SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

HUBUNGAN KONDISI, KELENGKAPAN SARANA PRASARANA PRAKTIK DAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR SISWA MATA DIKLAT PRODUKTIF PADA KOMPETENSI KEAHLIAN TEKNIK SEPEDA MOTOR KELAS X DI SMK PGRI 3 MALANG

akhmad kodir

Abstrak


ABSTRAK

 

Kodir, Akhmad. 2011. Hubungan Kondisi, Kelengkapan Sarana Prasarana Praktik, Motivasi Belajar dan Hasil Belajar Siswa Mata Diklat Produktif Pada Kompetensi Keahlian Teknik Sepeda Motor Kelas x di SMK PGRI 3 Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Program Studi Pendidikan Otomotif, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. H.Sunomo, M.Pd (II) Drs. H. Sutijono, M.M..

 

Kata Kunci : Kondisi, Kelengkapan, Sarana prasarana, Motivasi belajar, Hasil belajar.

Pendidikan kejuruan merupakan pendidikan yang mempersiapkan siswa untuk bekerja dan studi lanjut, baik bekerja secara mandiri atau mengisi lowongan pekerjaan yang ada di dunia usaha/industri sesuai dengan bidang dan program keahlian yang diminati. Untuk itu kebutuhan sarana dan prasarana praktik harus tepenuhi dalam sistem pendidikan nasional. Sarana dan prasarana praktik bertujuan memberikan bekal ketrampilan dan pengetahuan agar tamatannya menjadi tenaga kerja produktif. Dengan sarana prasarana praktik yang memadai maka diharapkan siswa dapat memperoleh prestasi belajar yang optimal. Motivasi belajar merupakan keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar, menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar dan memberikan arah pada kegiatan belajar sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subyek belajar itu tercapai.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) tingkat sarana prasarana praktik di SMK 3 Malang,(2) tingkat motivasi belajar siswa kelas X SMK 3 Malang, (3) hasil belajar siswa kelas X SMK PGRI 3 Malang, (4) hubungan antara sarana prasarana praktik dengan hasil belajar siswa di SMK PGRI 3 Malang, (5) hubungan antara motivasi belajar dengan hasil belajar siswa di SMK PGRI 3 Malang, (6) hubungan antara sarana prasarana praktik, motivasi belajar dengan tingkat hasil belajar siswa kelas X SMK PGRI 3 Malang, (7) sumbangan efektif antara sarana prasarana praktik dan motivasi belajar dengan hasil belajar siswa di SMK PGRI 3 Malang.

Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasional, dengan subjek penelitian berjumlah 42 orang. Data penelitian diperoleh dengan menggunakan angket tertutup. Data penelitian dianalisis dengan menggunakan analisis korelasi sedangkan untuk mengetahui hipotesis penelitian digunakan regresi berganda.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) 2 siswa menyatakan bahwa tingkat sarana prasarana praktik di SMK PGRI 3 Malang dengan kategori tinggi; (2) 14 siswa mempunyai motivasi belajar tinggi; (3) 2 siswa yang memiliki hasil belajar sangat baik, 31siswa yang memiliki hasil belajar baik, 9 siswa memiliki tingkat hasil belajar cukup baik dan tidak ada siswa yang memiliki hasil belajar yang tidak memenuhi KKM; (4) terdapat hubungan yang signifikan antara sarana prasarana praktik dengan hasil belajar pada siswa SMK PGRI 3 Malang; (5) terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi belajar dengan hasil belajar pada siswa SMK PGRI 3 Malang; (6) terdapat hubungan yang signifikan antara sarana prasarana praktik, motivasi belajar dengan hasil belajar pada siswa SMK PGRI 3 Malang; (7) sumbangan efektif terbesar yang mempengaruhi hasil belajar adalah motivasi belajar.

Dari hasil penelitian ini, maka disarankan kepada (1) Pihak sekolah: Berdasarkan hasil penelitian, kondisi dan kelengkapan sarana prasana praktik dalam kategori rendah. Untuk itu hendaknya pihak sekolah menambah kelengkapan sarana prasarana praktik dan mengganti sarana prasarana praktik yang sudah rusak dengan yang baru dengan cara membeli alat dan bahan praktikum seperti sepeda motor, (2) guru: Berdasarkan hasil penelitian, tingkat motivasi belajar siswa dengan kategori sedang. Untuk itu bagi guru studi lebih meningkatkan motivasi belajar siswa dengan cara memberikan nasihat langsung pada siswa yang memiliki motivasi belajar rendah, (3) Siswa: hendaknya berusaha untuk meningkatkan motivasi belajar untuk meningkatkan hasil belajar yang lebih baik lagi (4) Peneliti: peneliti hendaknya lebih teliti dalam penulisan skripsi ini dan lebih banyak membaca literatur yang berhubungan dengan sarana prasarana, motivasi belajar dengan hasil belajar.