SKRIPSI Jurusan Tata Busana - Fakultas Teknik UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Tanggapan Mahasiswa Tentang Tingkat Kesulitan Pembuatan T-Shirt, Polo Shirt, dan Jumper pada Matakuliah Teknik Pembuatan Busana Industri

mayang ayu septianingrum

Abstrak


ABSTRAK

 

Ayu, Mayang. 2012. Tanggapan Mahasiswa Tentang Tingkat Kesulitan Pembuatan T-Shirt, Polo Shirt, dan Jumper pada Matakuliah Teknik Pembuatan Busana Industri. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sri Eko Puji Rahayu, M.Si.. (II) Nurul Hidayati, S.Pd., M.Sn.

 

Kata Kunci: Tingkat Kesulitan, Pembuatan, T,Shirt, Polo Shirt, Jumper.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tentang tingkat kesulitan membuat T-Shirt, Polo Shirt, dan Jumper. Pada Matakuliah Teknik Pembuatan Busana Industri, mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana angkatan 2015.

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian yang digunakan adalah penelitian populasi sebab sampel yang digunakan diambil semua yang berjumlah 62mahasiswa dari angkatan 2015. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa angket tertutup. Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah angket, sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif dengan persentase.

Hasil analisis data yang telah dilakukan menunjukkan bahwa pada umumnya tingkat kesulitan mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana angkatan 2015 pada matakuliah Teknik Pembuatan Busana Industri memiliki tingkat kesulitan yang berbeda. 1) Pada pembuatan T-Shirt 61% responden tidak kesulitan dalam prosespattern & marker, 97% responden tidak kesulitan dalam proses cutting, 63% responden cukup kesulitan dalam sewing, 65% responden cukupkesulitan dalam mengoprasikan mesin industri, dan 95% responden tidak kesulitan dalam proses finishing. 2) Pada pembuatan Polo Shirt, 82% responden tidak kesulitan dalam prosespattern & marker, 78% responden tidak kesulitan dalam prosescutting, 81% responden cukup kesulitan dalam proses sewing, 68% responden cukup kesulitan dalam mengoprasikan mesin, 95% responden tidak kesulitan dalam prosesfinishing. 3) Pada pembuatan Jumper, 69% responden tidak mengalami kesulitan dalam proses pattern & marker, 69% responden tidak kesulitan dalam prosescutting, 66% responden tidak kesulitan dalam proses sewing, 60% responden cukupkesulitan dalam mengoprasikan mesin industri, 98% responden tidak kesulitan dalam prosesfinishing.

Kesimpulan yang dapat di tarik dari penelitian ini adalah, bahwa mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana cukup kesulitan dalam mengoperasikan mesin pada proses pembuatan T-Shirt, cukup mengalami keulitan dalam proses sewing Polo Shirt dan mengoperasikan mesin, dan cukup mengalami kesulitan dalam proses mengoperasikan mesin pada proses pembuatan Jumper.

 

Saran untuk penelitian ini yang dapat dijadikan masukan adalah 1) bagi mahasiswa agar lebih membiasakan diri menggunakan mesin industri agar terampil mengoperasikan mesin industri, 2) bagi mahasiswa agar lebih memahami berbagai macam teknik jahit supaya lebih terampil menjahit busana seperti teknik membuat belahan maupun teknik membuat bagian busana lainnya, 2) bagi dosen agar supaya lebih memperhatikan dan memberikan banyak waktu untuk mahasiswa agar mengenal dan trampil menggunakan mesin industri.