebelumnya yang berbasis kompetensi (depdiknas, 2005). KTSP merupakan langkah konkret dalam rangka memenuhi tuntutan pembaruan pendidikan nasional.
KTSP menuntut pembaruan sesuai dengan kemampuan sekolah termasuk sarana dan prasarana penunjang pembelajaran. Sedangkan di dalam proses pembelajaran terjadi perubahan metode, media pembelajaran. Berubahnya metode dan media pembelajaran mempengaruhi motivasi siswa terhadap pembelajaran.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan pembelajaran berdasarkan KTSP pada program keahlian Teknik Pemesinan kompetensi Mengamati dan Menggunakan Mesin Proses (M3P) yang berkaitan dengan metode pembelajaran, media pembelajaran, motivasi siswa, faktor yang mempengaruhi motivasi siswa dan upaya untuk meningkatkan motivasi siswa. Penelitian ini dilakukan di SMK Negeri 6 Malang. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah wawancara dan angket.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran M3P berdasarkan KTSP di SMK Negeri 6 Malang cukup baik seperti metode yang digunakan oleh guru adalah (1) ceramah; (2) tanya jawab; (3) tugas; (4) demonstrasi dan praktik di bengkel; (5) diskusi; dan (6) VCD Interaktif. Media pembelajaran yang digunakan adalah (1)LCD dan Laptop; (2) VCD interaktif; (3) mesin bubut; (4) peralatan pendukung; (5) perlengkapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3); (6)Alat ukur presisi. Motivasi siswa terhadap pembelajaran  adalah baik dengan dukung oleh guru serta pemanfaatan sarana dan prasarana secara maksimal. Berkaitan dengan faktor yang mempengaruhi motivasi siswa, yaitu: (1) Media pembelajaran LCD dan VCD interaktif; (2) perbandingan jumlah mesin dengan jumlah siswa; (3) materi; (4) demonstrasi guru; (5) sarana dan prasarana; (6) ketersediaan mesin untuk praktik dan alat pendukungnya; (7) ketersediaan bahan-bahan untuk praktik; dan (8) kebersihan ruangan. Berkaitan dengan upaya meningkatkan motivasi siswa, yaitu: (1) memberikan penjelasan yang singkat dan jelas;(2) menggunakan media pembelajaran;(3) memberikan bahan untuk praktik dengan cepat; (4) selalu menjaga mesin agar siap pakai; (5)  penyesuaian jumlah mesin dengan jumlah siswa; (6) memotivasi siswa tentang dunia kerja; (7) demonstrasi guru atau praktik secara langsung; dan (8) evaluasi hasil praktik.