SKRIPSI Jurusan Tata Busana - Fakultas Teknik UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Studi Tentang Kesesuaian Kompetensi Lulusan D3 Tata Busana Universitas Negeri Malang dengan Kompetensi yang Dibutuhkan Industri Garmen

sishayatul Hanifahrohmiati

Abstrak


ABSTRAK

Hanifahrohmiati, Sishayatul. 2017. Studi Tentang Kesesuaian Kompetensi Lulusan D3 Tata Busana Universitas Negeri Malang dengan Kompetensi yang Dibutuhkan Industri Garmen. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Agus Hery Supadmi Irianti, M.Pd, (II) Dra. Sri Eko Puji Rahayu, M.Si.

 

Kata kunci :Kompetensi lulusan D3 Tata Busana UM, Kompetensi Industri Garmen

Kompetensi merupakan suatu kebutuhan yang harus dimiliki oleh setiap karyawan untuk dapat menyelesaikan pekerjaan yang ditanggungnya. Sebagai pencetak tenaga ahli dalam bidang busana Prodi D3 Tata Busana UM tentu membekali lulusannya dengan berbagai macam kompetensi agar dapat terjun langsung dalam dunia kerja, namun kenyataannya 13 (59 %) dari 22 lulusan D3 Tata Busana UM angkatan 2008 memiliki pekerjaan diluar bidang busana misalnya bekerja di kantor, bank, atau sebagai ibu rumah tangga. Pentingnya kompetensi dalam bidang busana juga ditunjukkan dengan adanya SKKNI No.305 Tahun 2015 kategori industri pengolahan golongan pokok industri pengolahan pakaian jadi bidang produksi pakaian jadi. Namun masih ada industri busana yang tidak perduli terhadap riwayat pendidikan karyawan, seperti yang terjadi pada perusahaan Dwi Putra Perkasa Garment dimana calon karyawan tidak harus memiliki keahlian khusus dalam bidang busana dan tidak harus mengenyam pendidikan. Hal yang sama juga terjadi  pada perusahaan CV. Amarta Wisesa  dimana persyaratan untuk dapat menjadi karyawan adalam memiliki pendidikan akhir minimal SD, Harus mempunyai semangat kerja tinggi, teliti dan tekun dalam bekerja.

Berdasarkan uraian tersebut maka tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Mengidentifikasi kompetensi D3 Tata Busana UM, 2) Mengidentifikasi kompetensi yang dibutuhkan oleh industri garmen, 3) Menganalisa kesesuaian kompetensi lulusan D3 Tata Busana UM dengan kompetensi yang dibutuhkan industri garmen. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah mahasiswa D3 Tata Busana UM angkatan 2014 yang berjumlah 18 mahasiswa, dimana mahasiwa tersebut sudah mengikuti matakuliah pendukung kompetensi okupasi lulusan D3 Tata Busana UM. Instrumen yang digunakan adalah berupa angket mengenai kesesuaian kompetensi yang dimiliki lulusan D3 Tata Busana UM dengan kompetensi yang dibutuhkan industri garmen. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini persentase.

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa: (1) Okupasi lulusan D3 Tata Busana UM mampu menjadi supervisor dan pengelola usaha busana. lulusan D3 Tata Busana UM dibekali dengan 29 kompetensi yang terdapat pada 22 matakuliah pendukung. (2) Industri garmen dibagi menjadi 4 bidang pekerjaan yang dibagi lagi menjadi 12 sub bagian pekerjaan. Setiap sub bagian pekerjaan membutuhkan unit kompetensi yang berbeda-beda. Total unit kompetensi yang dibutuhkan industri garmen sebanyak 46 yang isinya dijabarkan kedalam 169 elemen kompetensi. Setiap elemen kompetensi membutuhkan keriteria unjuk kerja yang berbeda-beda, dimana total kriteria ujuk kerja yang dibutuhkan berjumlah 537.  (3) Kesesuaian kompetensi lulusan D3 Tata Busana UM dengan kompetensi yang dibutuhkan industri garmen tersebut dapat diketahui dengan mencocokkan kriteria ujuk kerja yang dibutuhkan industri garmen dengan kriteria unjuk kerja yang diajarkan pada prodi D3 Tata Busana UM. Berdasarkan kriteria unjuk kerja tersebut dapat diketaui adanya perbedaan isi kriteria ujuk kerja dalam kompetensi yang dimiliki lulusan D3 Tata Busana UM dengan kompetnsi industri garmen. Berdasarkan kriteria unjuk kerja yang dikuasai lulusan D3 Tata Busana UM maka persentase kesesuaian kompetensinya sebesar 32,93%, bersarkan matakuliah pendukungnya sebesar 50,00%, dan berdasarkan kompetensinya sebesar 44,83%. Kemudian kesesuaian kompetensi lulusan D3 Tata Busana UM dengan kompetensi yang dibutuhkan industri garmen berdasarkan kriteria ujuk kerja industri garmen maka persentase kesesuaiannya sebesar 43,01%, berdasarakan elemen kompetensinya sebesar 44,37%, dan berdasarkan unit kompetensinya 41,30%. Berdasarkan unit kompetensi industri garmen maka, kompetensi lulusan D3 Tata Busana sesuai dengan 19 unit kompetensi garmen dengan tingakat persentase tertinggi terdapat pada unit kompetensi mengikuti prosedur keselamatan dan kesehatan kerja ditempat kerja yaitu sebesar 93,33%, dan kesesuaian terendah terdapat pada unit kompetensi menggelar susun kain yaitu sebesar 18,89%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahawa kompetensi yang dimiliki lulusan D3 Tata Busana UM sudah sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan industri garmen.