SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PERBEDAAN HASIL BELAJAR SISTEM PENGAPIAN ELEKTRONIK ANTARA SISWA YANG DIAJAR MELALUI PENDEKATAAN COOPERATIVE LEARNING TEKNIK JIGSAW DENGAN TEKNIK PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA SISWA KEAHLIAN OTOTRONIK KELAS X SMK NEGERI 1 SINGOSARI

ACHMAD HELMI MUDHAFFAR

Abstrak


Salah satu kunci utama dalam proses belajar mengajar adalah guru. Dalam konteks spektrum SMK siswa dituntut untuk lebih aktif sesuai dengan tujuan pembelajaran tersebut. Namun pada kenyataannya masih banyak guru yang kurang memperhatikan penggunaan metode belajar yang tepat. Oleh karena itu, dalam penelitian ini diterapkan sebuah model cooperative learning teknik jigsaw dan Problem Based Learning (PBL), pada pokok bahasan dasar pengapian elektronik motor bensin. Tujuan dari penelitian ini adalah Mengetahui seberapa besar perbedaan hasil belajar siswa antara penerapan pembelajaran model cooperatif learning teknik jigsaw dan Problem Based Learning (PBL) materi “Dasar Pengapian Elektronik Motor Bensin” Kelas X T.OT  SMK Negeri Singosari.

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan pola Two  Group, Pretest Posttest Design. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas X T.OT Tahun Pelajaran 2010/2011 yang terdiri dari 4 kelas. Sampel penelitian menggunakan dua kelas dimana  teknik pengambilannya melalui random sam­pling. Kelas X T.OT 1 sebagai kelas eksperimen Jigsaw dan X T.OT 2 sebagai kelas eksperimen Problem Based Learning (PBL). Variabel penelitian terdiri dari, variabel bebas yaitu metode pembelajaran dan varia­bel terikat yaitu hasil belajar. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini pre test dan post test.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan penerapanan model cooperatif learning teknik Jigsaw terdapat pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar siswa dan jigsaw lebih baik daripada PBL dilihat dari perbedaan rata-rata sebelum dan sesudah perlakuan yaitu sebesar 24,7, sedang­kan dengan penerapan Problem Based Learning (PBL) juga terdapat pengaruh meski­pun tidak sebesar dengan penerapanan model cooperatif learning teknik Jigsaw, dilihat dari perbedaan rata-rata sebelum dan sesudah perlakuan yaitu 19,6. Hasil belajar antara kelas eksperimen Jigsaw dan eksperimen Problem Based Learning (PBL) juga menunjukkan perbedaan yang cukup signifikan yaitu 5,5 dengan nilai Sig(p) 0,001 dan teknik jigsaw menunjukkan lebih baik dibandingkan PBL yakni dengan nilai Sig(p) 0,000.

Kesimpulan penelitian yaitu terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan antara penerapan cooperative learning teknik Jigsaw dan teknik Problem Based Learning (PBL) pada materi “Pengapian Elektronik”. Model cooperative learning teknik Jigsaw memberikan lebih baik dibandingkan PBL. Saran bagi guru pengajar, hendaknya menggunakan pembelajaran cooperative learning teknik jigsaw sebagai alternatif pengajaran pengapian elektronik selanjutnya.