SKRIPSI Jurusan Tata Busana - Fakultas Teknik UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

STUDI TENTANG KESIAPAN REVITALISASI PENDIDIKAN KEJURUAN DI SMK NEGERI 1 GEDANGAN KABUPATEN MALANG

AMALIA AMIROTUS SAIDAH

Abstrak


ABSTRAK

 

 

Saidah, Amalia A. 2017. Studi tentang Kesiapan Revitalisasi Pendidikan Kejuruan di SMK Negeri 1 Gedangan Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Program Studi Pendidikan Tata Busana, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Agus Hery Supadmi Irianti, M.Pd., (II) Nurul Hidayati, S.Pd., M.Sn.

 

 

Kata Kunci: Revitalisasi Pendidikan Kejuruan

 

 

Revitalisasi pendidikan merupakan hal yang harus segera dilaksanakan pada satuan pendidikan. Sekolah Menengah Kejuruan merupakan objek yang akan di revitalisasi sesuai dengan instruksi presiden tentang revitalisasi pendidikan kejuruan. Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan dilaksanakan dalam rangka peningkatan kualitas dan daya saing sumber daya manusia Indonesia. Revitalisasi adalah proses pembaharuan kembali segala unsur yang memerlukan perbaikan untuk menjadi vital dan diperlukan dalam perkembangan kehidupan. Revitalisasi pendidikan kejuruan mencakup upaya pembaharuan unsur vital dalam pendidikan kejuruan agar mampu bersaing dalam perkembangan dunia pendidikan di Indonesia. Dalam revitalisasi pendidikan kejuruan terdapat 4 dimensi, yaitu: tata kelola lembaga, guru dan tenaga kependidikan, kualitas pembelajaran, dan kebekerjaan lulusan.

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kesiapan revitalisasi pendidikan kejuruan di SMK Negeri 1 Gedangan Kabupaten Malang pada 4 dimensi, meliputi: dimensi tata kelola lembaga, dimensi guru dan tenaga kependidikan, dimensi kualitas pembelajaran, dan dimensi kebekerjaan lulusan.

Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalahnon probability sampling yaitu sampel kuota/jenuh. Responden terdiri dari keseluruhan guru di SMK Negeri 1 Gedangan Kabupaten Malang berjumlah 49 responden. Instrumen yang digunakan adalah angket/kuesioner tertutup.

Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa kesiapan revitalisasi pendidikan kejuruan di SMK Negeri 1 Gedangan Kabupaten Malang pada: (1) dimensi tata kelola lembaga, berdasarkan indikator (a) akreditasi dan lisensi sertifikasi berada pada kategori tidak siap dengan persentase 25,0%, (b) pengelolaan kelembagaan berada pada kategori sangat siap dengan persentase 93,5%, dan (c) pemerataan kualitas lembaga berada pada kategori sangat siap dengn persentase 88,9%; (2) dimensi guru dan tenaga kependidikan, berdasarkan indikator (a) pemenuhan kualitas dan kuantitas guru dan tenaga kependidikan berada pada kategori sangat siap dengan persentase 84,5%, (b) pelatihan berkelanjutan berada pada kategori siap dengan persentase 70,7%, dan (c) magang guru di industri berada pada kategori kurang siap dengan persentase 29,6%; (3) dimensi kualitas pembelajaran, berdasarkan indikator (a) penataan spektrum bidang keahlian berada pada kategori sangat siap dengan persentase 99,3%, (b) kurikulum yang diterapkan berada pada kategori sangat siap dengan persentase 78,8%, (c) materi kejuruan yang digunakan berada pada kategori siap dengan persentase 67,3%, (d) proses KBM yang dilaksanakan berada pada kategori siap dengan persentase 74,1%, dan (e) program magang industri berada pada kategori sangat siap dengan persentase 96,9%; (4) dimensi kebekerjaan lulusan, berdasarkan indikator (a) portofolio lulusan berada pada kategori sangat siap dengan persentase 82,7%, (b) hubungan industri berada pada kategori sangat siap dengan persentase 87,3%, (c) penempatan dan penelusuran tamatan berada pada kategori sangat siap dengan persentase 76,1%, dan (d) transisi jenjang karir dan retooling berada pada kategori siap dengan persentase 51,0%.

Adapun saran bagi SMK Negeri 1 Gedangan Kabupaten Malang, yaitu: (1) pada dimensi tata kelola lembaga disarankan untuk segera mendapatkan lisensi sertifikasi ISO 9001:2015 dan lisensi dari BNSP terkait LSP-P1 dan TUK; (2) pada dimensi guru dan tenaga kependidikan disarankan untuk lebih menambah guru produktif pada masing-masing program keahlian untuk dapat meningkatkan kompetensi guru dalam mengajar peserta didikdan lebih memaksimalkan kerjasama dengan industri sebagai mitra terkait program pemerintah yaitu magang guru di industri; (3) pada dimensi kualitas pembelajaran disarankan agar lebih memaksimalkan lagi hubungan industri terkait dengan mitra dalam sinkronisasi kurikulum, materi kejuruan, dan proses pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di sekolah; dan (4) pada dimensi kebekerjaan lulusan disarankan untuk dapat membuat terobosan baru dalam pelaksanaan program pelatihan kerja pada lulusan agar kompetensi lulusan dapat diakui di dunia industri dan dapat bersaing dengan kompetitor dari luar lembaga.