SKRIPSI Jurusan Tata Busana - Fakultas Teknik UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Identifikasi Kinerja Pengrajin Perempuan di Batik BLimbing Malang

Dyah Asinta Putri Marsera

Abstrak


RINGKASAN

Dyah Asinta P. M. 2019, Identifikasi Kinerja Pengrajin Perempuan di Batik Blimbing Malang. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Nurul Hidayati, S.Pd., M.Sn., (II) Dra. Endang Prahastuti, M.Pd.

Kata Kunci : Pengrajin Perempuan, Kinerja, Batik Blimbing

Seorang perempuan yang bekerja menjadi pengrajin batik akan mempunyai tugas ganda yang dijalankan yaitu sebagai ibu rumah tangga dan sebagai pencari nafkah, sehingga kinerja yang digunakan pada saat bekerja berkurang. Padahal kinerja sangat penting dalam proses produksi berlangsung agar pekerjaan yang dilakukan bisa sesuai dengan tujuan yang diinginkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kinerja pengrajin perempuan dalam indikator kuantitas kerja, kualitas kerja dan efektivitas kerja sesuai dengan syarat dan ketentuan di Batik Blimbing.

Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Sumber data menggunakan sumber data primer berupa hasil wawancara, observasi, doumentasi dan sumber data skunder berupa dokumen terkait, terdapat 6 pengrajin perempuan yang diteliti, menggunakan indikator kinerja

(1) kuantitas kerja pengrajin perempuan

(2) kualitas kerja pengrajin perempuan

(3) efektivitas kerja pengrajin perempuan. Keabsahan data penelitian menggunakan triangulasi sumber. Analisi data yang dilakukan hasil observasi, wawancara, catatan dilapangan dan dokumentasi dengan mengelompokkan kedalam kategori menjabarkan ke unit-unit, melakukan analisa, menyusun kedalam draf dan membuat kesimpulan.

Berdasarkan temua penelitian, diperoleh beberapa hasil penelitian. Pertama, kuantitas kinerja pengrajin perempuan mampu membuat produk 10 sampai dengan 20 produk dalam satu bulan dan juga mampu dalam memenuhi jumlah pemesanan. Kedua, kualitas kinerja meliputi

(1) Pengrajin perempuan memiliki tingkat kesalahan yang rendah

(2) Pengetahuan tidak mempengaruhi hasil batik secara singnifikan.

(3) Keterampilan mempengaruhi hasil batik para pengrajin perempuan dari lamanya dia bekerja.

(4) Abilities pengrajin perempuan di Batik Blimbing tidak hanya dituntut dalam kemampuan produksi tetapi juga memiliki kemampuan dalam mengatasi kondisi ditempat kerja. Keetiga, efektivitas kinerja meliputi

(1) Pengrajin perempuan dapat melakukan proses produksi secara terus-menerus secara fleksibel

(2) Pengrajin perempuan dapat mengatasi kendala dalam setiap proses produksi dengan adanya komunikasi yang baik antar pengrajin, pengelola dan pemimpin produksi.

Para pengrajin perempuan memiliki kinerja kerja dengan indikator kuantitas kerja, kualitas kerja dan efektivitas kerja yang dapat memenuhi syarat ketentuan di Batik Blimbing meskipun ketika perempuan itu bekerja perempuan memiliki tugas ganda. Tetapi karena sistem pekerjaan itu membuat para pengrajin nyaman dalam bekerja dan juga mereka mendapat dukungan atau motivasi dari keluarga, serta adanya kesempatan untuk bekerja dan pekerjaan yang dilakukan pengrajin perempuan tersebut dapat dilakukan tanpa adanya pengetahuan khusus, hal-hal itu membuat para pengrajin perempuan memilih untuk menjadi pengrajin. Dikarenakan karakter perempuan dikenal dengan sabar dan telaten. Batik Blimbing sendiri lebih memilih pengrajin perempuan karena karakter perempuan dikenal dengan kesabaran dan ketelatennya, sehingga lebih memudahkan mereka dalam membatik karena membatik sendiri membutuhkan konsentrasi yang tinggi.

Berdasarkan hasil penelitian dapat disaran kepara peneliti selanjutnya bisa menggali lebih dalam mengenai kinerja pengrajin perempuan dari berbagai faktor internal atupun eksternal dan menambah reverensi yang berhubungan. Dan diharapkan para pengusaha batik menerapkan sistem kerja yang membuat para pengrajin mempunyai masa kerja yang lebih lama sehingga pergantian pengrajin tidak terlalu sering dan dapat bekerja lebih lama agar kinerja pengrajin perempuan dapat lebih meningkat.

 

SUMMARY

Dyah Asinta P. M. 2019, A Study on The Job Description of Women Employees in Batik Blimbing Malang, Indonesia. Undergraduate Thesis, Department of Industry Technology, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Malang. Advisors: (I) Nurul Hidayati, S.Pd., M.Sn., (II) Dra. Endang Prahastuti, M.Pd.

Keywords : Craftswoman, Performance, Batik Blimbing

Woman who works as batik crafter will have a double duty to run, as a housewife and as a breadwinner, so their performance at work is not good enough, Even though, their performance is very important in the production process but  their work can be done in accordance with the work target. This study aims to describe performance of craftwoman in work quantity indicators, work quality, and work effectiveness in Batik Blimbing.

This study used descriptive with qualitative approach. The data source used primary data sources in the form of interviews, observations, documentation and secondary data sources in the form of related documents. This study involved six women employees as craftwomen in Batik Blimbing, The indicators that used in this study to gain employes performance data are

(1) the quantity of craftwoman performance

(2) the quality of craftman performance

(3) the effectiveness of craftwoman performance. The validity of research data used triangulation source. Data analysis conducted by grouping observations, interviews, field notes and documentation into some categories that described each unit, analyzes, arranges into drafts, and draws conclusions.

Based on the research finding, some results were obtained. First, the quantity of female artisans’ performance was able to make 10 until 20 products in a month and also able to fulfill the number of orders. Second, the quality of the performance included

(1) craftwomen have low level of error

(2) knowledge does not significantly effect batik results

(3) the skills influence the result of craftwomen batik from the length of time the their work

(4) the craftwomen abilities in Batik Blimbing are only required in production capabilities but also their abilities to overcome conditions in the workplace. Third, the effectiveness of craftwomen performance included:

(1) craftwomen can carry out continuous production processes flexibly

(2) craftwomen can overcome obstacles in each production process due to a good communication between crafter, managers and production leaders.

based on the results above, it can be concluded that the craftwomen have work performance with work quantity indicators, work quality and work effectiveness that can fulfill the requirements of the Batik Blimbing. Even  though, when they works have a double duty in their daily live. It coused the work system that made by Batik Blimbing the craftwomen comfortable at work and also they got support from their family. A well as the opportunity to work in Batik Blimbing did not need the special knowledge. So that, they chose to become craftwomen. For further research it can be suggeted to do reseach about it but in other industry.