SKRIPSI Jurusan Tata Busana - Fakultas Teknik UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Profil Atribut Produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Bordir di Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan

Novia Laila Mufidha, Novia Laila Mufidha

Abstrak


ABSTRAK

 

Mufidha, Novia Laila. 2017. Profil Atribut Produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Bordir di Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Program Studi S1 Pendidikan Tata Busana, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Nur Endah Purwaningsih, M.Pd (II) Nurul Hidayati, S.Pd., M.Sn.

 

Kata Kunci: Profil Atribut Produk UMKM Bordir

UMKM merupakan usaha produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh perorangan atau badan usaha di semua sektor ekonomi. Di Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan, banyak terdapat usaha bordir. Berdasarkan data yang didapatkan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan, assosiasi pengusaha bordir dan kantor Kecamatan Bangil terdapat 135 tempat usaha, namun hanya terdapat delapan usaha yang memenuhi kriteria Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) diantaranya UD. Bahrur Rizqi dengan produk unggulan berupa mukena, Lilik Bordir dengan produk unggulan berupa kebaya, Linda Hasta Bordir dengan produk unggulan berupa lenan rumah tangga, UD. Fath Bordir dengan produk unggulan berupa mukena, Nizar Bordir dengan produk unggulan berupa baju takwa, Nunik collection dengan produk unggulan berupa kebaya, UD. Berlian dengan produk unggulan berupa mukena dan Novaisa Bordir dengan produk unggulan berupa sepatu bordir. Terkait penjabaran diatas peneliti ingin mengetahui profil produk unggulan usaha mikro kecil dan menengah bordir di Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan yang meliputi kemasan, warna, harga, kualitas dan merk.

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif dengan pendekatan kulitatif. Dalam penelitian ini, peneliti menjadi instrument. Lokasi usaha yang ditentukan sebagai lokasi observasi ada delapan tempat usaha bordir, yaitu Ud. Bahrur Rizqi, Lilik Bordir, Linda Hasta Bordir, Ud. Fath Bordir, Nizar Bordir, Nunik Collection, Ud. Berlian Bordir, dan Novaisa Bordir. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah delapan pemilik usaha bordir di Kecamatan Bangil, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Pasuruan serta Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Kabupaten Pasuruan. Pengambilan data yang menggunakan teknik observasi, teknik wawancara dan dokumentasi. Langkah analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan atau verifikasi.

Hasil penelitian ditemukan bahwa: 1) Pengemasan produk usaha bordir di Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan menggunakan plastik kemas apabila produk tersebut dalam jumlah banyak atau dikirim maka dikemas kembali menggunakan kardus atau karung; 2) Warna yang sering digunakan pada produk bordir di Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan yaitu warna yang bersifat panas dan dingin serta bersifat terang dan gelap dengan tujuan memberikan kesan gembira, tegas, semangat dan tenang sehingga konsumen tertarik untuk membeli produk; 3) Harga yang ditawarkan pada produk bordir di Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan sangat bervariasi, harga mukena bordir dengan kisaran harga mulai Rp. 200.000,- sampai Rp. 2.000.000,- ; harga kebaya bordir dengan kisaran harga mulai Rp. 250.000,- sampai Rp. 2.000.000,-; harga sepatu bordir dengan kisaran harga mulai Rp. 30.000,- sampai Rp. 150.000,-; harga lenan rumah tangga bordir dengan kisaran harga mulai Rp. 15.000,- sampai Rp. 5.000.000,- ; harga baju takwa dengan kisaran harga mulai Rp. 150.000,- sampai Rp. 750.000,- ; 4) Standart kualitas produk yang dihasilkan usaha mikro kecil dan menengah bordir di Kecamatan Bangil secara performance bisa dilihat dari kehalusan bordiran, hasil bordiran yang tidak ‘dredet’, tidak mengerut dan halus serta kerapian setiap produk yang dihasilkan, secara estetika atau keindahan warna yang diaplikasikan pada produk tersebut menarik konsumen, produk yang dihasilkan di usaha tersebut memiliki daya tarik keindahan sehingga konsumen mempunya rasa ingin membeli produk tersebut; 5) Nama merk yang digunakan usaha mikro kecil dan menengah bordir di Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan merupakan nama yang sama dengan nama usaha dan nama pemilik usaha tersebut.

 

Pada penelitian yang dapat disampaikan: 1) Sebaiknya pemilik usaha berinovasi terhadap kemasan produk seperti menggunakan mika tabung, mika kubus, atau kardus karton sehingga produk memiliki nilai jual yang lebih tinggi; 2) Sebaiknya pemilik usaha memperhatikan warna-warna yang digunakan dalam produknya sehingga setiap tempat usaha bordir memiliki ciri khas warna serta hendaknya pemilik usaha lebih berani dalam mekombinasikan warna pada produk yang dihasilkan; 3) Sebaiknya pemilik usaha konsisten terhadap standart kualitas produk yang terdapat pada tempat usaha, sehingga konsumen tetap setia untuk membeli produk yang dihasilkan.