SKRIPSI Jurusan Tata Busana - Fakultas Teknik UM, 2009

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

hubungan kondisi sarana dan prasarana laboratorium dengan pencapaian hasil belajar pada mata diklat sewing di SMKN 5 Malang

Nur Wahidah Fauziati

Abstrak


 

ABSTRAK

 

Fauziati, Nur Wakhidah. 2009. Hubungan Kondisi Sarana Prasarana Laboratorium Dengan Pencapaian Hasil Belajar Pada Mata Diklat Sewing di SMKN 5 Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Tata Busana, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Endang Prahastuti, M.Pd, (2) Dra. Esin Sintawati.

 

Kata kunci: sarana, prasarana, hasil belajar

 

SMK adalah sekolah yang menyiapkan kelulusan sebagai tenaga kerja tingkat menengah profesional dengan presentase terbesar pada pelajaran praktik di laboratorium. Hasil belajar siswa dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah faktor kondisi sarana prasarana pada proses pembelajaran. SMKN 5 Malang mempunyai ruang laboratorium yang kurang memadai, sehingga ruang gerak siswa terbatas dan siswa memakai mesin jahit secara bergantian, sehingga menyebabkan siswa sering terlambat dalam mengumpulkan tugas menjahit. Keterlambatan dalam mengumpulkan tugas siswa dapat mempengaruhi hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kondisi sarana dan prasarana laboratorium dengan pencapaian hasil belajar pada mata diklat sewing di SMKN 5 Malang.

Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif karena data yang diperolah dari penelitian ini merupakan angka-angka. Penelitian ini menggunakan 2 variabel yaitu variabel bebas (X) dan variabel terikat (Y), variabel bebas dalam penelitian ini adalah sarana prasarana, sedangkan variabel terikatnya adalah hasil belajar mata diklat sewing. Populasi terdiri dari 4 kelas yaitu kelas XI1, kelas XI2, kelas XII1 dan kelas XII2 yang semuanya berjumlah 130 siswa. Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah proposional random sampling yaitu teknik pengambilan sampel dengan mengambil subyek secara acak dalam masing-masing kelas yaitu 50% dari jumlah siswa sehingga menghasilkan jumlah responden yang akan diteliti yaitu 66 responden. Pengumpulan data menggunakan metode angket, observasi dan dokumentasi. Angket yang digunakan yaitu skala likert. Angket dan observasi digunakan untuk mengetahui kondisi sarana prasarana laboratorium mata diklat sewing, sedangkan dokumentasi digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa pada mata diklat sewing yaitu dengan rapor siswa. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis korelasi, karena analisis korelasi fungsinya untuk mengetahui bagaimana hubungan antar variabel. Penghitungan analisis statistik dalam penelitian ini menggunakan rumus korelasi produc moment, karena rumus tersebut memiliki fungsi sebagai media pemaparan deskripsif tentang kaitan antara 2 variabel. Sebelum melakukan pengujian korelasi ada prasyarat yang harus dilakukan yaitu uji normalitas dan uji linieritas yang fungsinya untuk mengetahui apakah data tersebut normal atau tidak dan apakah data tersebut linier atau tidak.

Hasil analisis data menunjukkan bahwa hasil belajar siswa pada mata diklat sewing termasuk dalam kategori baik, ini ditunjukkan pada hasil belajar siswa yang melebihi dari kriteria minimum hasil belajar mata diklat sewing, Sedangkan kondisi sarana prasarana laboratorium sewing termasuk dalam kategori baik. Hasil analisis pengujian hipotesis menunjukkan bahwa ada hubungan yang positif antara kondisi sarana prasarana terhadap pencapaian hasil belajar pada mata diklat sewing di SMKN 5 Malang. hubungan yang positif menunjukkan bahwa apabila sarana prasarana mempunyai nilai yang tinggi maka hasil belajar siswa akan tinggi pula.

Berdasarkan hasil analisis diatas dapat disimpulakan bahwa ada hubungan kondisi sarana prasarana laboratorium terhadap pencapaian hasil belajar pada mata diklat sewing di SMKN 5 Malang. Disarankan pada pihak sekolah untuk lebih memperhatikan dan meningkatkan sarana prasarana pada leboratorium sewing sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai secara maksimal.