SKRIPSI Jurusan Tata Busana - Fakultas Teknik UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Studi Tentang Makna Dan Perkembangan Busana Pengantin Pegon Surabaya

Muryati suryaning pungkasari

Abstrak


ABSTRAK

 

Pungkasari, Muryati, S. 2016. Studi Tentang Makna Dan Perkembangan BusanaPengantin Pegon Surabaya, Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, FakultasTeknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Nur EndahPurwaningsih, M.Pd.

 

Kata Kunci: Pengantin Pegon, Surabaya

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan makna dan perkembangan busana pengantin Pegon Surabaya. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari partisipan Tim HARPI Melati Surabaya, ketua Iwata Retna Busana dan dosen Tata Rias di Surabaya. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakana (a) teknik observasi untuk mendapatkan data mengenai makna dan perkembangan pada busana pengantin Pegon Surabaya. (b) teknik dokumentasi digunakan untuk mendapatkan gambaran dari makna dan perkembangan pada busana pengantin Pegon Surabaya. Keabsahan data dilakukan malalui triangulasi data. Analisis data dimulai dari tahap reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.

Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa busana pengantin pegon merupakan hasil dari akulturasi budaya dari bangsa Arab,Cina, Belanda dan budaya Jawa. Busana pengantin Pegon sudah dikenakan sejak tahun 1860. Pegon sendiri memiliki arti tengah-tengah sehingga tidak meninggalkan unsur budaya Jawa.

Tidak begitu banyak perkembangan yang terjadi pada busana pengantin Pegon Surabaya. Namun pada dasarnya tetap mengikuti perkembangan jaman dan tetap mengikuti pakem. Salah satu upaya pemerintah dalam melestarikan dan mempromosikan busana pengantin Pegon Surabaya, yaitu melalui beberapa kegiatan dan bekerja sama dengan para penata rias yang terhimpun dalam HARPI Melati Surabaya.

Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat makna disetiap bagian busana pengantin pegon yang salah satunya adalah dapat menunjukan status sosial pengantin. Perkembangan berupa dukungan dari pemerintah sudah cukup baik, namun alangkah baiknya agar dapat bekerja sama dengan para perias dari tim HARPI Melati atatupun para peneliti untuk menulis buku tentang busana pengantin pegon secara keseluruhan untuk dapat dijadikan referensi dan pegangan. Saran yang dapat diberikan adalah menggandeng seluruh lapisan masyarakat, terutama Surabaya untuk lebih mengenalkan serta melestarikan busana pengantin pegon Surabaya.