SKRIPSI Jurusan Tata Busana - Fakultas Teknik UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Profil Usaha Industri Garmen “Vandev” Di Kota Malang

Riska Marianti

Abstrak


Marianti, R. 2019. “Profil Usaha Industri Garmen “Vandev” Di Kota Malang”. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I)Dr.Nur Endah Purwaningsih, M.Pd, (II) Dra. Idah Hadijah, M.Pd.

Kata Kunci: Profil Usaha Industri Garmen

Garmen “Vandev” merupakan salah satu garmen yang ada di Kota Malang. Proses produksi padagarmen dalam skala besar membutuhkankaryawan lebih banyak. Setiap garmen memiliki strategi dalam mengelola usaha. Pengusaha yang baik memiliki keterampilan dalam mengatur kegiatan atau strategi secara rapi mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pemasaran.

Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan profil usaha yang ada di Garmen “Vandev” terutama pada proses pelaksanaan produksi meliputi proses pembuatan jaket, jersey, dan kemeja. Peneliti menggunakan rancangan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data diperoleh dari proses wawancara, observasi, serta dokumentasi. Pengecekan keabsahan temuan menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik.

Berdasarkan hasil temuan, perencanaan modal yang digunakan untuk membuka usaha garmen merupakan modal pribadi dari pemilik garmen, perencanaan alat dan bahan yang terdapat di garmen belum sesuai dengan standart garmenkarena peralatan di garmen masih terbatas, perencanaan sumber daya manusia tidak sesuai dengan standart garmen, perencanaan tempat usaha tidak sesuai dengan standart garmen karena tempat di garmen sangat terbatas sehingga proses produksinya dilakukan diluar garmen. Ditinjau dari segi tempat usaha pada Garmen “Vandev” tidak memiliki Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) sedangkan untuk standart garmen harus memiliki SIUP agar usaha yang dilakukan mendapatkan pengakuan dan pengesahan dari pihak pemerintah.

Pengorganisasian di Garmen “Vandev” tidak sesuai dengan standart garmen karena bagian keuangan dikelola oleh pemilik garmen sendiri. Sedangkan struktur organisasi pada standart garmen mempunyai bagian yang mengelola keuangan sendiri, sehingga setiap divisi mempunyai satu tanggungjawab masing-masing.

Pelaksanaan produksi dari mulai pembuatan pola, spreading, cutting, numbering, bundling, sewing, finishing, packing dilakukan sesuai dengan alur produksi pada garmen, hanya sajasistem pengerjaanya tidak menggunakan ban berjalan sehingga di dalam pelaksanaan pada garmen tidak sesuai dengan standart garmen, karena di Garmen “Vandev” setiap karyawan menjahit produk hingga selesai sedangkan pada standart garmen 1 karyawan hanya mengerjakan 1 bagian pada produk. Pada proses finishing sudah sesuai dengan yang ada di Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) hanya saja untuk proses trimming tidak menggunakan mesin metal detector melainkan dengan cara manual sesuai dengan standart garmen.

Pemasaran di Garmen ‘Vandev” sudah sesuai dengan standart garmen dengan melakukan metode pemasaran secara online maupun offline mulai dari pemasaran melalui media sosial yang memiliki peluang besar dalam mengembangkan garmen dan dapat menarik minat konsumen yang bukan hanya dalam negeri maupun bisa sampai luar negeri. 

Saran yang dapat dikemukakan bagi pengusaha Garmen “Vandev” untuk lebih meningkatkan lagi mulai dari segi peralatan, tempat usaha, dan jumlah karyawan sesuai dengan standart garmen. Saran yang terakhir yaitu bagi peneliti lain penelitian ini menjadi masukan serta menjadi referensi untuk penelitian yang sejenis namun pembahasan profil usahanya lebih diperinci, sehingga dapat menambah wawasan baru.