SKRIPSI Jurusan Tata Busana - Fakultas Teknik UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Preferensi Konsumen terhadap Batik Tulis Sidoarjo.

Evi Ambarwulandari

Abstrak

Berita update - harianwartawan surat kabar nasional - beritareportaseharian berita terkini - harianberitaterkini informasi terbaru - informasiberitaharian berita hari ini - wartawanhariini berita kriminal - kriminalharian

ABSTRAK

Ambarwulandari, Evi. 2016. Preferensi Konsumen terhadap Batik Tulis Sidoarjo. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Anik Dwiastuti, S.T., M.T, (II) Dra Sri Eko Puji Rahayu, M.Si.

Kata Kunci: preferensi, konsumen, batik tulis Sidoarjo

Batik Tulis Sidoarjo merupakan perpaduan antara batik Sidoarjo asli dengan batik pesisiran yang mempunyai motif khas yang tidak terdapat di daerah-daerah produksi batik lainnya. Awalnya motif batik Sidoarjo asli masih sangat sederhana, para pengrajin batik Sidoarjo menggunakan tumbuhan sebagai motif dasar batik. Motif tumbuhan yang digunakan merupakan inspirasi dari tumbuh-tumbuhan yang hidup disekitar pengrajin batik. Motif tumbuhan merupakan manifestasi dari kebudayaan Islam, batik Sidoarjo berasal dari periode Islam. Seiring dengan perkembangan teknologi, pengrajin batik print (cetak) menjadi pesaing untuk pengrajin batik tulis Sidoarjo, dikarenakan motif batik print (cetak) memiliki motif yang bagus, corak warna batiknya bagus, sehingga membuat sebagian konsumen beralih ke batik print (cetak).

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskripsi pendekatan kuantitatif. Tujuan penelitian ini menggambarkan dan mendeskripsikan preferensi konsumen terhadap Batik Tulis Sidoarjo. Responden penelitian ini yaitu konsumen batik sejumlah 50 responden. Proses penelitian dilakukan selama 10 hari. Pengumpulan data menggunakan angket dan analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa preferensi konsumen terhadap batik tulis Sidoarjo. menunjukkan konsumen menyukai daun kates lebih banyak di sukai dan dipilih oleh konsumen karena warna yang dimiliki motif daun kates. Dinilai dari segi warna, motif daun kates memiliki banyak pilihan warna dan konsumen lebih menyukai warna hijau. Sedangkan dari segi keindahan, motif daun kates memiliki warna yang bagus. Untuk motif kupu – kupu konsumen memilih dan suka karena desainnya menarik. Dinilai dari segi warna, motif kupu – kupu memiliki banyak pilihan warna dan konsumen lebih menyukai warna hitam. Untuk motif burung merak konsumen memilih dan suka karena bentuk motifnya, dinilai dari segi keindahan, motif burung merak  meiliki makna, dinilai dari segi warna, motif burung merak memiliki banyak pilihan warna dan konsumen lebih menyukai warna kuning. Untuk motif kembang bayem kombinasi burung merak dan sekar jagat, konsumen memilih dan suka karena keduanya memiliki ciri khas motif. Dinilai dari segi keindahan, motif kembang bayem kombinasi burung merak dan sekar jagad meiliki motif yang indah. Dinilai dari segi warna, motif kembang bayem kombinasi burung merak dan sekar jagad memiliki banyak pilihan warna.

Saran yang terkait dengan kesimpulan diatas: (1) Berdasarkan hasil penelitian ini, pengrajin perlu mempertahankan dimensi yang sudah baik atau berkualitas, serta berusaha terus untuk meningkatkan kualitas tersebut dengan mengembangkan desain, warna dan bahannya. (2) Mematenkan semua motif yang sudah dimiliki, agar tidak diklaim oleh daerah lain, oleh karena itu dinas yang terkait mematenkan hak cipta sebagai kekayaan daerah Sidoarjo. (3) Bagi peneliti selanjutnya disarankan dapat meneliti lebih dalam dan lebih luas tentang kualitas produk fashion lain atau produk batik yang ada di daerah lain.