SKRIPSI Jurusan Tata Busana - Fakultas Teknik UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

STUDI TENTANG MOTIF DAN MAKNA BATIK UNGGULAN DI IKM “ANAK ANGIN” NGETOS KABUPATEN NGANJUK

Uptala Asti

Abstrak


Industri Kecil dan Menengah (IKM) batik “Anak Angin” merupakan salah satu IKM batik dari 9 IKM batik yang ada di daerah Nganjuk.  IKM batik “Anak Angin” hampir sama dengan IKM batik lainnya, namun perbedaanya pada inspirasi penciptaan motif yang sebagian mengambil dari sejarah atau peristiwa setempat. Motif batik yang diciptakan di IKM batik “Anak Angin” berbagai macam dan dari 16 motif yang tercatat di IKM tersebut terdapat beberapa motif unggulan yang lebih banyak diminati oleh para konsumen karena motifnya lebih unik dibandingkan dengan lainnya.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan motif dan makna motif unggulan di IKM batik “Anak Angin” Ngetos, Kabupaten Nganjuk. Penelitian inimerupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Metode penelitian yang digunakan adalah Triangulasi Sumber Data dan Triangulasi Teknik.

Berdasarkan temuan penelitian di lapangan diperoleh data: (1) IKM batik “Anak Angin” memiliki 5 motif unggulan yaitu, (a) Motif Ngatas Anginyang terinspirasi dari relief kalamakara dan angin, (b) Motif Tapak Liman terinspirasi dari pijakan kaki para pembesar, (c) Motif Telale Gajahyang terinspirasi dari belalai gajah, (d) Motif Sumpingterinspirasi dari perhiasan sumping, (e) Motif Daun Asemterinspirasi dari daun pohon asem; (2) Makna Perlambang dari motif unggulan IKM batik “Anak Angin” adalah: (a) Motif Ngatas Angin bermakna ilmu yang tanpa batas, (b) Motif Tapak Liman bermakna pijakan kaki para tokoh besar, (c) Motif Telale Gajah bermakna cita-cita para pembesar, (d) Motif Sumping bermakna perhiasan yang dikenakan oleh raja zaman dulu, (e) Motif Daun Asem bermakna sosok yang berjiwa muda, kuat, tangguh dan dapat berguna bagi sesama.

Kesimpulan dari hasil penelitian yang telah dilakukan meliputi: (1) Motif batik unggulan di IKM “Anak Angin” Ngetos menggambarkan tentang sejarah atau peristiwa yang ada di daerah setempat; (2) Setiap motif memiliki makna tersendiri yang dilukiskan pada ornamen utamanya. Motif Ngatas Angin dilukiskan dengan ornamen utama patung kalamakara dan angin melambangkan ilmu yang tanpa batas. Daun menjalar sebagai ornamen utama motif Tapak Liman menggambarkan pijakan kaki para tokoh besar. Ornamen utama garis lengkung (belalai gajah) pada motif Telale Gajah memiliki arti cita-cita para pembesar. Motif batik dengan bentuk sumping melambangkan perhiasan yang dikenakan oleh raja zaman dulu. Ornamen utama daun asem pada motif Daun Asem menggambarkan sosok yang berjiwa muda, kuat, tangguh, dan berguna bagi yang lain.

Saran penelitian ini perlu ditindak lanjuti dalam hal pengembangan motif, proses pembuatan batik, dan pemasaran. Pemilik IKM batik “Anak Angin”, sebaiknya (a) Hasil karya produksi batik hendaknya didokumentasikan dan diberi hak paten agar memiliki data resmi dan arsip data yang lengkap; (b) Pembatik lebih meningkatkan kualitas produk dan mempromosikan produk batik agar lebih dikenal oleh masyarakat. Dinas Pariwisata, Pemuda, Olahraga, dan Kebudayaan (Disporporabud), sebaiknya lebih mendokumentasikan data-data terkait batik dimasing-masing industri batik yang ada di Nganjuk, agar memudahkan kajian mengenai batik. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), sebaiknya lebih mampu membantu dalam hal promosi batik, supaya lebih dikenal oleh masyarakat luas, khususnya masyarakat wilayah Nganjuk itu sendiri dan mempermudah akses pembuatan hak paten.

Kata Kunci: Motif Unggulan, Makna Motif Unggulan, IKM Batik “Anak Angin”