SKRIPSI Jurusan Tata Busana - Fakultas Teknik UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Profil "Ki Joyo" Sebagai Instruktur Batik Pada Sanggar Alam Batik Kecamatan Sukorejo Kabupaten Pasuruan

Dyah Ayu Retnoningsih

Abstrak


ABSTRAK

 

Retnoningsih, Dyah Ayu. 2017. Profil “Ki Joyo” sebagai Instruktur Batik pada Sanggar Alam Batik Kecamatan Sukorejo Kabupaten Pasuruan. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Program Studi S1 Pendidikan Tata Busana, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Hapsari Kusumawardani, M.Pd (II) Dra. Endang Prahastuti, M.Pd

 

Kata Kunci: Profil, Instruktur, Sanggar Alam Batik

Ferry Sugeng Santoso atau biasa dipanggil Ki Joyo merupakan pembatik sekaligus instruktur batik yang berasal dari Kabupaten Pasuruan. Pada tahun 2007 beliau mendirikan rumah batik bernama Sanggar Alam Batik, selain sebagai tempat pembuatan batik, Ki Joyo juga memanfaatkan sanggar sebagai tempat pelatihan batik bagi masyarakat. Setelah memiliki pengalaman dalam pelatihan yang dilakukan di sanggar, beliau dipanggil oleh berbagai instansi pemerintah untuk menjadi instruktur dalam pelatihan batik dan telah memperoleh 16 piagam/sertifikat sebagai seorang instruktur batik. Atas dedikasinya mengembangkan batik khas daerah dan usaha pemberdayaan masyarakat, beliau meraih Anugerah Baksyacaraka tingkat nasional pada tahun 2014. Setelah mendapatkan informasi tersebut penulis melakukan observasi awal dengan mengajukan beberapa pertanyaan terkait kegiatan pelatihan kepada Ki Joyo di Sanggar Alam Batik yang terletak di Desa Gunting Kecamatan Sukorejo Kabupaten Pasuruan. Terkait dengan penjabaran di atas maka perlu dilakukan penelitian tentang profil Ki Joyo sebagai instruktur batik pada Sanggar Alam Batik.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui identitas, tujuan, serta kompetensi Ki Joyo sebagai instruktur batik. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah instruktur, peserta pelatihan, anggota sanggar di Sanggar Alam Batik, foto, serta dokumen berupa buku atau file yang menunjang penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Kegiatan triangulasi, perpanjangan pengamatan, dan peningkatan ketekunan dilakukan untuk menjaga keabsahan data. Kegiatan analisis data dimulai dari mereduksi data, menyajikan, dan memberikan kesimpulan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Ki Joyo merupakan pendiri rumah batik bernama Sanggar Alam Batik dan menciptakan batik bernilai jual tinggi, serta memperoleh berbagai piagam penghargaan dan sertifikat sebagai seorang instruktur; (2) Tujuan Instruktur melakukan pelatihan agar masyarakat memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam bidang batik, dan secara tidak langsung memberikan lapangan pekerjaan bagi masyarakat; (3) Penampilan fisik dan cara berkomunikasi instruktur dilakukan secara santai, saling percaya, saling hormat, dan saling membantu antar instruktur dengan peserta pelatihan. Pengorganisasian materi belajar dilakukan bersama-sama antara kedua belah pihak dan merencanakan tujuan sesuai dengan kebutuhan peserta yang mengikuti pelatihan. Pembelajaran teori dan praktik dilakukan dengan menyampaikan materi secara sederhana. Tempat untuk kegiatan pelatihan yang berada di Sanggar dilakukan ditempat terbuka dengan kondisi yang nyaman dengan sirkulasi udara yang mencukupi sehingga komunikasi antar peserta dan pelatihan berjalan dengan baik. Dari kegiatan pelatihan yang dilakukan Ki Joyo, beliau memiliki kompetensi di atas rata-rata karena telah memenuhi syarat-syarat sebagai instruktur dan memiliki banyak sertifikat sebagai seorang instruktur yang dipercaya banyak instansi.

Saran yang dapat diberikan penulis adalah: (1) Instruktur diharapkan menjaga konsistensi dalam menciptakan lingkungan pelatihan yang fleksibel sesuai situasi dan kondisi masyarakat atau peserta pelatihan sehingga dapat menerima pengetahuan dan keterampilan yang disalurkan instruktur secara maksimal; (2) diharapkan munculnya instruktur-instruktur baru yang memiliki pengetahuan dan keahlian pada bidang tertentu; (3) instansi-instansi pemerintah agar lebih sering mengadakan pelatihan-pelatihan secara gratis bagi masyarakat yang membutuhkan pengetahuan dan keterampilan khususnya dalam bidang batik dengan tujuan untuk meningkatkan budaya dan ekonomi kreatif daerah dengan menghadirkan nara sumber salah satunya adalah Ki Joyo; (4) bagi Peneliti selanjutnya diharapkan dapat menjadi referensi terkait penelitian tentang instruktur batik