SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Studi Praktik Kerja Industri di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) "Nasional" Malang

Dona Dwi Putra

Abstrak


Putra, Dona Dwi. 2011. Studi Praktik Kerja Industri di Sekolah Menengah Kejuruan SMK "Nasional" Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Sumarli, M.Pd., M.T, (II) Drs. H. Paryono, S.T. M.T.

 

Kata Kunci: sekolah menengah kejuruan, pendidikan sistem ganda, praktik kerja indusri.

Praktik kerja industri merupakan langkah awal untuk masuk pada dunia industri. Proses pelaksanaan Prakerin haruslah dilaksanakan dengan baik agar siswa yang telah melaksanakan prakerin mendapatkan bekal ilmu yang mencukupi, agar dapat memenuhi permintaan dunia industri dan dapat mengatasi segala persaingan yang semakin ketat.

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan beberapa hal, yang mencakup perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi praktik kerja industri di SMK Nasional Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kuantitatif. Penjaringan data untuk guru dan siswa dilakukan dengan penyebaran angket. Sebelum instrument digunakan untuk meneliti, maka diuji cobakan dahulu kepada subjek yang mempunyai karakteristik yang sama atau hampir sama, hal ini dilakukan untuk mengetahui layak atau tidaknya instrumen digunakan untuk mencapai tujuan penelitian. Instrumen yang digunakan juga harus diuji dengan uji validitas dan realibilitas agar layak untuk digunakan. Kemudian data yang diperoleh dianalisis untuk menjabarkan penyajian data secara jelas.

Secara umum siswa, guru dan DU/DI mempunyai persepsi yang sama pada persiapan prakerin. Sebagian besar dari mereka mempersepsikan bahwa persiapan yang dilakukan baik oleh siswa maupun DU/DI sudah cukup baik. Dengan demikian dapat disebutkan bahwa pihak terkait di atas telah berperan sebagaimana mestinya, yaitu disisi siswa telah mempersiapkan dirinya guna melaksanakan prakerin dalam jangka waktu empat bulan. Sementara itu dengan segala kesibukannya, DU/DI juga bersedia menerima siswa untuk prakerin di tempatnya, dengan demikian ada keinginan dari mereka untuk membagi pengalaman dan pengetahuan dengan siswa yang melaksanakan prakerin.

DU/DI menilai bahwa pelaksanaan prakerin selama ini masih ada kekurangan, pihak DU/DI menilai bahwa siswa yang mengikuti prakerin di tempatnya masih terlihat kaku dalam mengoperasikan peralatan kerja, sehingga proses bimbingan harus masih memiliki porsi yang besar dibandingkan dengan kemandirian dari peserta prakerin, namun hal tersebut dinilai wajar karena peserta prakerin memang masih kurang pengalaman. Sementara itu dalam persepsi guru, pelaksanaan prakerin kurang optimal pada tingkatan waktu dan juga proses pembelajarannya, artinya guru melihat prakerin yang dilakukan selama ini menuntut siswa untuk lengsung dapat mengoperasikan peralatan kerja, padahal untuk dunia kerja yang relatif baru bagi siswa hal itu merupaka suatu proses yang membutuhkan bimbingan yang lebih mendalam. Kenyataan di atas sedikit berbeda dengan kondisi yang dialami oleh siswa. Sebagai subjek pakerin, siswa merasakan sesuatu yang sangat baru yang ditemuinya ketika prakerin, dan secara otomatis akan menambah kemampuan, keterampilan serta pengalamannya dalam dunia kerja. Kondisi inilah yang membuat siswa merasakan bahwa pelaksanaan prakerin banyak manfaatnya walaupun pada awalnya mereka merasa kaku dan memerlukan waktu adaptasi.

Siswa, guru maupun DU/DI menilai bahwa sistem evaluasi terhadap pelaksanaan prakerin sudah termasuk baik. Kesimpulan ini mencakup pada sistem evaluasi secara tertulis maupun kompetensi, terutama yang dilakukan olah DU/DI. Bentuk evaluasi yang diterapkan selama ini lebih dikonsentrasikan pada nilai proses atau harian dan juga tes lisan yang dilakukan oleh instruktur. Penilaian ini juga masih ditambah dengan penilaian dari uji kompetensi dan juga tes keahlian yang kesemuanya disesuaikan dengan karakteristik tugas yang diberikan selama prakerin. Penilaian ini didasarkan pada pengujian yang sifatnya obyektif, yaitu tidak dinilai dari satu sisi saja, baik itu kompetensi secara langsung, penguasaan materi dan juga nilai ujian lainnya yang telah ditentukan sebelumnya.