SKRIPSI Jurusan Tata Busana - Fakultas Teknik UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

IDENTIFIKASI WARNA YANG DIHASILKAN PADA PROSES PENCELUPAN MENGGUNAKAN PEWARNA ALAMI DAUN APEL DENGAN FIKSATOR TETES, CUKA, DAN JERUK NIPIS PADA KAIN SUTERA

MEILINNA INDAH SUPRIYANTIWI

Abstrak


ABSTRAK

Supriyantiwi, Meilinna Indah. 2016. Identifikasi Warna yang Dihasilkan pada Proses Pencelupan Menggunakan Pewarna Alami Daun apel dengan Fiksator Tetes, Cuka, dan Jeruk Nipis pada Kain Sutera. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Program Studi S1 Pendidikan Tata Busana, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Nur Endah Purwaningsih, M.Pd (II) Anik Dwiastuti, ST, MT.

Kata Kunci: Identifikasi Warna, Proses Pencelupan, Daun Apel, Fiksator, Sutera

Indonesia merupakan negara yang memiliki berbagai macam kekayaan alam, namun belum sepenuhnya dimanfaatkan khususnya di bidang tata busana.Pemanfaatan alam yang dapat dilakukan dalam bidang busana salah satunya untuk bahan pewarna tekstil. Pemilih bahan pewarna tekstil dapat ditentukan dari potensi di setiap daerah, seperti  di Kota Batu yang dapat memanfaatkan daun apel. Pengrajin kain batik di Kota Batu, umumnya menggunakan kain serat selulosa sebagai bahan utama tetapi belum ada yang menggunakan kain sutera, karena hal tersebut maka masalah ini diangkat untuk dijadikan penelitian.Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa dan mendeskripsikan hasil warna dan perubahan warna yang dihasilkan pada proses pencelupan kain sutera menggunakan zat warna alami daun apel dengan fiksator tetes, cuka, dan jeruk nipis.

Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi. Pengumpulan data yang diperoleh menggunakan pengamatan visual. Data penelitian ini adalah warna hasil pencelupan menggunakan zat warna alam daun apel tanpa fiksator dan dengan menggunakan fiksator tetes, cuka, dan jeruk nipis. Sumber data penelitian ini adalah kain sutera hasil pencelupan menggunakan zat warna alam daun apel tanpa fiksator dan dengan menggunakan fiksator tetes, cuka, dan jeruk nipis.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Warna yang dihasilkan dari pencelupan kain sutera menggunakan zat warna daun apel tanpa fiksator mengarah pada warna kuning keemasan yang membentuk gradasi warna di setiap tahapan pencelupan; (2) Penggunaan fiksator tetes mengasilkan warna yang mengarah pada warna kuning kecokelatan yang lebih pudar dibandingkan hasil warna pencelupan tanpa fiksator; (3) Penggunaan fiksator cuka menghasilkan warna yang mengarah pada warna kuning, warna tampak lebih bersih dan mengkilap dibandingkan dengan hasil pencelupan tanpa fiksator; (4) Penggunaan fiksator jeruk nipis menghasilkan warna yang mengarah pada warna kuning kecokelatan, warna tampak lebih terang dibandingkan hasil pencelupan tanpa fiksator.